Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Ungkap Penyelundupan Sabu dalam Koper - Kompas.com

Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Ungkap Penyelundupan Sabu dalam Koper

Andri Donnal Putera
Kompas.com - 12/04/2017, 18:01 WIB
KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Kantor Bea Cukai bersama Polresta Bandara Soekarno-Hatta merilis pengungkapan penyelundupan narkoba jaringan Nigeria yang melibatkan narapidana salah satu lembaga pemasyarakatan di Jakarta, Rabu (12/4/2017).

TANGERANG, KOMPAS.com - Petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta mengamankan CG, warga negara Jerman, setelah mendapati sabu yang disembunyikan di dalam koper miliknya pada Senin (3/4/2017) di Terminal 2D Kedatangan Bandara Soekarno-Hatta.

Sabu sebanyak 2,65 kilogram itu disembunyikan dalam rongga rangka koper yang dimodifikasi sehingga bisa dimasukkan bungkusan-bungkusan kecil berisi sabu.

"Ini cukup unik, karena jika biasanya kami dapat kurir narkoba yang datang dari Malaysia atau Hongkong, CG ini datang dari Doha," kata Kepala Kantor Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Erwin Situmorang, kepada pewarta pada Rabu (12/4/2017).

(Baca juga: Melawan Saat Ditangkap, Pemasok 15 Kg Sabu dari Malaysia Ditembak Mati)

Erwin menyampaikan, dari temuan itu, pihaknya bekerja sama dengan Polresta Bandara Soekarno-Hatta untuk menelusuri jaringan peredaran narkoba CG.

Kepada polisi, CG mengaku diperintahkan warga negara Nigeria berinisial A agar membawa paket sabu ke salah satu hotel kawasan Jakarta Barat.

Di hotel tersebut, CG didatangi warga negara Nigeria berinisial IH yang ditugasi mengambil koper berisi narkoba.

Dari IH, polisi mengembangkan penyelidikan hingga mendapati orang lain yang terlibat, seperti RS, FS, AS, dan PO.

Erwin menyampaikan, saat membongkar sabu dari dalam rangka koper, didapati 20 lebih paket sabu dalam bentuk bungkus transparan.

(Baca juga: Dua Kurir Sabu Asal Taiwan Dibekuk di Bandara Soekarno-Hatta)

Puluhan paket sabu itu akan diedarkan kemudian dikemas lagi ke dalam bungkus yang lebih kecil sebelum dijual.

Adapun jaringan yang mengedarkan sabu ini adalah jaringan Nigeria. Para pelaku dikenakan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar.

PenulisAndri Donnal Putera
EditorIcha Rastika
Komentar

Close Ads X