Salin Artikel

Penggugat Merek GoTo Bantah Tuduhan Ingin Hambat Bisnis Gojek dan Tokopedia

Kuasa Hukum PT TFT Alfons Loemau mengatakan, pernyataan kuasa hukum Gojek dan Tokopedia yang menyebut kliennya hanya ingin menghambat perkembangan bisnis merupakan tudingan tidak berdasar.

"Tidak sesuai fakta hukum. Lantaran dari kata-kata bohong tersebut kemudian investor percaya pada kondisi yang digambarkan oleh pihak Gojek dan Tokopedia," ujar Alfons, Selasa (16/11/2021).

Alfons mengklaim bahwa PT TFT merupakan pemilih sah merek GOTO pada kelas 42 dan terdaftar dengan sertifikat merek Nomor IDM000858218 sejak 10 Maret 2020.

Sedangkan perusahaan Gojek dan Tokopedia, kata dia, baru bergabung dan membentuk merek dagang GoTo yang mirip dengan produk PT TFT pada pertengahan 2021.

"Terlihat jelas bahwa apa yang disampaikan oleh pihak Gojek dan Tokopedia semata-mata hanyalah upaya tersebut menggiring opini," kata Alfons.

Menurut Alfons, Gojek dan Tokopedia justru berusaha mencari keuntungan dari tudingan terhadap kliennya, dan meyakinkan semua pihak bahwa merek dagang GoTo hanya milik dua perusahaan tersebut.

Alfons menegaskan bahwa kliennya siap melanjutkan proses hukum yang sudah bergulir untuk menyelesaikan permasalahan merek dagang tersebut.

"Untuk membenarkan dan menjustifikasi bahwa merek dagang GOTO adalah merupakan merek dagang yang diusung adanya merger perusahaan Gojek dan Tokopedia," ungkapnya.

Sebelumnya, Kuasa hukum GoTo, Juniver Girsang, mengatakan, kliennya mengambil langkah hukum karena PT TFT diduga hendak menghambat perkembangan bisnis GoTo.

"PT TFT dengan sengaja menggunakan hak atas merek GOTO di kelas barang/jasa Nomor 42 guna menghambat gerak maju dan terindikasi hendak mematikan langkah usaha klien kami," ujar Juniver dalam keterangannya, Rabu (10/11/2021).

Dugaan tersebut, kata Juniver, muncul karena PT TFT mengklaim sebagai satu-satu pihak yang berhak menggunakan merek GOTO.

Selain itu, perusahaan tersebut juga melarang Gojek dan Tokopedia untuk menggunakan merek GoTo ataupun GoTo Financial.

"Untuk diketahui publik, PT Aplikasi Karya Anak Bangsa telah memiliki hak penuh untuk menggunakan merek GoTo untuk kelas barang atau jasa Nomor 9, 36, dan 39," ungkap Juniver.

"Jadi, tidak benar bila ada pihak lain yang mengaku satu-satunya pemilik merek GOTO," ujar dia.

Untuk diketahui, Gojek dan Tokopedia dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas penggunaan merek dagang GoTo yang dinilai memiliki kesamaan dengan nama produk PT TFT.

Tak hanya melapor ke Polisi, PT Terbit Financial Technology juga telah melayangkan gugatan untuk Gojek serta Tokopedia ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Gugatan hak merek ini terdaftar sejak 2 November 2021 dengan nomor perkara 71/Pdt.Sus-HKI/Merek/2021/PN Niaga Jkt.Pst.

Alfons mengatakan, kliennya telah memilki hak paten atas merek GOTO yang terdaftar di Ditjen Hak Kekayaan Industrial Kemenkum HAM dengan nomor sertifikat IDM00085218 kelas 42.

"Bunyinya sama GoTo (singkatan) jadi Gojek Tokopedia, sedangkan PT Terbit memiliki hak paten atas merek GOTO tersebut. Pelafalannya sama," ujar Alfons di Mapolda Metro Jaya, Selasa (9/11/2021).

Hal yang membedakan, kata Alfons, hanya dari segi penulisan. Kliennya menggunakan huruf kapital, sedangkan terlapor tidak seluruhnya menggunakan huruf kapital.

https://megapolitan.kompas.com/read/2021/11/16/19090911/penggugat-merek-goto-bantah-tuduhan-ingin-hambat-bisnis-gojek-dan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengemudi yang Tabrak Pemotor hingga Tewas di MT Haryono Dituntut Biayai Pendidikan Anak Korban

Pengemudi yang Tabrak Pemotor hingga Tewas di MT Haryono Dituntut Biayai Pendidikan Anak Korban

Megapolitan
 P2TP2A Anjurkan Anak-anak Pelaku Bullying dan Kekerasan di Tangsel Jalani Konseling Psikologis

P2TP2A Anjurkan Anak-anak Pelaku Bullying dan Kekerasan di Tangsel Jalani Konseling Psikologis

Megapolitan
Dua Kali Jalani Layanan 'Trauma Healing', Kondisi Korban Kekerasan Anak di Tangsel Membaik

Dua Kali Jalani Layanan "Trauma Healing", Kondisi Korban Kekerasan Anak di Tangsel Membaik

Megapolitan
Seorang Wartawan Jadi Korban Tabrak Lari di Kuningan, Korban Alami Luka-luka

Seorang Wartawan Jadi Korban Tabrak Lari di Kuningan, Korban Alami Luka-luka

Megapolitan
Suami Istri Tewas dalam Kecelakaan di MT Haryono, Putrinya yang Berusia 2 Tahun Selamat

Suami Istri Tewas dalam Kecelakaan di MT Haryono, Putrinya yang Berusia 2 Tahun Selamat

Megapolitan
Diversi Kasus Bullying Anak di Serpong Gagal, Orangtua Korban Ingin Proses Hukum Berlanjut

Diversi Kasus Bullying Anak di Serpong Gagal, Orangtua Korban Ingin Proses Hukum Berlanjut

Megapolitan
Misa di Gereja Katedral Jakarta Sudah Dibuka untuk Umat Lintas Paroki

Misa di Gereja Katedral Jakarta Sudah Dibuka untuk Umat Lintas Paroki

Megapolitan
UPDATE 25 Mei 2022: Bertambah 7 Kasus, Pasien yang Dirawat karena Covid-19 di Tangerang Kini 57 Orang

UPDATE 25 Mei 2022: Bertambah 7 Kasus, Pasien yang Dirawat karena Covid-19 di Tangerang Kini 57 Orang

Megapolitan
Hari Kenaikan Isa Almasih, 1.300 Umat Ikuti Ibadah Misa Sesi Pertama di Gereja Katedral Jakarta

Hari Kenaikan Isa Almasih, 1.300 Umat Ikuti Ibadah Misa Sesi Pertama di Gereja Katedral Jakarta

Megapolitan
Kronologi Tabrakan Maut di Dekat Menara Saidah, Pengemudi Pajero Ngebut hingga Tabrak 7 Motor

Kronologi Tabrakan Maut di Dekat Menara Saidah, Pengemudi Pajero Ngebut hingga Tabrak 7 Motor

Megapolitan
Jelang Formula E di Jakarta: Panitia Siapkan 'Meet and Greet' di Monas, Bodi Mobil Sudah Tiba

Jelang Formula E di Jakarta: Panitia Siapkan "Meet and Greet" di Monas, Bodi Mobil Sudah Tiba

Megapolitan
Aksi Pasutri Cetak Rp 300 Juta Uang Palsu untuk Belanja ke Pasar, Harapkan Uang Kembalian

Aksi Pasutri Cetak Rp 300 Juta Uang Palsu untuk Belanja ke Pasar, Harapkan Uang Kembalian

Megapolitan
Link Live Streaming Misa Kenaikan Isa Almasih di Gereja Katedral Jakarta

Link Live Streaming Misa Kenaikan Isa Almasih di Gereja Katedral Jakarta

Megapolitan
UPDATE 25 Mei 2022: Tambah 10 Kasus Covid-19 di Tangsel, 7 Pasien Sembuh

UPDATE 25 Mei 2022: Tambah 10 Kasus Covid-19 di Tangsel, 7 Pasien Sembuh

Megapolitan
Tewasnya Preman di Tangan Pedagang Es Buah di Cikarang yang Kesal Gerobaknya Ditabrak

Tewasnya Preman di Tangan Pedagang Es Buah di Cikarang yang Kesal Gerobaknya Ditabrak

Megapolitan
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.