Total Gaji TKI Sukmi yang Tidak Dibayar Sejak 1995 Capai Rp 586 Juta - Kompas.com

Total Gaji TKI Sukmi yang Tidak Dibayar Sejak 1995 Capai Rp 586 Juta

Ridwan Aji Pitoko
Kompas.com - 15/07/2017, 17:46 WIB
Setelah 22 tahun bekerja di Arab Saudi, Sukmi (jilbab merah) akhirnya menginjakkan kaki di Tanah Air pada Sabtu (15/7/2017).Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.com Setelah 22 tahun bekerja di Arab Saudi, Sukmi (jilbab merah) akhirnya menginjakkan kaki di Tanah Air pada Sabtu (15/7/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Selama 22 tahun bekerja di Arab Saudi, Sukmi binti Sardi Umar diketahui tidak pernah mendapatkan bayaran atau upah dari majikannya.

"Gajinya selama bekerja itu tidak pernah dibayarkan oleh majikannya dan kini kondisi Sukmi depresi dan mengalami gangguan komunikasi," ucap Kepala Balai Pelayanan Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Serang, Gatot Hermawan, di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (15/07/2017).

Untuk itu, menurut Gatot, BP3TKI langsung berkoordinasi dengan pihak KBRI di Riyadh agar bisa melakukan mediasi dengan majikan Sukmi.

"Kami berkoordinasi dengan pihak KBRI untuk melakukan mediasi kepada pihak majikan. Kini majikan Sukmi bersedia membayar seluruh haknya selama dia bekerja, yaitu sebesar 167.600 riyal Arab Saudi atau setara Rp 586 juta," ujar Gatot.

(Baca juga: Tangis Haru Sambut TKI Sukmi Setelah 22 Tahun Tertahan di Saudi)

Adapun uang sebesar itu belum termasuk pengurangan biaya tiket kepulangan Sukmi ke Indonesia.

"Saat ini hak Sukmi sudah dibayarkan. Kini dititipkan di KBRI dan akan di transfer setelah Sukmi membuat rekening bank di Indonesia," kata Gatot.

Gatot menambahkan, setelah tiba di Indonesia Sukmi akan dipulangkan ke daerah asalnya dengan mendapat fasilitas gratis dari Badan Nasional Penempatan & Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).

"Kami berikan fasilitas gratis kepada dia," tuturnya.

Sukmi sendiri yang bekerja di Arab Saudi sejak 1995 kini telah berada di Indonesia. Dia langsung dibawa BP3TKI menuju Desa Mekar Sari, Maja, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Kompas TV Pihak Yayasan Panca Karsa melaporkan dugaan penyekapan TKW kepada pihak KBRI di Riyadh, Arab Saudi.

PenulisRidwan Aji Pitoko
EditorBayu Galih
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM