Jokowi: Saya Maunya Tarawih di Masjid Kampung

Kompas.com - 09/07/2013, 22:46 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyalami warga seusai menjalankan ibadah shalat tarawih di Masjid At Tawakkal di permukiman padat penduduk kawasan Menteng, Jakart Pusat, Selasa (9/7/2013) malam. KOMPAS.com/FABIANUS JANUARIUS KUWADOGubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyalami warga seusai menjalankan ibadah shalat tarawih di Masjid At Tawakkal di permukiman padat penduduk kawasan Menteng, Jakart Pusat, Selasa (9/7/2013) malam.
|
EditorTjatur Wiharyo

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Joko Widodo telah menunaikan tarawih pertama di Masjid At Tawakkal, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (9/7/2013). Namun, ia tak mengungkapkan masjid mana lagi yang akan dijadikannya tempat bertarawih selama Ramadhan ini.

"Pengurus masjid enggak ada yang tahu, enggak ada (jadwal), biar lebih surprise ke masyarakat," ujar Jokowi usai shalat tarawih di Masjid At Tawakkal, Selasa (9/7/2013).

Jokowi menjelaskan, ia menentukan masjid mana yang akan dikunjungi setidaknya tiga jam sebelum waktu shalat tarawih tanpa memikirkan keadaan masjid itu.

Saat mengunjungi Masjid At Tawakkal, misalnya, Jokowi mengaku tak tahu bahwa masjid itu belum selesai dibangun.


"Enggak ngerti masjidnya seperti apa. Pokoknya saya maunya masjid di kampung saja," lanjutnya.

Mengenai kunjungan ke Masjid At Tawakkal, Jokowi mengaku sempat berinteraksi dengan warga sekitar setelah shalat tarawih.

"Tadi ada keluhan satu, katanya (daerah ini) banjir kalau hujan besar. Ya nanti kita cek," lanjut Jokowi.

Jokowi pun berpesan supaya umat Muslim memakmurkan masjid dengan shalat dan bertarawih di sana tidak pada awal Ramadhan saja. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tukang Ojek Pangkalan yang Peras Penumpang hingga Ratusan Ribu Menyesali Perbuatannya

Tukang Ojek Pangkalan yang Peras Penumpang hingga Ratusan Ribu Menyesali Perbuatannya

Megapolitan
DPRD Bakal Libatkan KPK dalam Pemilihan Wagub DKI untuk Hilangkan Sentimen Politik Uang

DPRD Bakal Libatkan KPK dalam Pemilihan Wagub DKI untuk Hilangkan Sentimen Politik Uang

Megapolitan
Sandiaga Wanti-wanti Jangan Sampai Sirkuit Formula E Rusak Cagar Budaya Monas

Sandiaga Wanti-wanti Jangan Sampai Sirkuit Formula E Rusak Cagar Budaya Monas

Megapolitan
Kronologi Tiga Penumpang Ojek Pangkalan Terminal Kalideres Ditembak Tarif Rp 750.000

Kronologi Tiga Penumpang Ojek Pangkalan Terminal Kalideres Ditembak Tarif Rp 750.000

Megapolitan
Hanya Uji Coba, Aspal Sirkuit Formula E di Monas Bakal Dibongkar Lagi

Hanya Uji Coba, Aspal Sirkuit Formula E di Monas Bakal Dibongkar Lagi

Megapolitan
Sandiaga Sebut Kurangnya Sosialisasi Bikin Perpecahan Pandangan Formula E

Sandiaga Sebut Kurangnya Sosialisasi Bikin Perpecahan Pandangan Formula E

Megapolitan
Sebelum Bepergian dengan Ojek Pangkalan, Pastikan Hal Ini agar Tak Menyesal

Sebelum Bepergian dengan Ojek Pangkalan, Pastikan Hal Ini agar Tak Menyesal

Megapolitan
Bakal Sirkuit Balap Formula E di Monas Masuk Tahap Pengaspalan

Bakal Sirkuit Balap Formula E di Monas Masuk Tahap Pengaspalan

Megapolitan
Sandaga Uno Ajak Milenial Bikin Film untuk Majukan Ekonomi Kreatif

Sandaga Uno Ajak Milenial Bikin Film untuk Majukan Ekonomi Kreatif

Megapolitan
Tarif Ojek Malam Mahal, Pengemudi yang Beroperasi Siang Sepi Penumpang

Tarif Ojek Malam Mahal, Pengemudi yang Beroperasi Siang Sepi Penumpang

Megapolitan
Fraksi Demokrat Ajukan Diri untuk Jadi Ketua Panitia Pemilihan Wagub DKI

Fraksi Demokrat Ajukan Diri untuk Jadi Ketua Panitia Pemilihan Wagub DKI

Megapolitan
Awas, Begini Cara Tukang Ojek Malam Ucapkan Tarif untuk Kelabui Penumpang

Awas, Begini Cara Tukang Ojek Malam Ucapkan Tarif untuk Kelabui Penumpang

Megapolitan
Bank Sampah Kampung Koran, Menyemai Kader Penyelamat Lingkungan Mulai dari Kampung-kampung

Bank Sampah Kampung Koran, Menyemai Kader Penyelamat Lingkungan Mulai dari Kampung-kampung

Megapolitan
Bank Sampah Kampung Koran Mampu Reduksi 35 Ton Sampah DKI Jakarta

Bank Sampah Kampung Koran Mampu Reduksi 35 Ton Sampah DKI Jakarta

Megapolitan
Voting Tertutup Bikin PKS Yakin Dukungan Fraksi Bakal Beralih ke Cawagub DKI Nurmansjah

Voting Tertutup Bikin PKS Yakin Dukungan Fraksi Bakal Beralih ke Cawagub DKI Nurmansjah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X