Rabu, 29 Maret 2017

Megapolitan

Perayaan "Malam Langit Gelap" di Jakarta Kurang Diminati

Sabtu, 6 Agustus 2016 | 21:49 WIB
Thinkstock Berkat aplikasi Android seperti Star Chart dan Google Skymap, pemilik ponsel pintar dapat melihat rasi bintang melalui kamera ponsel.

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), mengajak seluruh warga kota di Indonesia untuk sejenak merayakan pesona langit malam yang hilang. Lewat kampanye "Malam Langit Gelap", LAPAN mengajak untuk mematikan lampu malam ini pukul 20.00-21.00 WIB.

Namun, dari pemantauan Kompas.com, Sabtu (6/8/2016) mulai pukul 20.00-20.30 WIB di Jakarta perayaan ini nampak tidak mendapat sambutan. Seperti yang terpantau di jalan-jalan di ibu kota, mulai kawasan Matraman, Cikini, Monas, Balai Kota dan gedung DPRD DKI, lampu-lampu menyala seperti biasa.

Lampu di gedung di kantor-kantor pemerintahan seperti di Kementerian BUMN, Lembaga Ketahanan Nasional dan di gedung swasta juga kondisinya normal. Di gedung bertingkat pun pemadaman lampu nampak normal karena tidak ada aktivitas kerja namun di bagian lobi dan halamannya lampu tetap menyala. Termasuk di pusat-pusat keramaian seperti toko, minimarket, dan lainnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta Yuli Hartono mengatakan tidak ada pemadaman lampu di fasilitas atau kantor intansi pemerintah terkait imbauan LAPAN ini.



"Enggak ada, belum ada," kata Hartono, kepada Kompas.com, Sabtu (6/8/2016).

Selain itu, tidak ada pemberitahuan khusus dari LAPAN untuk perayaan "Malam Langit Gelap" ke instansinya. Biasanya untuk perayaan seperti ini lembaga terkait bisa mengirimkan surat ke Pemprov DKI. Sebab, di DKI kerap mengikuti perayaan-perayaan hari hemat energi dalam rangka pemadaman listrik.

"Biasanya pada hari hemat listrik dan lainnya," ujar Hartono.

Salah satu warga Jatinegara, Jakarta Timur, Wandi (27) mengatakan, perayaan ini nampak kurang mendapat respons.

"Banyak yang enggak tahu mungkin. Beda sama Earth Hour," ujar Wandi.

Sebelumnya, LAPAN mengajak seluruh warga kota di Indonesia untuk sejenak merayakan pesona langit malam yang hilang. Lewat kampanye "Malam Langit Gelap", LAPAN mengajak warga kota mematikan lampu di luar ruangan pada pukul 20.00 - 21.00 WIB.

Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin, sebelumnya mengatakan, jika seluruh warga kota ikut serta gerakan ini, maka sejumlah keajaiban akan tampak.  Kita bisa melihat "Segitiga Musim Panas" yang terdiri dari bintang Vega, Deneb, Altair. Bintang-bintang yang tersusun dalam bentuk segitiga ini sangat legendaris.

Di Jepang, gugusan ini dikenal dengan "Gingga". Seluruh Indonesia juga bisa melihat dengan mata telanjang rasi bintang Angsa (Cygnus), Salib Selatan (Cygnus), dan rasi Kalajengking (Scorpiro).

"Khusus untuk Sabtu malam besok (malam ini), kita juga bisa melihat Mars, Saturnus, dan bintang Raksasa Merah Antares yang membentuk segitiga," kata Thomas. (Baca: Matikan Lampu pada 6 Agustus 2016 dan Keajaiban Ini Akan Terlihat...)

Penulis: Robertus Belarminus
Editor : Fidel Ali