Kompas.com - 26/06/2013, 09:19 WIB
Pengemudi (pramudi atau sopir bus TransJakarta melintas di Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (30/4/2013). Pemprov DKI menyerukan kepada jasa operator bus Transjakarta untuk menyetarakan gaji pramudi bus yang saat ini terjadi ketimpangan antara satu koridor dengan koridor yang lain. Variasi gaji pramudi bus TransJakarta saat ini antara Rp 1,6 juta hingga Rp 4,5 juta tergantung kebijakan masing-masing operator. KOMPAS/LASTI KURNIAPengemudi (pramudi atau sopir bus TransJakarta melintas di Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (30/4/2013). Pemprov DKI menyerukan kepada jasa operator bus Transjakarta untuk menyetarakan gaji pramudi bus yang saat ini terjadi ketimpangan antara satu koridor dengan koridor yang lain. Variasi gaji pramudi bus TransJakarta saat ini antara Rp 1,6 juta hingga Rp 4,5 juta tergantung kebijakan masing-masing operator.
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi mengakibatkan kenaikan tarif angkutan perkotaan menjadi Rp 3.000 dan bus transjakarta Rp 5.000. Hal ini akan berdampak terhadap masyarakat yang pendapatannya rendah.

Dampaknya sangat menyusahkan rakyat kecil karena tidak hanya biaya transportasi yang naik, tapi harga sembako di pasar juga ikut naik. Apalagi, kenaikan tarif transportasi berlangsung pada saat menjelang bulan Ramadhan sehingga akan semakin memberatkan masyarakat, terutama yang berpenghasilan tidak tetap dan bekerja serabutan.

Demikian pula engan kenaikan tarif bus transjakarta dari Rp 3.500 menjadi Rp 5.000 yang terlalu tinggi jika dibandingkan dengan kenaikan tarif angkutan perkotaan hanya Rp 500 sampai Rp 1.000. Padahal, bus transjakarta dikelola oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Memang sangat terasa bagi masyarakat. Tapi, mungkin pemerintah melihat bus transjakarta untuk kelas menengah sehinggak kenaikannya tarifnya lebih tinggi dibandingkan angkit.

Dampak lain, menurut saya, adalah semakin banyaknya masyarakat yang memilih menggunakan sepeda motor sehingga akan menambah kemacetan di Jakarta. Masyarakat akan mencari jalan keluar untuk mengantisipasi kenaikan tarif angkutan perkotaan. Pasti masyarakat akan berhitung, jika lebih murah membeli sepeda motor dengan cara kredit, maka mereka akan beralih ke sepeda motor. Masyarakat akan kreatif mengantisipasi itu.

Kenaikan harga BBM bersubsidi juga akan berdampak pada gejala sosial seperti kriminalitas, kualitas gizi masyarakat, stres, dan kekacauan dalam rumah tangga. Sedangkan gizi masyarakat akan berkurang karena pola makan mereka akan diubah lebih irit.

Kalau tingkat stres, menurut saya, itu terpengaruh oleh penghasilan yang tidak cukup, sementara harga-harga sudah naik, mulai dari transportasi, sembako, dan kebutuhan lain. Tetapi ini tidak dibarengi dengan kenaikan gaji sehingga menyebabkan orang stres.

Adapun dampak pada keluarga, jika suami tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya, maka akan terjadi keretakan di dalam rumah tanggalanya. Bakal terjadi keributan antara suami istri, dan ini akan berdampak pada keharnmonisan keluarga. (Musni Umar, Sosiolog Universitas Syarif Hidayatullah)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    [POPULER JABODETABEK] Tender Formula E Dicurigai | Wakil Ketua DPRD Kompak Laporkan Ketua Dewan

    [POPULER JABODETABEK] Tender Formula E Dicurigai | Wakil Ketua DPRD Kompak Laporkan Ketua Dewan

    Megapolitan
    Keluarga Kakek 89 Tahun Korban Pengeroyokan Berharap Pelaku Lain Segera Ditangkap

    Keluarga Kakek 89 Tahun Korban Pengeroyokan Berharap Pelaku Lain Segera Ditangkap

    Megapolitan
    Bertambah 11 Kasus, Total 91 Orang Terpapar Omicron di Jakarta Selatan

    Bertambah 11 Kasus, Total 91 Orang Terpapar Omicron di Jakarta Selatan

    Megapolitan
    Digerebek Polisi, Pegawai Pinjol Ilegal Hanya Bisa Tertunduk dan Tutupi Wajah

    Digerebek Polisi, Pegawai Pinjol Ilegal Hanya Bisa Tertunduk dan Tutupi Wajah

    Megapolitan
    Ketua DPRD DKI Ingin Jakarta Tetap Jadi Daerah Khusus meski Ibu Kota Dipindah

    Ketua DPRD DKI Ingin Jakarta Tetap Jadi Daerah Khusus meski Ibu Kota Dipindah

    Megapolitan
    Ketua DPRD DKI Usul Sumur Resapan Jadi Tempat Beternak Lele

    Ketua DPRD DKI Usul Sumur Resapan Jadi Tempat Beternak Lele

    Megapolitan
    Pinjol Ilegal di PIK yang Digerebek Polisi Pekerjakan Anak di Bawah Umur

    Pinjol Ilegal di PIK yang Digerebek Polisi Pekerjakan Anak di Bawah Umur

    Megapolitan
    Wali Kota Tangerang Selatan Sebut Dua Penyebab Kasus Covid-19 Melonjak

    Wali Kota Tangerang Selatan Sebut Dua Penyebab Kasus Covid-19 Melonjak

    Megapolitan
    Kuasa Hukum Keluarga Kakek 89 Tahun Sebut Pengeroyokan Tak Terkait Kasus Sengketa Tanah

    Kuasa Hukum Keluarga Kakek 89 Tahun Sebut Pengeroyokan Tak Terkait Kasus Sengketa Tanah

    Megapolitan
    Datangi Polres Jakarta Timur, Keluarga Kakek Korban Pengeroyokan Minta Semua Pelaku Ditangkap

    Datangi Polres Jakarta Timur, Keluarga Kakek Korban Pengeroyokan Minta Semua Pelaku Ditangkap

    Megapolitan
    Kronologi Penyitaan 1.847 Pil Ekstasi dari Tiga Lokasi di Jakarta

    Kronologi Penyitaan 1.847 Pil Ekstasi dari Tiga Lokasi di Jakarta

    Megapolitan
    Polisi Sita 1.847 Pil Ekstasi dan 0,2 Gram Sabu, Harganya di Pasar Gelap Capai Rp 1 Miliar

    Polisi Sita 1.847 Pil Ekstasi dan 0,2 Gram Sabu, Harganya di Pasar Gelap Capai Rp 1 Miliar

    Megapolitan
    Pemkot Jaksel Gandeng Kota Kasablanka Gelar Vaksinasi 'Booster', Targetkan 1.000 Penerima Per Hari

    Pemkot Jaksel Gandeng Kota Kasablanka Gelar Vaksinasi "Booster", Targetkan 1.000 Penerima Per Hari

    Megapolitan
    Pengedar Ekstasi Diamankan di Jakarta Barat, Polisi Masih Cari Satu Pelaku Lain

    Pengedar Ekstasi Diamankan di Jakarta Barat, Polisi Masih Cari Satu Pelaku Lain

    Megapolitan
    Trotoar di Cilandak yang Sempat Dibongkar Sudah Diperbaiki

    Trotoar di Cilandak yang Sempat Dibongkar Sudah Diperbaiki

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.