Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Serunya "Amazing Race" di Museum

Kompas.com - 06/09/2014, 06:05 WIB
Andri Donnal Putera

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com
- Minggu (31/8/2014) sore, suasana di Museum Bank Indonesia agak berbeda. Sekitar 80-an orang hendak mengikuti "amazing race" ala Komunitas Historia Indonesia (KHI).

Acara dimulai pukul 18.00 WIB. Peserta dibagi menjadi 17 kelompok, yang masing-masing beranggotakan 5 orang. Mereka harus berlomba menemukan lima pos tersembunyi yang ada di dalam ruangan MBI. Kalau berhasil melewati semua pos, akan ada pos bonus yang dirahasiakan. Permainan dimulai dengan bunyi peluit dari panitia.

Ide beberapa permainannya sederhana, yakni menebak pertanyaan yang berkaitan dengan sejarah MBI. Tiap kelompok di pos pertama menyusun puzzle yang bergambar tokoh. Tangan lima orang dari satu kelompok sigap memutar dan mencocokkan gambar hingga terlihat wajah tokoh yang asing buat mereka.

Peserta berhamburan keluar ruangan dan berpencar untuk menemukan pos-pos yang ada. Alih-alih menipu peserta, pos pertama ternyata adalah ruangan yang ditinggalkan peserta keluar saat mulai permainan. Namun, ada tiga kelompok yang tidak terkecoh, mereka memasuki ruangan itu lagi.

Sama seperti pos berikutnya. Banyak peserta yang tidak tahu jawaban pertanyaan yang diajukan. Seperti pos tiga, kuis TTS. Peserta sebagian besar tidak tahu untuk apa bangunan MBI dulu digunakan.

"Aduh apa ya, kantor kali. Eh, salah deh, rumah sakit kan!" ujar salah satu peserta. Ketidaktahuan peserta berlangsung hingga pos lima. Peserta sampai diisengi oleh panitia di sana.

"Ayo, masa itu aja enggak tahu. Itu loh, itu," tutur panitia dan ketua KHI, Asep Kambali. Semua peserta dipacu untuk bergerak cepat menyelesaikan tiap permainan yang membutuhkan pengetahuan dan wawasan tentang sejarah yang baik.

Night at The Museum ini merupakan salah satu agenda dari Komunitas Historia Indonesia (KHI) yang bertujuan untuk mengajak masyarakat mengenal sejarah dengan cara yang unik. Asep menyampaikan bahwa cara atau permainan seperti ini menarik sehingga orang mau belajar sejarah.

"Kalau dibawakan dengan mati, enggak ada hiburannya, pasti bosan. Kalau kayak gini kan orang senang, dapat pengetahuan lagi," kata Asep.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

KPU DKI Bakal 'Jemput Bola' untuk Tutupi Kekurangan Anggota PPS di Pilkada 2024

KPU DKI Bakal "Jemput Bola" untuk Tutupi Kekurangan Anggota PPS di Pilkada 2024

Megapolitan
Sudirman Said Bakal Maju Jadi Cagub Independen Pilkada DKI, Berpasangan dengan Abdullah Mansuri

Sudirman Said Bakal Maju Jadi Cagub Independen Pilkada DKI, Berpasangan dengan Abdullah Mansuri

Megapolitan
Pria yang Diduga Lecehkan 5 Bocah Laki-laki di Cengkareng Sempat Masuk ke Rumah Korban

Pria yang Diduga Lecehkan 5 Bocah Laki-laki di Cengkareng Sempat Masuk ke Rumah Korban

Megapolitan
Kondisi Terkini TKP Pengendara Motor Tewas Ditabrak Angkot, Lalu Lintas Berjalan Normal

Kondisi Terkini TKP Pengendara Motor Tewas Ditabrak Angkot, Lalu Lintas Berjalan Normal

Megapolitan
KPU DKI Jakarta Terima Konsultasi 3 Bacagub Jalur Independen, Siapa Saja?

KPU DKI Jakarta Terima Konsultasi 3 Bacagub Jalur Independen, Siapa Saja?

Megapolitan
Bakal Maju di Pilkada Depok, Imam Budi Hartono Klaim Punya Elektabilitas Besar

Bakal Maju di Pilkada Depok, Imam Budi Hartono Klaim Punya Elektabilitas Besar

Megapolitan
Seorang Pria Diduga Lecehkan 5 Bocah Laki-laki di Jakbar

Seorang Pria Diduga Lecehkan 5 Bocah Laki-laki di Jakbar

Megapolitan
74 Kelurahan di Jakarta Masih Kekurangan Anggota PPS untuk Pilkada 2024

74 Kelurahan di Jakarta Masih Kekurangan Anggota PPS untuk Pilkada 2024

Megapolitan
Denda Rp 500.000 Untuk Pembuang Sampah di TPS Lokbin Pasar Minggu Belum Diterapkan

Denda Rp 500.000 Untuk Pembuang Sampah di TPS Lokbin Pasar Minggu Belum Diterapkan

Megapolitan
Warga Boleh Buang Sampah di TPS Dekat Lokbin Pasar Minggu pada Pagi Hari, Petugas Bakal Lakukan 'OTT'

Warga Boleh Buang Sampah di TPS Dekat Lokbin Pasar Minggu pada Pagi Hari, Petugas Bakal Lakukan "OTT"

Megapolitan
Remaja yang Tusuk Seorang Ibu di Bogor Ditahan Selama 7 Hari

Remaja yang Tusuk Seorang Ibu di Bogor Ditahan Selama 7 Hari

Megapolitan
Dubes Palestina: Gaza Utara Hancur Total, Rafah Dikendalikan Israel

Dubes Palestina: Gaza Utara Hancur Total, Rafah Dikendalikan Israel

Megapolitan
Warga Luar Jadi Biang Kerok Menumpuknya Sampah di TPS Dekat Lokbin Pasar Minggu

Warga Luar Jadi Biang Kerok Menumpuknya Sampah di TPS Dekat Lokbin Pasar Minggu

Megapolitan
Remaja yang Tusuk Seorang Ibu di Bogor Kini Berstatus Anak Berhadapan dengan Hukum

Remaja yang Tusuk Seorang Ibu di Bogor Kini Berstatus Anak Berhadapan dengan Hukum

Megapolitan
Seorang Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Bajaj, Diduga Sakit

Seorang Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Bajaj, Diduga Sakit

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com