Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Transjakarta Patah, Ahok Tak Puas Alasan Dishub

Kompas.com - 08/08/2014, 22:00 WIB
Kurnia Sari Aziza

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama telah menerima laporan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI atas terbelahnya transjakarta gandeng Koridor XI (Kampung Melayu-Pulogebang) pada Kamis (7/8/2014) kemarin.

Namun, ia mengaku tak puas atas berbagai alasan yang diberikan Dishub DKI. "Mereka kasih alasan enggak masuk akal," kata Ahok, sapaan Basuki, di Balaikota Jakarta, Jumat (8/8/2014). 

Dia mengatakan, ada anak buahnya di Dishub DKI yang mengatakan kalau penyebabnya jalan bergelombang. Jika itu benar, mengapa hal serupa tidak juga terjadi pada unit bus transjakarta lainnya [Baca: Ahok Salahkan Jalan Gelombang Penyebab Patahnya Transjakarta Gandeng].

Kemudian, ada pula jajaran di Dishub DKI yang mengatakan putusnya sambungan karena transjakarta tersebut bermuatan penuh. Namun, kembali, bus transjakarta yang bermuatan penuh lainnya tidak putus.

Selain itu, ada juga yang mengatakan pemeliharaan operator tidak baik dan konstruksinya yang tidak benar. Maka dari itu, Basuki bertanya kepada Dishub, teknologi apa yang dipakai PT INKA (produsen bus patah) dalam menyambung bus itu.

"Ini produk lokal apa pakai teknologi Cibaduyut atau pakai apa? Makanya, saya tidak tahu. Saya enggak berani bilang produk mereka (lokal) jelek, nanti mereka tuntut saya lagi, bilang saya hina produk mereka," kata Basuki. 

Kejadian ini membuatnya mempertimbangkan kembali membeli produk dalam negeri. Ia lebih memilih membeli produk Volvo, Mercedes Benz, atau Scania. Yang terpenting kualitasnya terjamin dan ada garansinya.

"Inspektorat juga belum lapor ke saya, soal kasus transjakarta patah ini," ujarnya.

Baca juga: Transjakarta Patah, Damri Bantah Pernyataan Ahok

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Remaja Diperkosa Staf Kelurahan, Pelaku Belum Ditangkap 2 Tahun Usai Kejadian

Remaja Diperkosa Staf Kelurahan, Pelaku Belum Ditangkap 2 Tahun Usai Kejadian

Megapolitan
Gerebek Pabrik Narkoba di Bogor, Polisi Sita 1,2 Juta Butir Pil PCC

Gerebek Pabrik Narkoba di Bogor, Polisi Sita 1,2 Juta Butir Pil PCC

Megapolitan
Perundungan Pelajar SMP di Citayam, Pelaku Jambak dan Pukul Korban Pakai Tangan Kosong

Perundungan Pelajar SMP di Citayam, Pelaku Jambak dan Pukul Korban Pakai Tangan Kosong

Megapolitan
Kemenhub Sesalkan Kasus Dugaan KDRT yang Dilakukan Pegawainya

Kemenhub Sesalkan Kasus Dugaan KDRT yang Dilakukan Pegawainya

Megapolitan
Dijebak Bertemu Perundungnya, Siswi SMP di Bogor Awalnya Diajak 'Ngopi' Bareng

Dijebak Bertemu Perundungnya, Siswi SMP di Bogor Awalnya Diajak "Ngopi" Bareng

Megapolitan
Tingkah Oknum Pejabat Kemenhub: Ucap Sumpah Sambil Injak Kitab Suci Usai Ketahuan Selingkuh, lalu Lakukan KDRT

Tingkah Oknum Pejabat Kemenhub: Ucap Sumpah Sambil Injak Kitab Suci Usai Ketahuan Selingkuh, lalu Lakukan KDRT

Megapolitan
2 Perundung Siswi SMP di Bogor Terancam Dikeluarkan dari Sekolah

2 Perundung Siswi SMP di Bogor Terancam Dikeluarkan dari Sekolah

Megapolitan
Polisi Bongkar “Home Industry” Narkoba di Bogor

Polisi Bongkar “Home Industry” Narkoba di Bogor

Megapolitan
Polisi Amankan Dua Pelaku Perundungan Siswi SMP di Citayam

Polisi Amankan Dua Pelaku Perundungan Siswi SMP di Citayam

Megapolitan
Dirundung karena Rebutan Cowok, Siswi SMP di Bogor Dijebak untuk Bertemu

Dirundung karena Rebutan Cowok, Siswi SMP di Bogor Dijebak untuk Bertemu

Megapolitan
Dewan Pertimbangan Jagokan Ahmed Zaki Jadi Bacagub Jakarta dari Golkar

Dewan Pertimbangan Jagokan Ahmed Zaki Jadi Bacagub Jakarta dari Golkar

Megapolitan
Aksi Pejabat Kemenhub Injak Kitab Suci demi Buktikan Tak Selingkuh, Berujung Terjerat Penistaan Agama

Aksi Pejabat Kemenhub Injak Kitab Suci demi Buktikan Tak Selingkuh, Berujung Terjerat Penistaan Agama

Megapolitan
Polisi Periksa Pelajar SMP yang Jadi Korban dan Pelaku Perundungan di Bogor

Polisi Periksa Pelajar SMP yang Jadi Korban dan Pelaku Perundungan di Bogor

Megapolitan
Tangis Haru dan Sujud Syukur Casis Bintara yang Dibegal Usai Diterima Kapolri Jadi Polisi...

Tangis Haru dan Sujud Syukur Casis Bintara yang Dibegal Usai Diterima Kapolri Jadi Polisi...

Megapolitan
Hadiah Sehabis Musibah bagi Satrio, Diterima Jadi Polisi meski Gagal Ujian akibat Dibegal

Hadiah Sehabis Musibah bagi Satrio, Diterima Jadi Polisi meski Gagal Ujian akibat Dibegal

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com