Kompas.com - 15/07/2013, 13:55 WIB
Sekitar seratus penumpang kereta api menumpuk di Stasiun Manggarai pada Jumat (12/4/2013) malam. Pembatalan jadwal keberangkatan yang diberitahukanmendadak menjadi penyebabnya. Kompas.com/SABRINA ASRILSekitar seratus penumpang kereta api menumpuk di Stasiun Manggarai pada Jumat (12/4/2013) malam. Pembatalan jadwal keberangkatan yang diberitahukanmendadak menjadi penyebabnya.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Prrovinsi DKI Jakarta dan PT KAI akan mengintegrasikan penggunaan kereta listrik dan bus transjakarta di stasiun-stasiun di Jakarta. Pada tahap awal, ada lima stasiun yang akan mengintegrasikan kedua moda transportasi tersebut.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sudah sempat mengadakan rapat dengan PT KAI membahas seputar integrasi bus transjakarta dan KRL Jabodetabek. Dalam rapat, selain membicarakan tiket, juga dibahas mengenai terminal dan stasiun yang nantinya akan disatukan.

"Sekitar dua minggu lalu, kami diundang rapat di Kantor Wagub sama Pak Ahok, saya mewakili Ka Daops I. Bahas soal integrasi stasiun sama terminal juga tiket," kata Kepala Humas PT KAI Daops I Sukendar Mulya saat dihubungi Kompas.com, Senin (15/7/2013).

Sukendar mengatakan, pertemuan antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT KAI Daops I merupakan pertemuan pertama dan masih dalam pembahasan awal. Dalam rapat itu, telah dirumuskan lima tempat yang nantinya akan diintegrasikan menjadi terminal dan stasiun. Lima stasiun itu adalah Jakarta Kota, Manggarai, Pasar Senen, Pasar Minggu, dan Tanjung Priok.

"Lima tempat itu untuk awal yang memang akan diintegrasikan karena letak terminal dan stasiunnya dekat," ujar Sukendar.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo beberapa hari lalu sempat melontarkan pernyataan bahwa dia merencanakan akan mengintegrasikan layanan bus transjakarta dengan KRL Jabodetabek. Integrasi antarmoda juga akan mencakup layanan monorel dan mass rapid transit (MRT) ketika kedua moda transportasi berbasis rel itu mulai beroperasi.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Beragam Pengetatan Aturan Keluar-Masuk Jakarta Jelang dan Usai Lebaran

Beragam Pengetatan Aturan Keluar-Masuk Jakarta Jelang dan Usai Lebaran

Megapolitan
Warga Johar Baru Sering Tawuran, Jembatan 'Disalahkan' dan Harus Ditutup

Warga Johar Baru Sering Tawuran, Jembatan "Disalahkan" dan Harus Ditutup

Megapolitan
Lokasi Tes Genose C19 di Jakarta sebagai Syarat Perjalanan

Lokasi Tes Genose C19 di Jakarta sebagai Syarat Perjalanan

Megapolitan
[Update 22 April]: Kasus Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 23 Pasien

[Update 22 April]: Kasus Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 23 Pasien

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Saat Mako Brimob Diserbu Tahanan Teroris: 5 Polisi dan 1 Napi Tewas

[POPULER JABODETABEK] Saat Mako Brimob Diserbu Tahanan Teroris: 5 Polisi dan 1 Napi Tewas

Megapolitan
Kabupaten Bekasi Catat 35 Kasus Baru Covid-19, Kamis Kemarin

Kabupaten Bekasi Catat 35 Kasus Baru Covid-19, Kamis Kemarin

Megapolitan
Sebuah Mobil Tabrak Pembatas Jalur Sepeda di Sudirman karena Gagal Menyalip

Sebuah Mobil Tabrak Pembatas Jalur Sepeda di Sudirman karena Gagal Menyalip

Megapolitan
KRI Nanggala Hilang Kontak, Keluarga di Depok Berharap Kolonel Harry Selamat

KRI Nanggala Hilang Kontak, Keluarga di Depok Berharap Kolonel Harry Selamat

Megapolitan
Kasus Aktif Covid-19 di Depok Naik Lagi Jadi 1.707 Pasien

Kasus Aktif Covid-19 di Depok Naik Lagi Jadi 1.707 Pasien

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Cerah Berawan

Megapolitan
8 Aturan Warga Jakarta yang Hendak Keluar Kota di Masa Pengetatan dan Larangan Mudik

8 Aturan Warga Jakarta yang Hendak Keluar Kota di Masa Pengetatan dan Larangan Mudik

Megapolitan
'Radhar Panca Dahana Itu 'Orang Gila', Pikirannya Gila, Visioner...'

"Radhar Panca Dahana Itu 'Orang Gila', Pikirannya Gila, Visioner..."

Megapolitan
Buntut Konten Tiktok Persalinan, Majelis Etik IDI Siapkan Fatwa Etika Bermedia Sosial untuk Dokter

Buntut Konten Tiktok Persalinan, Majelis Etik IDI Siapkan Fatwa Etika Bermedia Sosial untuk Dokter

Megapolitan
Teladan dari Radhar Panca Dahana, Tetap Gigih Menafkahi Keluarga meski Badan Sudah Ringkih

Teladan dari Radhar Panca Dahana, Tetap Gigih Menafkahi Keluarga meski Badan Sudah Ringkih

Megapolitan
Pesona Masjid Asmaul Husna, Rumah Ibadah Berselimut Kaligrafi Kufi di Tangerang...

Pesona Masjid Asmaul Husna, Rumah Ibadah Berselimut Kaligrafi Kufi di Tangerang...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X