Jaksa Pertanyakan Selebaran Provokatif yang Disebut oleh Saksi Meringankan Ahok - Kompas.com

Jaksa Pertanyakan Selebaran Provokatif yang Disebut oleh Saksi Meringankan Ahok

Kurnia Sari Aziza
Kompas.com - 14/03/2017, 12:55 WIB
Kompas.com/Akhdi Martin Pratama Suasana persidangan kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (14/3/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Mukartono sempat tersenyum saat salah satu saksi meringankan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok), Juhri, menjawab pertanyaan penasehat hukum, Trimoelja D Soerjadi.

Trimoelja mempertanyakan kepada Juhri terkait selebaran bernada provokatif ketika Ahok mencalonkan diri sebagai gubernur pada Pemilihan Gubernur Bangka Belitung 2007.

Ceritanya, di dalam berita acara pemeriksaan (BAP), Juhri menyebutkan banyak selebaran yang mendiskreditkan pencalonan Ahok dengan mencantumkan ayat-ayat suci Al-Quran.

"Apakah di selebaran itu disebutkan dengan jelas, ditujukan dan ada nama terdakwa?" tanya Trimoelja, Selasa (14/3/2017).

"Secara langsung (selebaran menyebut nama Ahok) tidak," kata Juhri yang membuat Ali tersenyum. (Baca: Saksi Sebut Ada Selebaran soal Kriteria Pemimpin Saat Ahok Cagub Babel)

Kemudian, Trimoelja kembali menanyakan mengenai keberadaan selebaran tersebut.

"Karena di kampung (Belitung) itu pemimpin nomor 1 yang dipermasalahkan (jika non muslim). Kalau wagub-nya (non muslim) enggak terlalu masif (serangannya)," kata Juhri.

Juhri merupakan satu dari tiga saksi fakta meringankan Ahok yang dihadirkan oleh penasehat hukum. Selain Juhri, ada juga sopir Ahok, Suyanto, dan tetangga Ahok di Belitung Timur, Fajrun yang menjadi saksi meringankan Ahok.

Kompas TV Seseorang yang mengaku sebagai pendamping pimpinan FPI Rizieq Shihab, protes kepada pihak kepolisian yang berjaga di Auditorium Kementerian Pertanian, yang menjadi lokasi sidang kasus penodaan agama yang tengah berlangsung. Polisi tidak memperbolehkan siapa pun masuk ke dalam ruangan sidang karena kuota 30 orang dari kubu kuasa hukum dan 30 orang dari kubu jaksa penuntut umum, sudah terpenuhi.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisKurnia Sari Aziza
EditorFidel Ali
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM