Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Waspada! Penyalur Palsu Paksa PRT untuk Mencuri

Kompas.com - 28/10/2014, 17:31 WIB
Andri Donnal Putera

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com — Tidak hanya pembantu gadungan yang mencuri di rumah majikan, polisi juga telah mengungkap komplotan penyalur palsu yang memaksa pembantu rumah tangga untuk mencuri.

Anggota komplotan tersebut adalah Rohim, Bedun, dan Ci'um. Ketiga tersangka yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) ini pertama-tama mempekerjakan Nasekhatul Khasanah alias Seha (24) sebagai pembantu rumah tangga di rumah Rieny Marlina di kawasan Cempaka Raya, Sawah Barat, Jakarta Timur, pada 25 September 2014.

Seha yang dijanjikan bekerja sebagai pembantu pun mulai dibujuk oleh Rohim, satu dari tiga buron, untuk merencanakan pencurian di rumah tersebut. [Baca: Komplotan PRT Gadungan Beraksi dengan Perencanaan Matang]

Perempuan asal Pekalongan, Jawa Tengah, itu akhirnya terpaksa mengikuti perintah Rohim, lalu mulai mengamati kapan rumah Rieny kosong.

"Saya dipaksa. Kalau enggak mau, diancam mau dibunuh," kata Seha kepada Kompas.com, Selasa (28/10/2014). Pada 2 Oktober 2014, Rohim bersama Bedun dan dua orang lain yang sebelumnya sudah diajak pun datang ke rumah Rieny.

Dua orang itu adalah Mualimin alias Imin (22), suami dari Seha, dan Sumarno (49). Mereka berhasil masuk ke dalam rumah Rieny dan mencuri sebuah brankas di dalam kamar korban.

Brankas tersebut dibawa ke Depok untuk kemudian dibongkar oleh tersangka Sukiman alias Gimin atau Pakde (47) menggunakan linggis. Setelah brankas berhasil dibuka, para tersangka mengambil barang di dalamnya, yaitu perhiasan emas dengan total berat 1,5 kilogram.

Barang hasil curian dibawa oleh Rohim, Bedun, dan Pakde kepada penadah, Sumarto (36). "Pelaku berhasil membongkar brankas dengan nilai kerugian mencapai Rp 2 miliar," kata Direskrimum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Heru Pranoto.

Polisi telah menangkap lima tersangka yang bertugas sebagai pelaksana pencurian, yaitu Imin, Seha, Sumarno, Pakde, dan Sumarto.

Mereka dikenakan Pasal 363 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara dan Pasal 480 KUHP, maksimal empat tahun kurungan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Aktor Rio Reifan Ditangkap Lagi, Polisi Amankan Sabu, Ekstasi, dan Obat Keras

Aktor Rio Reifan Ditangkap Lagi, Polisi Amankan Sabu, Ekstasi, dan Obat Keras

Megapolitan
Marak Penjambretan di Sekitar JIS, Polisi Imbau Warga Tak Pakai Perhiasan Saat Bepergian

Marak Penjambretan di Sekitar JIS, Polisi Imbau Warga Tak Pakai Perhiasan Saat Bepergian

Megapolitan
Sudah 5 Kali Ditangkap Polisi, Rio Reifan Belum Lepas dari Jerat Narkoba

Sudah 5 Kali Ditangkap Polisi, Rio Reifan Belum Lepas dari Jerat Narkoba

Megapolitan
Marak Kasus Pemalakan Sopir Truk, Polisi Rutin Patroli

Marak Kasus Pemalakan Sopir Truk, Polisi Rutin Patroli

Megapolitan
Sopir Truk Dipalak Rp 200.000 di Kapuk Muara, Pelaku Masih Diburu Polisi

Sopir Truk Dipalak Rp 200.000 di Kapuk Muara, Pelaku Masih Diburu Polisi

Megapolitan
Pesinetron 'Tukang Bubur Naik Haji' Rio Reifan Positif Sabu

Pesinetron "Tukang Bubur Naik Haji" Rio Reifan Positif Sabu

Megapolitan
Aktor Rio Reifan Ditangkap Kelima Kalinya, Lagi-lagi Kasus Narkoba

Aktor Rio Reifan Ditangkap Kelima Kalinya, Lagi-lagi Kasus Narkoba

Megapolitan
Brigadir RAT Bunuh Diri, Sudah Tak di Manado Sejak 10 Maret karena Izin Kunjungi Kerabat

Brigadir RAT Bunuh Diri, Sudah Tak di Manado Sejak 10 Maret karena Izin Kunjungi Kerabat

Megapolitan
Rumah TKP Brigadir RAT Bunuh Diri Pernah Dimiliki Fahmi Idris, Lalu Kini Dihuni Bos Tambang

Rumah TKP Brigadir RAT Bunuh Diri Pernah Dimiliki Fahmi Idris, Lalu Kini Dihuni Bos Tambang

Megapolitan
Cara Daftar Online Urus KTP dan KK di Tangsel

Cara Daftar Online Urus KTP dan KK di Tangsel

Megapolitan
Preman Perusak Gerobak Bubur di Jatinegara adalah Warga Setempat

Preman Perusak Gerobak Bubur di Jatinegara adalah Warga Setempat

Megapolitan
Polisi Kantongi Identitas Preman Perusak Gerobak Bubur Pakai Celurit di Jatinegara

Polisi Kantongi Identitas Preman Perusak Gerobak Bubur Pakai Celurit di Jatinegara

Megapolitan
Preman Penghancur Gerobak Bubur di Jatinegara Masih Buron

Preman Penghancur Gerobak Bubur di Jatinegara Masih Buron

Megapolitan
Jambret Beraksi di Depan JIS, Salah Satu Pelaku Diduga Wanita

Jambret Beraksi di Depan JIS, Salah Satu Pelaku Diduga Wanita

Megapolitan
Kondisi Terkini TKP Brigadir RAT Bunuh Diri: Sepi dan Dijaga Polisi

Kondisi Terkini TKP Brigadir RAT Bunuh Diri: Sepi dan Dijaga Polisi

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com