Dalam 3 Minggu, "Teman Ahok" Kumpulkan 10.262 KTP - Kompas.com

Dalam 3 Minggu, "Teman Ahok" Kumpulkan 10.262 KTP

Alsadad Rudi
Kompas.com - 11/07/2015, 14:54 WIB
Facebook/Teman Ahok Facebook Teman Ahok.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam tiga minggu terakhir, relawan pendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Teman Ahok, telah mengumpulkan fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik warga hingga 10.262 lembar. Pengumpulan KTP dilakukan sebagai syarat dukungan agar Ahok maju dalam Pilkada pada 2017.

Wakil Ketua Teman Ahok, Muhammad Fathony mengatakan, 10.262 fotocopy KTP yang telah terkumpul didapat dari hasil penggalangan yang dilakukan posko relawan di 32 Kelurahan, maupun yang dikirimkan langsung oleh warga ke Sekretariat Teman Ahok di Kompleks Graha Pejaten nomor 3, Jalan Pejaten Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

"Kita juga mendatangi rumah-rumah warga dan membuka posko berjalan dengan menggunakan mobil," kata Fathony kepada Kompas.com di kantor Sekretariat Teman Ahok, Sabtu (11/7/2015).

Berdasarkan data yang terpampang di kantor sekretariat tersebut, 32 posko Teman Ahok berlokasi di Kalideres, Pegadungan, Semanan, Cengkareng Timur, Jatipulo, Palmerah, Grogol, Pinangsia, Glodok, Mangga Besar, (Jakarta Barat); Bungur, Kenari, Senen Mangga Dua Selatan, Gunung Sahari Utara, (Jakarta Pusat); Grogol Selatan, Kebayoran Lama Selatan, Kebayoran Lama Utara, Pondok Pinang, Menteng Dalam, Pejaten Barat, Petukangan Selatan, Menteng Atas (Jakarta Selatan); Cijantung, Kampung Melayu, Cakung Timur, Cawang, Lubang Buaya (Jakarta Timur), dan Tugu Utara, Warakas, Kelapa Dua Wetan, dan Kebon Kosong (Jakarta Utara).

Fathony menyatakan bahwa pihaknya menargetkan pada akhir 2015 mendatang, jumlah posko relawan yang didirikan telah mencapai 150 lokasi. Ia mengatakan, semakin banyak posko, maka semakin akan banyak pula TA.

"Ini guna memudahkan masyarakat yang ingin memberikan KTP-nya untuk mendukung Ahok. Jadi bisa langsung ke Posko Teman Ahok yang terdekat dengan rumahnya,” ujar Fathony.

Aksi pengumpulan KTP dilakukan menyusul adanya peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nomor 9 Tahun 2015 yang memperketat syarat pencalonan kader independen. Salah satu syaratnya adalah pengumpulan KTP tidak bisa lagi dilakukan melalui email atau online, tetapi harus memiliki keabsahan dalam bentuk cetak fisik.

Sebagai informasi, saat ini Ahok tidak bergabung di partai politik manapun. Sejumlah kalangan, bahkan Ahok sendiri memprediksi kemungkinan besar akan maju melalui jalur independen.

PenulisAlsadad Rudi
EditorErlangga Djumena
Komentar