PKL Bandel Lolos, Cuma Gerobak yang Dibawa ke Tempat Sidang

Kompas.com - 13/08/2013, 13:52 WIB
Gerobak-gerobak pedagang kaki lima (PKL) Tanah Abang diamankan di kantor Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2013). KOMPAS.com/Estu SuryowatiGerobak-gerobak pedagang kaki lima (PKL) Tanah Abang diamankan di kantor Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2013).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengadilan bagi pedagang kaki lima (PKL) yang masih nekat berjualan di jalan berjalan tidak sesuai harapan. Tak ada PKL yang tertangkap, hanya gerobaknya yang bisa dibawa ke Kelurahan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Seharusnya, PKL yang membandel itu disidang dan dijerat tindak pidana ringan, Senin (12/8/2013) kemarin. Bahkan, menurut petugas Kelurahan Kebon Kacang, Saiman, sudah ada hakim dan jaksa yang bersiap di tenda sidang.

Namun, ditunggu sejak pukul 08.00 hingga pukul 14.00, tak ada PKL yang tertangkap. Menurut Saiman, petugas Satpol PP hanya mengangkut belasan gerobak PKL dengan truk.

"Kalau pengadilan ini kan orang dagang ditangkap langsung sama gerobaknya. Tapi, kemarin itu cuma gerobak aja yang dibawa, enggak sama orangnya. Pada ngumpet kali," kata Saiman ditemui Kompas.com di kantornya, Selasa (13/8/2013).

Karena tak ada PKL yang tertangkap, sidang pun tak bisa berlangsung. Belasan gerobak itu akhirnya dibiarkan teronggok di halaman kantor kelurahan.

"Kata Pak Wali, Pak Saefullah, harus ditangkap sama orangnya. Jadi, kemarin belum ada yang diadili," ucap dia.

Rencananya, pengadilan terbuka tindak pidana ringan (tipiring) akan kembali digelar pada Kamis mendatang (15/8/2013).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fasilitasi Pasien Karantina, Rumah Lawan Covid-19 Siapkan Ruang Khusus Pencoblosan Pilkada Tangsel

Fasilitasi Pasien Karantina, Rumah Lawan Covid-19 Siapkan Ruang Khusus Pencoblosan Pilkada Tangsel

Megapolitan
124 Jiwa Mengungsi karena Kebakaran di Angke Selasa Sore

124 Jiwa Mengungsi karena Kebakaran di Angke Selasa Sore

Megapolitan
Viral Surat Hasil Swab Positif Covid-19, Rizieq Shihab Akui Sedang Isolasi Mandiri

Viral Surat Hasil Swab Positif Covid-19, Rizieq Shihab Akui Sedang Isolasi Mandiri

Megapolitan
Asrama Mahasiswa dan Pusat Studi Jepang UI Dibidik Jadi Tempat Isolasi OTG Covid-19 di Depok

Asrama Mahasiswa dan Pusat Studi Jepang UI Dibidik Jadi Tempat Isolasi OTG Covid-19 di Depok

Megapolitan
2 Kantong Parkir Disiapkan untuk Kendaraan Warga yang Terkena Banjir Pejagalan

2 Kantong Parkir Disiapkan untuk Kendaraan Warga yang Terkena Banjir Pejagalan

Megapolitan
Libur Akhir Tahun Dipangkas, Wali Kota Bekasi: Lebih Baik Diam di Rumah

Libur Akhir Tahun Dipangkas, Wali Kota Bekasi: Lebih Baik Diam di Rumah

Megapolitan
Jelang Pilkada 2020, Rumah Lawan Covid-19 Mulai Data Pasien Ber-KTP Tangsel

Jelang Pilkada 2020, Rumah Lawan Covid-19 Mulai Data Pasien Ber-KTP Tangsel

Megapolitan
Blok Makam Khusus Jenazah Covid-19 Muslim di di TPU Pondok Ranggon Penuh, Berikut Alternatifnya

Blok Makam Khusus Jenazah Covid-19 Muslim di di TPU Pondok Ranggon Penuh, Berikut Alternatifnya

Megapolitan
Saat Reuni 212, Rizieq Shihab Minta Maaf Telah Timbulkan Kerumunan

Saat Reuni 212, Rizieq Shihab Minta Maaf Telah Timbulkan Kerumunan

Megapolitan
Ridwan Kamil: Situ di Depok Jarang Termanfaatkan Maksimal

Ridwan Kamil: Situ di Depok Jarang Termanfaatkan Maksimal

Megapolitan
Pemilik Rumah di Kamar, Pencuri Nekat Ambil 2 Ponsel di Pejaten Barat

Pemilik Rumah di Kamar, Pencuri Nekat Ambil 2 Ponsel di Pejaten Barat

Megapolitan
Serang Lawan dengan Air Keras dan Celurit, Empat Pemuda Geng Garjok di Kedoya Ditangkap

Serang Lawan dengan Air Keras dan Celurit, Empat Pemuda Geng Garjok di Kedoya Ditangkap

Megapolitan
Ini Rekayasa Lalu Lintas Selama Uji Coba Underpass Senen Extension

Ini Rekayasa Lalu Lintas Selama Uji Coba Underpass Senen Extension

Megapolitan
Bayi Meninggal Saat Dibawa Mengemis di Kota Bekasi, Dinsos: Ibunya ODGJ

Bayi Meninggal Saat Dibawa Mengemis di Kota Bekasi, Dinsos: Ibunya ODGJ

Megapolitan
TPU Pondok Ranggon Hampir Penuh, Sudah 4.550 Jenazah Covid-19 Dimakamkan Selama Pandemi

TPU Pondok Ranggon Hampir Penuh, Sudah 4.550 Jenazah Covid-19 Dimakamkan Selama Pandemi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X