Besok, KPU DKI Lakukan Pemungutan Suara Ulang di Dua TPS - Kompas.com

Besok, KPU DKI Lakukan Pemungutan Suara Ulang di Dua TPS

Nursita Sari
Kompas.com - 21/04/2017, 18:26 WIB
KOMPAS/DIDIE SW Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno mengatakan, KPU akan melakukan pemungutan suara ulang (PSU) di dua TPS pada Sabtu (22/4/2017) besok.

Pemungutan suara ulang dilakukan atas rekomendasi dari Bawaslu DKI Jakarta karena ada lebih dari satu warga yang menggunakan formulir C6 (surat pemberitahuan memilih) milik orang lain untuk mencoblos di TPS tersebut.

"Memang insiden terkait penyalahgunaan C6 yang berbuntut pada PSU di TPS 01 Gambir, Jakarta Pusat, dan TPS 19 Pondok Kelapa, Jakarta Timur," ujar Sumarno di Kantor KPU DKI, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Jumat (21/4/2017).

Sumarno mengatakan, PSU dilakukan dengan ketentuan yang sama, yakni pukul 07.00-13.00 WIB. KPU mulai mendistribusikan formulir C6 untuk para pemilih di kedua TPS tersebut setelah menerima rekomendasi dari Bawaslu pada hari ini.

Baca: Bawaslu Rekomendasikan Pemungutan Suara Ulang di Dua TPS Ini

KPU Jakarta Pusat dan KPU Jakarta Timur telah mengambil surat suara yang memang disediakan untuk antisipasi terjadinya PSU dan kelengkapan logistik lainnya.

Selain itu, Sumarno meminta semua kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di dua TPS itu diganti pada saat PSU besok.

"Semua KPPS saya minta diganti. Ini kan karena pemasalahan KPPS juga. Saya juga mau koordinasi dengan Bawaslu untuk mengganti pengawas TPS karena ini kesalahan bersama. Mungkin PPK sama PPS bisa ditugaskan jadi KPPS," kata Sumarno.

Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti sebelumnya mengatakan, pihaknya merekomendasikan PSU di dua TPS kepada KPU.

Baca: KPU Akan Lakukan Pemungutan Suara Ulang di TPS 01 Gambir

PSU direkomendasikan karena adanya lebih dari satu warga yang menggunakan formulir C6 atau surat pemberitahuan memilih milik orang lain. Padahal, warga tersebut tidak memiliki hak pilih.

"Lebih dari satu pemilih yang tidak terdaftar sebagai pemilih menggunakan suaranya di TPS. Jadi melanggar Pasal 112 huruf e Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 (tentang Pilkada)," kata Mimah, Jumat.

Kompas TV Badan Pengawas Pemilu DKI Jakarta menemukan dugaan pelanggaran di tiga TPS selama pilkada Jakarta putaran kedua.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisNursita Sari
EditorDian Maharani
Komentar
Terkini Lainnya

Close Ads X