Kenapa Ahok Masih Perhatikan Pembangunan Masjid di Kalijodo? - Kompas.com

Kenapa Ahok Masih Perhatikan Pembangunan Masjid di Kalijodo?

Jessi Carina
Kompas.com - 19/06/2017, 10:54 WIB
KOMPAS.COM/Alek Kurniawan Taman Kalijodo mempunyai skatepark yang bisa dinikmati pengunjung untuk bermain skateboard, sepatu roda, sepeda, dan lain sebagainya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama masih menaruh perhatian terhadap pembangunan masjid di RPTRA Kalijodo. Menurut Djarot, ada alasan mengapa Basuki atau Ahok masih bertanya mengenai hal tersebut.

"Karena waktu itu yang meletakkan batu pertama kan pak Ahok ya, waktu itu setelah peresmian RPTRA dan RTH Kalijodo," ujar Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (19/6/2017).

Masjid tersebut nantinya diberi nama Masjid Jami Al-Mubarokah. Groundbreaking masjid tersebut memang dilakukan usai peresmian RPTRA dan RTH Kalijodo.

Baca: Djarot: Masjid di Kalijodo yang Berada di Jakarta Barat Akan Dibangun Ulang

Djarot mengatakan, pembangunan Masjid Jami Al-Mubarokah masih sesuai dengan jadwal. Rencananya, masjid tersebut akan diresmikan pada Oktober 2017.

"Saya bilang (ke pak Ahok), Alhamdulillah sudah saya masukkan ke badan wakaf, itu kan masuk badan wakaf ya. Sekarang lagi proses, Oktober-lah kita resmikan," ujar Djarot.

Baca: Ditemui Djarot, Ahok Tanya Pembangunan Masjid di Kalijodo

Adapun peletakan batu pertama pembangunan Masjid Jami Al-Mubarokah dilakukan pada 22 Februari 2017. Ahok ingin membangun masjid tersebut dibangun dua lantai sehingga bisa menampung ratusan jemaah.

"Kami ingin orang datang ke sini (Kalijodo) tidak tinggalkan shalat lima waktu," kata Ahok.

Ahok kini telah mengundurkan diri pasca-putusan pengadilan yang menyatakan ia bersalah dalam kasus dugaan penodaan agama dan divonis dua tahun penjara.

Baca: Jadi Gubernur, Djarot Akan Kaji Perda RPTRA hingga Bangun Masjid di Kalijodo

Djarot kemudian dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta oleh Presiden RI Joko Widodo pada Kamis (15/6/2017), menggantikan posisi Ahok.

Kompas TV Tiga dari 70 pedagang kaki lima ini mengeluhkan pungutan liar sebesar Rp 10 ribu per lapak setiap hari.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisJessi Carina
EditorAna Shofiana Syatiri
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM