Kompas.com - 10/07/2013, 14:57 WIB
|
EditorCaroline Damanik
Kompas.com/Robertus Belarminus Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto

JAKARTA, KOMPAS.com
 — Polda Metro Jaya menegaskan tidak akan mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) atas kasus pembunuhan Tito Kei. Meski kasus tersebut belum menemui titik terang dan sudah berbulan-bulan, pihak kepolisian tetap berkomitmen untuk mengungkap siapa pelaku pembunuhan adik dari John Kei tersebut.

"Kasus (pembunuhan Tito Kei) tidak akan di-SP3 karena kewajiban polisi untuk mengungkap. Kasus itu akan tetap jalan meskipun butuh waktu yang panjang. Batas kedarluwarsa suatu kasus 12 tahun," kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (10/7/2013).

Pemeriksaan terhadap pihak keluarga Tito Kei diharapkan mampu membantu kepolisian untuk mengungkapkan kasus tersebut. Hanya, polisi masih menunggu kesediaan dari pihak keluarga untuk dimintai keterangannya.

"Pihak keluarga juga jadi target penyidik untuk diperiksa. Kalau kita lewatkan dan (hanya) menggali keterangan saksi lainnya, dikhawatirkan keterangan malah jadi sumir," ujar Rikwanto.

Peristiwa penembakan yang menewaskan adik dari John Kei itu terjadi di warung rokok di Jalan Titian Indah Raya, RT 03 RW 11 Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Medan Satria, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (31/5/2013) sekitar pukul 20.00 WIB. Pemilik warung, Ratim (70), ikut tewas diterjang timah panas pelaku tak dikenal itu.

Tito ditembak ketika sedang bermain kartu domino bersama tiga temannya, yakni Gerry, Han, dan Petrus. Jenazah Tito Kei kemudian dibawa ke kampung halamannya di Tual, Maluku Tenggara, dan dimakamkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Korban Kebakaran Rumah Kos di Tambora Hangus, RS Polri: Jenazah Hampir Tak Dapat Dikenali

    Korban Kebakaran Rumah Kos di Tambora Hangus, RS Polri: Jenazah Hampir Tak Dapat Dikenali

    Megapolitan
    Lapas Bulak Kapal Masih Batasi Jumlah Kunjungan Keluarga Warga Binaan

    Lapas Bulak Kapal Masih Batasi Jumlah Kunjungan Keluarga Warga Binaan

    Megapolitan
    Berikut Lokasi Alaspadu dan Rumapadu, Hunian Warga Jakarta Kelas Ekonomi Menengah

    Berikut Lokasi Alaspadu dan Rumapadu, Hunian Warga Jakarta Kelas Ekonomi Menengah

    Megapolitan
    Komplotan Begal Sadis Akhirnya Tertangkap, Beraksi 13 Kali di Jakbar dan Tak Segan Bacok Korban yang Melawan

    Komplotan Begal Sadis Akhirnya Tertangkap, Beraksi 13 Kali di Jakbar dan Tak Segan Bacok Korban yang Melawan

    Megapolitan
    4 Korban Tewas dalam Kebakaran Rumah Kos di Tambora Terindentifikasi, Tersisa 2 Lagi

    4 Korban Tewas dalam Kebakaran Rumah Kos di Tambora Terindentifikasi, Tersisa 2 Lagi

    Megapolitan
    Saat Kobaran Api di Tambora Kembali Memakan Korban, 6 Penghuni Kos Tewas Diduga Terjebak

    Saat Kobaran Api di Tambora Kembali Memakan Korban, 6 Penghuni Kos Tewas Diduga Terjebak

    Megapolitan
    Anies Resmikan Alaspadu dan Rumapadu, Hunian untuk Warga Ekonomi Menengah di Jakarta

    Anies Resmikan Alaspadu dan Rumapadu, Hunian untuk Warga Ekonomi Menengah di Jakarta

    Megapolitan
    Diduga Melompat, Seorang Pria Ditemukan Tewas Tenggelam di Kali Angke Tangerang

    Diduga Melompat, Seorang Pria Ditemukan Tewas Tenggelam di Kali Angke Tangerang

    Megapolitan
    Mimpi Buruk Mahasiswa UI Jadi Korban Begal, Dibisiki 'Minta Duit' dari Belakang lalu Dibacok

    Mimpi Buruk Mahasiswa UI Jadi Korban Begal, Dibisiki "Minta Duit" dari Belakang lalu Dibacok

    Megapolitan
    Pengacara Keluarga Brigadir J Akan Laporkan Ferdy Sambo dan Istri atas Dugaan Pembunuhan Berencana hingga Pencurian

    Pengacara Keluarga Brigadir J Akan Laporkan Ferdy Sambo dan Istri atas Dugaan Pembunuhan Berencana hingga Pencurian

    Megapolitan
    Pengamat: Kapolda Metro Seharusnya Diperiksa soal Keterlibatan 4 Anggotanya dalam Kasus Brigadir J

    Pengamat: Kapolda Metro Seharusnya Diperiksa soal Keterlibatan 4 Anggotanya dalam Kasus Brigadir J

    Megapolitan
    Pria Kurus yang Telantar di Kolong Flyover Kebon Nanas Dikabarkan Meninggal Dunia

    Pria Kurus yang Telantar di Kolong Flyover Kebon Nanas Dikabarkan Meninggal Dunia

    Megapolitan
    UPDATE 18 Agustus 2022: Bertambah 157, Total Kasus Covid-19 di Tangerang 82.105

    UPDATE 18 Agustus 2022: Bertambah 157, Total Kasus Covid-19 di Tangerang 82.105

    Megapolitan
    Saat Lapangan Becek Tak Gentarkan Semangat Paskibra di Tangerang, 'Suatu Kebanggaan Bisa Selesaikan Tugas dengan Baik'

    Saat Lapangan Becek Tak Gentarkan Semangat Paskibra di Tangerang, "Suatu Kebanggaan Bisa Selesaikan Tugas dengan Baik"

    Megapolitan
    Ragam Komentar soal Kedai Kopi yang Dianggap Persempit Ruang Halte Harmoni

    Ragam Komentar soal Kedai Kopi yang Dianggap Persempit Ruang Halte Harmoni

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.