Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Satu-satunya Cara Pengujian Takaran Bensin yang Benar

Kompas.com - 09/06/2016, 14:23 WIB
Nibras Nada Nailufar

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah kecolongan dalam kasus SPBU Rempoa, Pertamina pada Kamis (9/6/2016) siang mengungkapkan satu-satunya cara untuk memastikan takaran bensin sesuai dengan meteran yang ditunjukkan oleh dispenser.

Di SPBU Veteran, Unit Metrologi Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan DKI Jakarta, sebagai instansi yang bertanggung jawab melakukan pengawasan, menunjukkan cara untuk mengetahui takaran melalui alat uji bejana tera.

Di bejana itu terdapat meteran yang menunjukkan selisih antara volume yang seharusnya dengan yang keluar dari nozzle atau selang. Batas toleransi penyimpangan atau selisih adalah sebesar 0,5 persen dari total volume. Karena itu, jika diisi 20 liter, selisih maksimal adalah 100 mililiter.

"Satu nozzle tiga kali ditera, setelah itu diambil rata-ratanya untuk kemudian dikembalikan ke nol lagi (selisihnya)," kata Kepala Unit Metrologi Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan DKI Jakarta, Johan Taruma Jaya.

Hanya melalui cara ini dapat diketahui bahwa takaran berbeda. Johan mengatakan, secara kasatmata, mustahil mengetahui takaran tidak sesuai. Dalam kasus SPBU Rempoa, pengelola memasang sebuah alat pengendali takaran yang dapat dikendalikan dari jauh melalui sebuah remote control.

Johan kurang mengetahui cara kerja alat tersebut, tetapi menduga alat itu mengubah pulsa atau deposit bensin di tangki endap.

"Atau dia mengubah kecepatan sehingga meteran jalan terus, tetapi yang keluar tidak seharusnya," kata Johan.

Menurut Johan, alat itu sebesar korek api dan dipasang di dalam dispenser. Peneraan oleh pihaknya dilakukan secara berkala, tetapi terjadwal enam bulan sekali atau setahun sekali. Pihak SPBU juga dapat meminta dilakukan peneraan jika merasa takarannya kurang pas.

"Tanggung jawab kami besar karena ada nama kami di tiap nozzle, jadi kalau berbeda kami yang kena," kata Johan. (Baca: SPBU di Rempoa yang Curangi Takaran Sudah Lolos Audit dan Uji Tera)

Sementara itu, Senior Sales Executive Retail Pertamina Wilayah Jakarta Selatan Awan Raharjo menyatakan, pihaknya juga selalu melakukan pengecekan oleh auditor internal. Seorang mystery guest akan datang ke SPBU layaknya masyarakat biasa dan melakukan penilaian.

Jika dirasa tidak pas, mystery guest atau masyarakat dapat meminta pihak SPBU melakukan peneraan dengan bejana.

"Di Pertamina ada yang namanya kami melakukan monitoring secara berlapis. Pertama yang kami lakukan sebelum SPBU beroperasi setiap hari, harus ditera dengan alat ukur, ini internal, setiap SPBU punya," kata Awan. (Baca: Pemilik SPBU Curang di Rempoa Diduga Miliki Beberapa SPBU)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Rute KA Dharmawangsa, Tarif dan Jadwalnya 2024

Rute KA Dharmawangsa, Tarif dan Jadwalnya 2024

Megapolitan
Menyusuri Jalan yang Dilalui Para Korban Tragedi 12 Mei 1998...

Menyusuri Jalan yang Dilalui Para Korban Tragedi 12 Mei 1998...

Megapolitan
Sosok Dimas Aditya Korban Kecelakaan Bus Ciater Dikenal Tak Mudah Marah

Sosok Dimas Aditya Korban Kecelakaan Bus Ciater Dikenal Tak Mudah Marah

Megapolitan
Dua Truk TNI Disebut Menerobos CFD Jakarta, Ini Klarifikasi Kapendam Jaya

Dua Truk TNI Disebut Menerobos CFD Jakarta, Ini Klarifikasi Kapendam Jaya

Megapolitan
Diiringi Isak Tangis, 6 Korban Kecelakaan Bus Ciater Dimakamkan di TPU Parung Bingung

Diiringi Isak Tangis, 6 Korban Kecelakaan Bus Ciater Dimakamkan di TPU Parung Bingung

Megapolitan
Titik Terang Kasus Mayat Terbungkus Sarung di Pamulang: Terduga Pelaku Ditangkap, Identitas Korban Diketahui

Titik Terang Kasus Mayat Terbungkus Sarung di Pamulang: Terduga Pelaku Ditangkap, Identitas Korban Diketahui

Megapolitan
3 Pelajar SMK Lingga Kencana Korban Kecelakaan Bus Dishalatkan di Musala Al Kautsar Depok

3 Pelajar SMK Lingga Kencana Korban Kecelakaan Bus Dishalatkan di Musala Al Kautsar Depok

Megapolitan
Isak Tangis Iringi Kedatangan 3 Jenazah Korban Kecelakaan Bus Ciater: Enggak Nyangka, Pulang-pulang Meninggal...

Isak Tangis Iringi Kedatangan 3 Jenazah Korban Kecelakaan Bus Ciater: Enggak Nyangka, Pulang-pulang Meninggal...

Megapolitan
Terduga Pembunuh Pria Dalam Sarung di Pamulang Ditangkap

Terduga Pembunuh Pria Dalam Sarung di Pamulang Ditangkap

Megapolitan
Pemprov DKI Lepas Ratusan Jemaah Haji Kloter Pertama Asal Jakarta

Pemprov DKI Lepas Ratusan Jemaah Haji Kloter Pertama Asal Jakarta

Megapolitan
Pesan Terakhir Guru SMK Lingga Kencana Korban Kecelakaan Bus di Ciater Subang

Pesan Terakhir Guru SMK Lingga Kencana Korban Kecelakaan Bus di Ciater Subang

Megapolitan
Gratis Untuk Anak Pejuang Kanker, Begini Syarat Menginap di 'Rumah Anyo'

Gratis Untuk Anak Pejuang Kanker, Begini Syarat Menginap di 'Rumah Anyo'

Megapolitan
Gelar 'Napak Reformasi', Komnas Perempuan Ajak Masyarakat Mengingat Tragedi 12 Mei 1998

Gelar "Napak Reformasi", Komnas Perempuan Ajak Masyarakat Mengingat Tragedi 12 Mei 1998

Megapolitan
Jatuh Bangun Pinta Mendirikan 'Rumah Anyo' Demi Selamatkan Para Anak Pejuang Kanker

Jatuh Bangun Pinta Mendirikan 'Rumah Anyo' Demi Selamatkan Para Anak Pejuang Kanker

Megapolitan
Saat Epy Kusnandar Ditangkap karena Narkoba, Diam Seribu Bahasa

Saat Epy Kusnandar Ditangkap karena Narkoba, Diam Seribu Bahasa

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com