Kompas.com - 26/08/2013, 09:08 WIB
Pasangan gubernur dan wakil gubernur terpilih, Joko Widodo dan Basuki Tjahja Purnama didampingi gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan wakil gubernur Prijanto, hadir pada acara perkenalan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta terpilih masa bakti 2012-2017 dengan jajaran Pemprov DKI Jakarta di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (05/10/2012). WARTA KOTA / ANGGA BN Pasangan gubernur dan wakil gubernur terpilih, Joko Widodo dan Basuki Tjahja Purnama didampingi gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan wakil gubernur Prijanto, hadir pada acara perkenalan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta terpilih masa bakti 2012-2017 dengan jajaran Pemprov DKI Jakarta di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (05/10/2012).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Memerintah Jakarta selama lima tahun, 2007-2012, mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengingatkan bahwa dia juga berperan membangun Jakarta. Salah satunya membangun Rusun Marunda dan Muara Baru.

"Muara Baru saya yang mulai. Marunda juga saya yang mulai sama Bang Yos (Sutiyoso)," kata pria yang akrab disapa Foke tersebut, saat halalbihalal dan silaturahim Idul Fitri di rumahnya, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (25/8/2013).

Menurut Foke, Pemprov DKI Jakarta perlu menghitung kemampuan financing untuk berkontribusi dalam penggunaan kedua rusun tersebut yang digunakan untuk relokasi warga Waduk Pluit. "Sebelum kerja, hitung dulu," cetusnya.

Meski begitu, Foke mengakui bahwa dirinya tidak mengetahui biaya pembangunan kedua rusun tersebut. "Saya enggak tahu, yang ngitung bukan saya," kata dia lagi.

Foke juga mengingatkan bahwa dia pernah menertibkan kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat. Hanya saja, tidak terekspos seperti kala Gubernur DKI Jakarta saat ini, Joko Widodo, membenahi PKL Tanah Abang.

"Diberitakan juga atau tidak, saya lupa itu. Tapi sudahlah, yang lalu enggak apa-apa," ujarnya.

Menurut Foke, sangat sulit merelokasi para PKL ke tempat yang telah disediakan. Upaya komunikasi dengan para PKL kerap buntu. Bahkan, Foke menceritakan, saat ia berkomunikasi dengan para pedagang, tak sedikit pedagang yang membujuk Foke untuk memindahkan kendaraan pribadi dan mereka tetap diperbolehkan berdagang di jalan.

Pengalamannya itu merupakan bukti sangat sulitnya menata para PKL. Padahal, peraturan dengan tegas menjelaskan fungsi-fungsi jalan dan pasar masing-masing. Oleh sebab itu, ia mendukung pengembalian jalan ke fungsinya.
 
"Artinya jalanan memang bukan tempat dagang. Kalau jalan, fungsinya ya jalanan," cetus Foke.

Foke ingatkan Jokowi

Pada saat halalbihalal itu, pria berkumis tersebut juga mengingatkan Jokowi dan warga kota metropolitan bahwa Jakarta merupakan salah satu kota yang diprediksi akan tenggelam akibat pemanasan iklim global. Menurut dia, sumber berita terkait pemanasan iklim itu merupakan sumber yang jelas. Jakarta ada di posisi 11 dari 20 kota yang diprediksi akan tenggelam.

"Ini harus jadi perhatian bukan hanya oleh pemerintah, tapi juga warganya," ujar Foke mengingatkan.

Foke menjelaskan, dalam suasana demokrasi seperti sekarang, semua pihak dapat menyampaikan saran dan informasi penting kepada pihak pemerintah. Terlebih, hal itu dianggap penting bagi masa depan di kota DKI Jakarta.

Oleh sebab itu, menurut dia, pemerintah harus konsisten dalam upaya memecahkan masalah. Tidak dalam hari-hari dan bulan-bulan ini saja, tetapi berkesinambungan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 Melonjak, Ini Daftar 21 Rumah Sakit Rujukan di Depok

Kasus Covid-19 Melonjak, Ini Daftar 21 Rumah Sakit Rujukan di Depok

Megapolitan
Ruko di Cengkareng Kebakaran, 70 Personel Berupaya Padamkan Api

Ruko di Cengkareng Kebakaran, 70 Personel Berupaya Padamkan Api

Megapolitan
Polisi Minta Pedagang Tak Takut Melaporkan Pungli di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang

Polisi Minta Pedagang Tak Takut Melaporkan Pungli di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang

Megapolitan
Pedagang di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang Kerap Ditarik Pungli oleh Preman

Pedagang di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang Kerap Ditarik Pungli oleh Preman

Megapolitan
Pungli di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang, PKL Diminta Rp 5.000 Tiap Malam Minggu

Pungli di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang, PKL Diminta Rp 5.000 Tiap Malam Minggu

Megapolitan
Dinkes DKI Imbau Pasien Covid-19 Bergejala Ringan Tak Perlu ke Rumah Sakit

Dinkes DKI Imbau Pasien Covid-19 Bergejala Ringan Tak Perlu ke Rumah Sakit

Megapolitan
Anies Sebut Pemindahan Ibu Kota Tak Akan Atasi Kemacetan Jakarta

Anies Sebut Pemindahan Ibu Kota Tak Akan Atasi Kemacetan Jakarta

Megapolitan
International Youth Championship di JIS Akan Digelar Tanpa Penonton

International Youth Championship di JIS Akan Digelar Tanpa Penonton

Megapolitan
Jakpro Pastikan International Youth Championship Digelar 5 Februari 2022

Jakpro Pastikan International Youth Championship Digelar 5 Februari 2022

Megapolitan
Pasien Covid-19 di RS Polri Melonjak 45 Persen dalam Sepekan Terakhir

Pasien Covid-19 di RS Polri Melonjak 45 Persen dalam Sepekan Terakhir

Megapolitan
Lanjutan Kasus Pencemaran Nama Baik Anak Ahok, Ayu Thalia Tidak Ditahan Usai 5 Jam Pemeriksaan

Lanjutan Kasus Pencemaran Nama Baik Anak Ahok, Ayu Thalia Tidak Ditahan Usai 5 Jam Pemeriksaan

Megapolitan
Muatan Tanah dari Truk Tumpah di Simpang Cengkareng, Petugas Bersihkan hingga 2,5 Jam

Muatan Tanah dari Truk Tumpah di Simpang Cengkareng, Petugas Bersihkan hingga 2,5 Jam

Megapolitan
Pemuda di Jatiwaringin Tewas Disekap dengan Tali dan Lakban yang Dibeli Sendiri

Pemuda di Jatiwaringin Tewas Disekap dengan Tali dan Lakban yang Dibeli Sendiri

Megapolitan
7 Siswa SD Ditangkap Saat Hendak Tawuran, Polisi Sebut Ikut-ikutan Anak SMP

7 Siswa SD Ditangkap Saat Hendak Tawuran, Polisi Sebut Ikut-ikutan Anak SMP

Megapolitan
Penyebab Kematian Pemuda di Jatiwaringin Bekasi Terungkap, Aliran Napas Tertutup Saat Disekap

Penyebab Kematian Pemuda di Jatiwaringin Bekasi Terungkap, Aliran Napas Tertutup Saat Disekap

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.