Kompas.com - 27/08/2013, 21:51 WIB
Guna Jaya selaku alih waris Adam Malik berbicara kepada wartawan, Selasa (27/8/2013). Ia mengklaim kepemilihan tanah seluas 2,1 hektar di sekitar Waduk Ria Rio, Kampung Pedongkelan, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur. KOMPAS.com/ROBERTUS BELARMINUSGuna Jaya selaku alih waris Adam Malik berbicara kepada wartawan, Selasa (27/8/2013). Ia mengklaim kepemilihan tanah seluas 2,1 hektar di sekitar Waduk Ria Rio, Kampung Pedongkelan, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com — Warga yang mengklaim sebagai ahli waris mantan Wakil Presiden RI, Adam Malik, mengaku memiliki lahan seluas 2,1 hektar di Waduk Ria Rio. Lahan tersebut diklaim berada di sebuah lapangan dan juga beberapa RT di kawasan tersebut.

"Kami mau tegaskan, lahan di Jalan Perintis Kemerdekaan itu milik kami. Kita klaim 2,1 hektar, yang kita miliki," kata Guna Jaya, cucu dari ahli waris Adam Malik, kepada wartawan di Pos RW 15, Waduk Ria Rio, Kampung Pedongkelan, Kelurahan Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (27/8/2013).

Guna Jaya mengatakan, lahan tersebut terletak di RT 02, 04, 05, 06, 07 di RW 15. Ia juga mengklaim sebuah lapangan tanah merah di kawasan itu sebagai milik ahli waris. Guna mengatakan, klaim kepemilikan lahan tersebut berdasar girik C342 Blok S II dan Eigendom Verponding 5725. Dengan berdasar girik tersebut, ia pernah menggugat PT Pulomas Jaya hingga tingkat Mahkamah Agung pada 2002.

"Kita pernah gugat perdata sampai tingkat PK (peninjauan kembali). Ternyata baik penggugat maupun tergugat tidak terdapat perintah penghukuman yang harus dilaksanakan," ujar Guna.

Berdasarkan putusan tersebut, ia menyadari terdapat kekeliruan dalam penggunaan girik sebagai alas hukum kepemilikan tanah. Seharusnya, kata Guna, proses untuk wilayah Pedongkelan saat itu harus menggunakan Eigendom Verponding nomor 5725.

"Setelah kami menemukan Verponding nomor 5725, kita pengecekan ulang kepada BPN (Badan Pertanahan Negara). Ternyata berdasarkan surat obyek tanah yang ada, itu sudah lama kami kuasai bersama warga," ujar Guna.

Atas dasar tersebut, dua tahun kemudian atau pada 2004, ahli waris berupaya melakukan penggambilan fisik atas klaim pemilikan lahan mereka di lokasi dengan memasangkan plang papan nama. Namun, atas perbuatan itu, mereka dilaporkan PT Pulomas Jaya ke Polres Jakarta Timur atas tuduhan penyerobotan tanah. "Yang menjadi tersangkanya Ibu Nelly Adam Malik," ujar Guna. Nelly Adam Malik adalah istri almarhum Adam Malik. Nelly telah meninggal dunia pada Maret 2007.

Guna mengatakan, kepolisian kemudian melakukan penyelidikan dengan memanggil saksi dari PT Pulomas Jaya dan juga saksi lain dari BPN Kanwil DKI Jakarta. "Ternyata BPN Kanwil DKI menemukan alat hak yang digunakan PT Pulomas, yaitu HGB (hak guna bangunan) nomor 2, itu tidak ada di lahan ini," ujar Guna.

Atas temuan itu, Polres Metro Jakarta Timur mengeluarkan surat perintah pemberhentian penyidikan atau SP3 tanggal 19 Juni 2007. PT Pulomas Jaya juga disebutnya tidak menggunakan hak praperadilan sehingga SP3 tersebut dinilai sudah sesuai dengan prosedur hukum. "Artinya tuduhan keluarga Adam Malik menyerobot tanah tidak benar," ujarnya.

Ia menuding, surat HGB nomor 2 itu justru digunakan PT Pulomas Jaya untuk melakukan penggusuran di lokasi. Menurutnya, HGB 02 yang disebut PT Pulomas Jaya justru berada di belakang waduk di Jalan Pulomas Utara dan hal itu sudah diukur oleh BPN.

Guna mengatakan akan berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk menyelesaikan masalah tersebut. Upaya itu menurutnya akan dilakukan pada Minggu ini. "Apa pun keputusannya, nanti kami mengikuti apa yang terbaik. Tapi hal itu belum bisa kami jawab sekarang karena harus berkoordinasi dengan Pemda DKI dulu," ujar Guna.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diburu Setelah Serang Seorang Balita, Monyet Liar di Palmerah Ditangkap Warga

Diburu Setelah Serang Seorang Balita, Monyet Liar di Palmerah Ditangkap Warga

Megapolitan
Hotel di Menteng Dijaga Ketat TNI-Polri usai Puluhan Tamu Warga India Diduga Bikin Ricuh

Hotel di Menteng Dijaga Ketat TNI-Polri usai Puluhan Tamu Warga India Diduga Bikin Ricuh

Megapolitan
Tertimpa Pohon Tumbang di Kuningan Jaksel, Mobil Penyok, Pejalan Kaki Luka-luka

Tertimpa Pohon Tumbang di Kuningan Jaksel, Mobil Penyok, Pejalan Kaki Luka-luka

Megapolitan
Polresta Bogor Koordinasi dengan Polda Jabar soal Titik-titik Penyekatan Saat Masa Larangan Mudik

Polresta Bogor Koordinasi dengan Polda Jabar soal Titik-titik Penyekatan Saat Masa Larangan Mudik

Megapolitan
454 WN India Masuk ke Indonesia lewat Bandara Soekarno-Hatta pada 11-22 April 2021

454 WN India Masuk ke Indonesia lewat Bandara Soekarno-Hatta pada 11-22 April 2021

Megapolitan
Penginapan di Tebet Jadi Tempat Prostitusi Anak, Plt Wali Kota: Bisa Disegel Satpol PP

Penginapan di Tebet Jadi Tempat Prostitusi Anak, Plt Wali Kota: Bisa Disegel Satpol PP

Megapolitan
Pengemudi Porsche Masuk Jalur Transjakarta di Kebayoran Lama, Polisi Cek Kamera ETLE

Pengemudi Porsche Masuk Jalur Transjakarta di Kebayoran Lama, Polisi Cek Kamera ETLE

Megapolitan
Kasus Prostitusi Online Anak di Tebet, Polisi Dalami Keterlibatan Pemilik Penginapan

Kasus Prostitusi Online Anak di Tebet, Polisi Dalami Keterlibatan Pemilik Penginapan

Megapolitan
Mayat Ditemukan Membusuk di Cideng, Kondisi Setengah Bugil dan Luka Bakar

Mayat Ditemukan Membusuk di Cideng, Kondisi Setengah Bugil dan Luka Bakar

Megapolitan
PT KAI Sebut Tak Ada Lonjakan Penumpang di Stasiun Senen dan Gambir

PT KAI Sebut Tak Ada Lonjakan Penumpang di Stasiun Senen dan Gambir

Megapolitan
Diduga Hilang Kendali, Pengemudi Mobil BMW Tabrak Pemotor di Sudirman

Diduga Hilang Kendali, Pengemudi Mobil BMW Tabrak Pemotor di Sudirman

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Usul SPBU Ditutup untuk Cegah Pemudik Nekat

Ketua DPRD DKI Usul SPBU Ditutup untuk Cegah Pemudik Nekat

Megapolitan
Polisi Tetapkan 7 Muncikari Prostisusi Online Anak di Tebet sebagai Tersangka

Polisi Tetapkan 7 Muncikari Prostisusi Online Anak di Tebet sebagai Tersangka

Megapolitan
KTT ASEAN di Jakarta, Kapolda Metro: 4.382 Personel Polri Amankan 51 Titik

KTT ASEAN di Jakarta, Kapolda Metro: 4.382 Personel Polri Amankan 51 Titik

Megapolitan
Aki Truk Sampah Digondol Maling, Sudin Lingkungan Hidup Jakbar Lapor Polisi

Aki Truk Sampah Digondol Maling, Sudin Lingkungan Hidup Jakbar Lapor Polisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X