Salin Artikel

Cerita Korban Angin Puting Beliung di Bekasi, Dagangan Hancur dan Rumah Rusak

JAKARTA, KOMPAS.com - Angin puting beliung yang menerjang kawasan Marakas, Perumahan Pondok Ungu Permai Sektor 5 pada Jumat (23/10/2020) merusak sejumlah lapak pedagang dan permukiman warga.

Mimin (38) pedagang yang biasa berjualan di sekitar lokasi mengatakan, angin kencang berhembus tiba-tiba.

"Saya posisi lagi jaga warung, kejadian pukul 13.30 WIB kira-kira, dari jauh saya lihat sampah-sampah pada terbang ke atas, enggak lama kemudian tahu-tahu angin nyambar," kata Mimin.

Wanita yang sehari-hari berjualan kopi itu langsung panik, gerobak dagangan yang biasa diparkir di pinggir jalan sekuat tenaga ia genggam agar tak terbawa angin kencang.

"Anginnya mutar-mutar dekat sekitaran Kantor BRI, saya jualan kopi cuma waktu itu gerobaknya untung enggak kebawa angin karena dipegangin," ucapnya.

Angin puting beliung, menurut dia, berhembus cukup lama sekitar 10 menit dari pertama kali menerjang lokasi tempat ia berdagang.

Saat itu, terdapat beberapa pedagang yang bernasib serupa dengan dirinya bahkan beberapa gerobak terbalik dan rusak akibat ditejang angin.

Lucy (20) misalnya, pedagang gorengan yang berjualan di depan Kantor BRI Marakas tak bisa berbuat banyak ketika gerobaknya hancur terbalik.

"Saya posisi lagi di rumah (tidak jauh dari lokasi jualan), tiba angin kencang langsung keluar ke tempat suami dagang," kata Lucy.

Saat angin menerjang, suaminya berusaha menahan gerobak dagangan agar tidak terjatuh.

Namun, kekuatan angin puting beliung rupanya sangat kencang hingga gerobak beserta dagangannya terbalik.

"Suami nahan cuma enggak kuat, atap gerobaknya terbang ke jalan lama-lama roboh gerobaknya, sama pedagang lain juga tukang ayam banyak yang ada di lokasi ikut kebawa angin juga," terang Lucy.

Dua pedagang ini tinggal tidak jauh dari lokasi, tepatnya di rumah kontrakan yang berada di pinggir kali kawasan Marakas Sektor 5, Pondok Ungu Permai.

Tidak hanya dagangannya yang rusak, tempat tinggal mereka turut menjadi korban amukan angin puting beliung.

"Kalau rumah kondisinya juga rusak, asbesnya pada terbang tertiup angin, sudah enggak tertolong pokoknya," ungkap Mimin.

Di lokasi rumah kontrakan, ada sedikitnya sekitar 10 petak kamar yang semuanya mengalami kerusakan serupa.

"Semua ini kontrakan rusak, rata-rata kan pedagang yang tinggal di sini, jadi pas kejadian alhamdulillah enggak ada yang ketimpa genteng karena banyak yang lagi pada di luar juga," tuturnya. (YUSUF BACHTIAR)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul "Cerita Warga Korban Puting Beliung di Babelan Bekasi, Dagangan Hancur Hingga Rumah Rusak".

https://megapolitan.kompas.com/read/2020/10/25/07562301/cerita-korban-angin-puting-beliung-di-bekasi-dagangan-hancur-dan-rumah

Terkini Lainnya

Kekerasan Seksual terhadap Anak Naik 60 Persen, KPAI Ungkap Penyebabnya

Kekerasan Seksual terhadap Anak Naik 60 Persen, KPAI Ungkap Penyebabnya

Megapolitan
Gerindra Kantongi 7 Nama Kader Internal untuk Pilkada Tangsel, Tak Ada Komika Marshel Widianto

Gerindra Kantongi 7 Nama Kader Internal untuk Pilkada Tangsel, Tak Ada Komika Marshel Widianto

Megapolitan
Kaesang Dinilai Tak Cocok Jadi Cawalkot Bekasi karena Tak Lahir dan Besar di Bekasi

Kaesang Dinilai Tak Cocok Jadi Cawalkot Bekasi karena Tak Lahir dan Besar di Bekasi

Megapolitan
Gerindra Pastikan Bakal Usung Kader Internal pada Pilkada Tangsel 2024

Gerindra Pastikan Bakal Usung Kader Internal pada Pilkada Tangsel 2024

Megapolitan
Diisukan Maju Cawalkot Bekasi, Kaesang Disebut Butuh Panggung Politik buat Dongkrak Popularitas

Diisukan Maju Cawalkot Bekasi, Kaesang Disebut Butuh Panggung Politik buat Dongkrak Popularitas

Megapolitan
Zoe Levana Terjebak 4 Jam di Jalur Transjakarta, Bisa Keluar Setelah Bus Penuh Penumpang lalu Jalan

Zoe Levana Terjebak 4 Jam di Jalur Transjakarta, Bisa Keluar Setelah Bus Penuh Penumpang lalu Jalan

Megapolitan
Cibubur Garden Eat & Play: Harga Tiket Masuk, Wahana dan Jam Operasional Terbaru

Cibubur Garden Eat & Play: Harga Tiket Masuk, Wahana dan Jam Operasional Terbaru

Megapolitan
Fakta-fakta Komplotan Begal Casis Polri di Jakbar: Punya Peran Berbeda, Ada yang Bolak-balik Dipenjara

Fakta-fakta Komplotan Begal Casis Polri di Jakbar: Punya Peran Berbeda, Ada yang Bolak-balik Dipenjara

Megapolitan
Kecelakaan Beruntun di 'Flyover' Summarecon Bekasi, Polisi Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

Kecelakaan Beruntun di "Flyover" Summarecon Bekasi, Polisi Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

Megapolitan
Kekerasan Seksual yang Terulang di Keluarga dan Bayang-bayang Intimidasi

Kekerasan Seksual yang Terulang di Keluarga dan Bayang-bayang Intimidasi

Megapolitan
Kapolres Tangsel Ingatkan Warga Jaga Keamanan, Singgung Maraknya Curanmor dan Tawuran

Kapolres Tangsel Ingatkan Warga Jaga Keamanan, Singgung Maraknya Curanmor dan Tawuran

Megapolitan
Komika Marshel Widianto Jadi Kandidat Gerindra untuk Pilkada Tangsel 2024

Komika Marshel Widianto Jadi Kandidat Gerindra untuk Pilkada Tangsel 2024

Megapolitan
Babak Baru Konflik Kampung Bayam: Ketua Tani Dibebaskan, Warga Angkat Kaki dari Rusun

Babak Baru Konflik Kampung Bayam: Ketua Tani Dibebaskan, Warga Angkat Kaki dari Rusun

Megapolitan
Pengakuan Zoe Levana soal Video 'Tersangkut' di Jalur Transjakarta, Berujung Denda Rp 500.000

Pengakuan Zoe Levana soal Video "Tersangkut" di Jalur Transjakarta, Berujung Denda Rp 500.000

Megapolitan
Libur Panjang Waisak, Ganjil Genap di Jakarta Ditiadakan 23-24 Mei 2024

Libur Panjang Waisak, Ganjil Genap di Jakarta Ditiadakan 23-24 Mei 2024

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke