Kompas.com - 30/08/2013, 08:43 WIB
Eceng gondok tampak menutupi Waduk Ria Rio di Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, Senin (19/8/2013), yang akan dinormalisasi seperti Waduk Pluit, Jakarta Utara. KOMPAS.com/Robertus BelarminusEceng gondok tampak menutupi Waduk Ria Rio di Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, Senin (19/8/2013), yang akan dinormalisasi seperti Waduk Pluit, Jakarta Utara.
EditorAna Shofiana Syatiri

 


JAKARTA, KOMPAS.com — 
Permukaan sejumlah waduk di Jakarta Utara dipenuhi eceng gondok dan sampah. Selain dikeluhkan warga karena berbau busuk, keberadaan sampah dikhawatirkan mengganggu instalasi pompa, seperti pernah terjadi di rumah pompa Ancol Timur.

Berdasarkan pantauan Kompas, Kamis (29/8), eceng gondok (Eichhornia crassipes) terlihat memenuhi sisi utara dan timur Waduk Sunter Barat dan pinggiran Waduk Sunter Utara di Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Di Waduk Sunter Barat, eceng gondok lebih banyak menumpuk di sisi barat waduk di Jalan Danau Sunter Selatan itu dan dekat dengan rumah pompa di Jalan Sunter Jaya.

Tumbuhan air apung ini juga memenuhi Waduk Teluk Gong di Pejagalan, Kecamatan Penjaringan. Aparat dan warga telah dua kali membersihkannya dalam dua bulan terakhir, tetapi eceng gondok tumbuh cepat.

Keberadaan eceng gondok ini juga mempercepat hilangnya air melalui penguapan daun. Selain itu, tumbuhan ini juga menurunkan tingkat kelarutan oksigen dalam air (dissolved oxygen) dan jumlah cahaya yang masuk ke dalam air.

Risiko lain, eceng gondok yang mati akan turun ke dasar air sehingga mempercepat pendangkalan. Kondisi ini terjadi di banyak perairan umum di Indonesia sehingga menurunkan fungsinya sebagai penampung air dan pengendali banjir.

Dodo (30) dan sejumlah warga Rawabadak Selatan, Kecamatan Koja, menuturkan, sampah berupa plastik, styrofoam, dan limbah rumah tangga lain memenuhi sisi selatan Waduk Rawabadak sejak pertengahan Juli 2013.

Kondisi itu mengganggu warga di sekitar Waduk Rawabadak. Selain bau busuk yang terbawa angin ke permukiman, tumpukan sampah memicu perkembangbiakan lalat dan nyamuk. Sampah juga menutup pintu penyaring sampah sehingga menghambat aliran air dari permukiman.

Menurut Kepala Seksi Pemeliharaan Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Utara Kuryatna Atmadja, warga dan petugas sudah kewalahan mengatasi eceng gondok karena pertumbuhannya sangat cepat.

Kondisi itu juga telah disampaikan kepada Dinas Kebersihan DKI Jakarta untuk pengerukan. "Dalam beberapa hari ini, eceng gondok dan sampah akan diangkat dengan alat berat. Khusus Waduk Teluk Gong akan dikeruk endapannya," ujarnya. (MKN)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

18 Titik Banjir di Kecamatan Benda, Pemkot Tangerang Sebut Drainase Tol JORR II Tak Memadai

18 Titik Banjir di Kecamatan Benda, Pemkot Tangerang Sebut Drainase Tol JORR II Tak Memadai

Megapolitan
Titik Banjir di Jakarta Bertambah Jadi 47 RT, Terbanyak di Jakarta Barat

Titik Banjir di Jakarta Bertambah Jadi 47 RT, Terbanyak di Jakarta Barat

Megapolitan
Pembongkaran Trotoar di Cilandak Diduga Libatkan Oknum PNS

Pembongkaran Trotoar di Cilandak Diduga Libatkan Oknum PNS

Megapolitan
197 Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Baru Kembali dari Lima Negara Ini

197 Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Baru Kembali dari Lima Negara Ini

Megapolitan
Disdik DKI Sebut Ada Sekolah di Jakarta yang Tolak Dites Pelacakan Covid-19

Disdik DKI Sebut Ada Sekolah di Jakarta yang Tolak Dites Pelacakan Covid-19

Megapolitan
46 RT dan 5 Ruas Jalan Tergenang Banjir di Jakarta Barat Hingga Selasa Sore

46 RT dan 5 Ruas Jalan Tergenang Banjir di Jakarta Barat Hingga Selasa Sore

Megapolitan
Yusuf Mansur Bicara Nilai Sedekah saat Tawarkan Investasi Tabung Tanah

Yusuf Mansur Bicara Nilai Sedekah saat Tawarkan Investasi Tabung Tanah

Megapolitan
Yusuf Mansur Disebut Tawarkan Investasi Tabung Tanah saat Pengajian

Yusuf Mansur Disebut Tawarkan Investasi Tabung Tanah saat Pengajian

Megapolitan
Kriminolog Sebut Penagihan oleh Rentenir Cenderung Timbulkan Kekerasan, Bagaimana Mengatasinya?

Kriminolog Sebut Penagihan oleh Rentenir Cenderung Timbulkan Kekerasan, Bagaimana Mengatasinya?

Megapolitan
Artis FTV Jadi Korban Pengeroyokan di Tempat Hiburan Malam di Bogor

Artis FTV Jadi Korban Pengeroyokan di Tempat Hiburan Malam di Bogor

Megapolitan
Pemkot Jaktim Akan Menata Trotoar di Depan RS UKI Setelah PKL Direlokasi

Pemkot Jaktim Akan Menata Trotoar di Depan RS UKI Setelah PKL Direlokasi

Megapolitan
Diperiksa Terkait Laporan Luhut, Haris Azhar dan Fatia Dimintai Keterangan Soal Akun Youtube

Diperiksa Terkait Laporan Luhut, Haris Azhar dan Fatia Dimintai Keterangan Soal Akun Youtube

Megapolitan
Akibat Hujan Deras Hari Ini, Ada 8 Titik Banjir di Jakarta Pusat

Akibat Hujan Deras Hari Ini, Ada 8 Titik Banjir di Jakarta Pusat

Megapolitan
Gugat Yusuf Mansur, 3 Pekerja Migran Tak Pernah Terima Bagi Hasil Program Tabung Tanah yang Dijanjikan

Gugat Yusuf Mansur, 3 Pekerja Migran Tak Pernah Terima Bagi Hasil Program Tabung Tanah yang Dijanjikan

Megapolitan
UPDATE 18 Januari: 856 Kasus Omicron di Jakarta, Kasus Aktif Covid-19 Capai 4.297

UPDATE 18 Januari: 856 Kasus Omicron di Jakarta, Kasus Aktif Covid-19 Capai 4.297

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.