Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baru Sepekan, Perantau di Jakarta Tertangkap Curi Burung

Kompas.com - 09/08/2014, 02:11 WIB
Robertus Belarminus

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Ibu Kota memang bagaikan magnet bagi penduduk yang berasal dari luar daerah untuk mengadu nasib. Kalau bernasib baik, mereka bisa menyambung hidup dan mendapat pekerjaan.

Namun, pengalaman yang dialami Agus Supriyadi (30), warga asli Brebes, Desa Situraja, Indramayu, Jawa Barat ini berkata lain. Belum genap sepekan menjadi perantau di kota metropolitan, Agus justru berurusan dengan aparat hukum.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Duren Sawit Ajun Komisaris Chalid Thayib mengatakan, Agus mesti ditahan karena melakukan pencurian burung di rumah milik salah satu korban bernama Budi Asmara (52).

"Pelaku baru datang dua hari di Jakarta dan telah melakukan pencurian burung jenis Kacer seharga Rp 1,5 juta," kata Chalid, kepada wartawan, Jumat (8/8/2014).

Chalid menuturkan, Agus melakukan aksinya di rumah korban yang berlokasi di Jalan Mardrasah, Duren Sawit, Jakarta Timur. Pelaku, lanjut Chalid, masuk ke rumah korban dengan cara memanjat ke bagian lantai dua rumah.

"Setelah memanjat, pelaku mengambil Burung Kacer yang berada di dalam kandang," ujar Chalid.

Namun upaya kriminal Agus terpergok oleh pemilik rumah. "Karena ketahuan atau tertangkap tangan, maka pelaku melepaskan burung Kacer tersebut sehingga terbang dan menghilang," ujar Chalid.

Beruntung warga tak sampai menghakimi pelaku. Kepada petugas, Agus nekat melakukan aksinya karena tidak memiliki modal untuk bekerja di Jakarta. "Alasannya enggak ada uang tidak punya modal. Niatnya memang mau mencuri di Jakarta," ujar Chalid.

Selama dua hari di Jakarta, Agus tinggal menggelandang di sebuah taman di Pangkalan Jati. Menurut Chald, taman tersebut dijadikan pelaku sebagai tempat untuk menginap tidur. Sebagai ganjaran perbuatannya, Agus kini mesti menginap di balik sel Mapolsek Duren Sawit.

Pelaku diancam dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Dia diancam pidana di bawah lima tahun penjara.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Polisi Tangkap Pembunuh Pedagang Perabot di Duren Sawit, Ternyata Anak Kandung Sendiri

Polisi Tangkap Pembunuh Pedagang Perabot di Duren Sawit, Ternyata Anak Kandung Sendiri

Megapolitan
Diduga Korsleting, Bengkel Motor Sekaligus Rumah Tinggal di Cibubur Terbakar

Diduga Korsleting, Bengkel Motor Sekaligus Rumah Tinggal di Cibubur Terbakar

Megapolitan
Kardinal Suharyo Tegaskan Gereja Katolik Tak Sama dengan Ormas Keagamaan

Kardinal Suharyo Tegaskan Gereja Katolik Tak Sama dengan Ormas Keagamaan

Megapolitan
Ditawari Izin Tambang, Kardinal Suharyo: Itu Bukan Wilayah Kami

Ditawari Izin Tambang, Kardinal Suharyo: Itu Bukan Wilayah Kami

Megapolitan
Pemuda yang Sekap dan Aniaya Kekasihnya di Pondok Aren Ditangkap Polisi

Pemuda yang Sekap dan Aniaya Kekasihnya di Pondok Aren Ditangkap Polisi

Megapolitan
Pengelola Rusunawa Marunda Lapor Polisi soal Penjarahan Sejak 2023

Pengelola Rusunawa Marunda Lapor Polisi soal Penjarahan Sejak 2023

Megapolitan
Paus Fransiskus Kunjungi Indonesia: Waktu Singkat dan Enggan Naik Mobil Antipeluru

Paus Fransiskus Kunjungi Indonesia: Waktu Singkat dan Enggan Naik Mobil Antipeluru

Megapolitan
Pedagang Perabot di Duren Sawit Tewas dengan Luka Tusuk

Pedagang Perabot di Duren Sawit Tewas dengan Luka Tusuk

Megapolitan
Tak Disangka, Grafiti Bikin Fermul Belajar Mengontrol Emosi

Tak Disangka, Grafiti Bikin Fermul Belajar Mengontrol Emosi

Megapolitan
Sambut Positif jika Anies Ingin Bertemu Prabowo, PAN: Konsep 'Winner Takes All' Tidak Dikenal

Sambut Positif jika Anies Ingin Bertemu Prabowo, PAN: Konsep "Winner Takes All" Tidak Dikenal

Megapolitan
Seniman Grafiti Ingin Buat Tembok Jakarta Lebih Berwarna meski Aksinya Dicap Vandalisme

Seniman Grafiti Ingin Buat Tembok Jakarta Lebih Berwarna meski Aksinya Dicap Vandalisme

Megapolitan
Kunjungan Paus ke Indonesia Jadi yang Kali Ketiga Sepanjang Sejarah

Kunjungan Paus ke Indonesia Jadi yang Kali Ketiga Sepanjang Sejarah

Megapolitan
Kardinal Suharyo: Kunjungan Paus Penting, tapi Lebih Penting Mengikuti Teladannya

Kardinal Suharyo: Kunjungan Paus Penting, tapi Lebih Penting Mengikuti Teladannya

Megapolitan
Paus Fransiskus Akan Berkunjung ke Indonesia, Diagendakan Mampir ke Istiqlal hingga GBK

Paus Fransiskus Akan Berkunjung ke Indonesia, Diagendakan Mampir ke Istiqlal hingga GBK

Megapolitan
Warga Langsung Padati CFD Thamrin-Bundaran HI Usai Jakarta Marathon

Warga Langsung Padati CFD Thamrin-Bundaran HI Usai Jakarta Marathon

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com