Pelaku dan Korban "Bullying" di Thamrin City Disebut Sudah Berpelukan - Kompas.com

Pelaku dan Korban "Bullying" di Thamrin City Disebut Sudah Berpelukan

Nibras Nada Nailufar
Kompas.com - 17/07/2017, 17:11 WIB
IlustrasiSHUTTERSTOCK Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Pusat Sujadi menyebut pelaku dan korban bullying di Thamrin City sudah menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

"Diselesaikan secara kekeluargaan antara pihak pelaku dengan pihak korban. Mereka sudah peluk-pelukan. Anaknya saja sudah enggak ada persoalan," kata Sujadi ditemui Kompas.com di SMPN 273 Jakarta, Senin (17/7/2017).

Sujadi mengatakan, pihaknya sudah mempertemukan pihak pelaku dengan korban. Orangtua korban bullying disebutnya mencabut laporan kepolisian.

"Sudah dicabut sekarang," ujar Sujadi.

Baca: Polisi Usut Laporan Pem-bully-an terhadap Siswi SMP di Thamrin City

Sujadi mengatakan, meski pihak korban tidak menuntut apapun kepada pelaku, pihaknya tetap menegakkan sanksi sesuai tata tertib sekolah.

Sementara ini, diketahui ada sembilan siswa dari SD dan SMP di Jakarta Pusat yang dikeluarkan dan dicabut Kartu Jakarta Pintar (KJP)-nya.

Baca: Ini Kronologi Bullying Siswi SMP di Thamrin City

"Pertama kalau dia mendapat KJP udah pasti diputus. Yang kedua adalah kita kembalikan ke orangtua," kata Sujadi.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan aksi kekerasan yang dilakukan sejumlah anak berseragam sekolah. Dalam video berdurasi 50 detik itu, terlihat sejumlah siswa SMP sedang mengelilingi satu siswi yang memakai seragam putih.

Baca: Bullying di Thamrin City Dilakukan Siswa SMP Beda Sekolah

Siswi berseragam putih itu mendapat kekerasan dari sejumlah siswa-siswi lainnya. Tak ada perlawanan yang dilakukan siswi tersebut.

Pada akhir video, siswi itu disuruh mencium tangan siswa dan siswi yang mem- bully-nya. Berdasarkan penyelidikan kepolisian, peristiwa itu terjadi pada Jumat (14/7/2017) sekitar pukul 13.30 WIB di lantai 3A Thamrin City.

PenulisNibras Nada Nailufar
EditorAna Shofiana Syatiri
Komentar

Close Ads X