Kompas.com - 02/07/2013, 17:29 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama Kompas.com/Kurnia Sari AzizaWakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama
|
EditorTjatur Wiharyo
JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tak bisa secara langsung mengendalikan harga kebutuhan pokok. Meski begitu, Pemprov DKI akan melakukan sejumlah langkah untuk mencegah harga sembilan bahan pokok (sembako) naik secara drastis.

"Kami belum bisa menangani secara langsung karena PD Pasar Jaya belum bisa menjalankan fungsi kontrol harga kebutuhan pokok di Jakarta," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di Balaikota Jakarta, Selasa (2/7/2013).

Harga bahan kebutuhan pokok naik setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi Juni lalu. Harga bahan kebutuhan pokok berpotensi meningkat menjelang Ramadhan dan Lebaran.

Salah satu langkah yang akan dilakukan Pemprov DKI untuk mengendalikan harga adalah mendistribusikan sembako langsung kepada pedagang melalui dua BUMD DKI, yaitu PT Food Station Tjipinang Jaya dan PD Pasar Jaya. Pemprov juga akan memantau ketersediaan dan harga jual sembako di tingkat pedagang.

Selain itu, Pemprov DKI juga berencana menjadikan Karawang dan Lampung penyedia sembako. Menurut Basuki, Pemprov DKI akan menugaskan Asisten Sekda Bidang Perekonomian DKI Hasan Basri untuk menjalankan rencana tersebut.

"Tapi belum bisa kami lakukan sekarang. Makanya, kami masih mau monitor dulu. Nanti kami tugasin Pak Hasan untuk teknisnya," kata mantan Anggota Komisi II DPR RI tersebut.

Sementara itu, Direktur Utama PD Pasar Jaya Djangga Lubis menjelaskan, PT Food Station Tjipinang Jaya akan memasok beras dan PD Pasar Jaya akan memasok bahan kebutuhan selain beras.

"Niatnya memang mau controlling harga pasar. Sampai sekarang kami terus mematangkan konsepnya," ungkap Djangga.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Belasan Kios di Terminal Senen Terbakar

    Belasan Kios di Terminal Senen Terbakar

    Megapolitan
    UPDATE: Tambah 11 Kasus di Tangsel, 120 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

    UPDATE: Tambah 11 Kasus di Tangsel, 120 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

    Megapolitan
    UPDATE: Tambah 19 Kasus di Kota Tangerang, 195 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

    UPDATE: Tambah 19 Kasus di Kota Tangerang, 195 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

    Megapolitan
    Fakta Pelajar Menjambret di Jagakarsa, Cari Korban untuk Bayar Hutang

    Fakta Pelajar Menjambret di Jagakarsa, Cari Korban untuk Bayar Hutang

    Megapolitan
    Kronologi Klaster Covid-19 di Perum Griya Melati Bogor, 25 Orang Terinfeksi

    Kronologi Klaster Covid-19 di Perum Griya Melati Bogor, 25 Orang Terinfeksi

    Megapolitan
    Lambatnya Polisi Usut Pemerkosaan dan Perdagangan Remaja yang Menjerat Anak Anggota DPRD Bekasi

    Lambatnya Polisi Usut Pemerkosaan dan Perdagangan Remaja yang Menjerat Anak Anggota DPRD Bekasi

    Megapolitan
    [POPULER JABODETABEK] Permintaan Maaf Wagub DKI soal Video Paduan Suara di Masjid Istiqlal | Permintaan Maaf JYC yang Gelar Paduan Suara di Masjid Istiqlal

    [POPULER JABODETABEK] Permintaan Maaf Wagub DKI soal Video Paduan Suara di Masjid Istiqlal | Permintaan Maaf JYC yang Gelar Paduan Suara di Masjid Istiqlal

    Megapolitan
    Usai Mudik, Satu Keluarga di Ciledug Kota Tangerang Positif Covid-19

    Usai Mudik, Satu Keluarga di Ciledug Kota Tangerang Positif Covid-19

    Megapolitan
    Wagub: TGUPP Bukan Penyebab ASN Tak Ikut Lelang Jabatan

    Wagub: TGUPP Bukan Penyebab ASN Tak Ikut Lelang Jabatan

    Megapolitan
    Depok Catat 126 Kasus Baru Covid-19 pada 18 Mei

    Depok Catat 126 Kasus Baru Covid-19 pada 18 Mei

    Megapolitan
    Sebuah Gudang Kabel Optik di Cipayung Terbakar

    Sebuah Gudang Kabel Optik di Cipayung Terbakar

    Megapolitan
    Hari Ini, 4 Perusahaan di Kota Tangerang Laksanakan Vaksinasi Gotong Royong

    Hari Ini, 4 Perusahaan di Kota Tangerang Laksanakan Vaksinasi Gotong Royong

    Megapolitan
    25 Warga di Perumahan Griya Melati Bogor Positif Covid-19

    25 Warga di Perumahan Griya Melati Bogor Positif Covid-19

    Megapolitan
    Petugas Dishub Bekasi Dikeroyok Anggota Ormas Saat Bertugas

    Petugas Dishub Bekasi Dikeroyok Anggota Ormas Saat Bertugas

    Megapolitan
    Selepas Lebaran, Kasus Covid-19 Kota Bogor Meningkat

    Selepas Lebaran, Kasus Covid-19 Kota Bogor Meningkat

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X