Kompas.com - 03/09/2013, 06:59 WIB
ILUSTRASI - Petugas berjaga di landasan parkir yang dihuni pesawat asing, di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Minggu (26/5/2013). Untuk menjadikan Soekarno-Hatta sebagai bandara kelas dunia PT Angkasa Pura (AP) II akan membangun fasilitas baru yaitu stasiun kereta bandara, Mass Rapid Transit (MRT) di seputaran bandara, dan perluasan terminal, serta parkir pesawat di Terminal 3. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA ILUSTRASI - Petugas berjaga di landasan parkir yang dihuni pesawat asing, di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Minggu (26/5/2013). Untuk menjadikan Soekarno-Hatta sebagai bandara kelas dunia PT Angkasa Pura (AP) II akan membangun fasilitas baru yaitu stasiun kereta bandara, Mass Rapid Transit (MRT) di seputaran bandara, dan perluasan terminal, serta parkir pesawat di Terminal 3.
EditorLaksono Hari Wiwoho
JAKARTA, KOMPAS.com- Pengoperasian proyek kereta Bandara Soekarno-Hatta diperkirakan akan mundur dari rencana awal. Hal ini disebabkan desain infrastruktur kereta bandara masih menunggu desain rel layang jalur lingkar luar Jakarta yang akan dibangun pemerintah agar bisa terintegrasi.

Rencana awal, kereta bandara dari Stasiun Manggarai ke Bandara Soekarno-Hatta akan beroperasi pertengahan tahun 2014.

”Sampai saat ini, kami belum tahu desain rel layang ini seperti apa. Kami juga belum pernah diajak bicara tentang rencana rel layang. Karena mendengar ada rencana pembangunan rel layang, kami terpaksa menunda sejumlah kegiatan terkait penyelesaian pembangunan kereta bandara,” kata Direktur Utama PT KAI Ignasius Jonan, Senin (2/9/2013).

Penundaan itu, antara lain, meliputi lelang pembangunan sejumlah stasiun yang akan dilewati kereta bandara, yakni Manggarai, Sudirman, Tanah Abang, dan Duri.

Pembangunan stasiun, menurut Jonan, belum bisa dilakukan sebelum ada desain yang jelas tentang rencana rel layang ini. Jika tidak, desain stasiun yang akan dibangun oleh KAI harus dirombak lagi.

Penugasan kepada PT KAI untuk membangun sarana dan prasarana kereta bandara ini diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2011. Saat Perpres ini diterbitkan, menurut Jonan, belum ada rencana pembangunan rel layang di jalur lingkar. Karena itu, desain infrastruktur yang disiapkan PT KAI juga mengacu pada kondisi yang ada saat ini.

”Kami sudah mengirim surat untuk meminta arahan Wapres atas pembangunan kereta bandara ini,” katanya.

Selain itu, rencana pembenahan persinyalan di Jabodetabek yang sedianya dimulai pada 2014 juga terancam mundur. ”Membenahi persinyalan untuk rel di atas tanah dan rel layang tentu akan berbeda. Karena itu, kami tunda juga rencana perbaikan persinyalan tersebut,” ucap Jonan.

Dua jalurSecara terpisah, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hanggoro Budi Wiryawan mengatakan, rel layang jalur lingkar luar Jakarta yang akan dibangun kemungkinan besar diperuntukkan bagi KRL komuter saja.

”Rel yang ada di atas tanah seperti yang ada sekarang akan dipertahankan. Rel ini digunakan untuk kereta nonkomuter, seperti kereta barang dan kereta angkutan penumpang antarkota. Dengan demikian, lalu lintas KRL komuter tidak terganggu persilangan perjalanan dengan kereta barang atau kereta penumpang antarkota,” kata Hanggoro.

Untuk kereta bandara, Hanggoro mengatakan, pihaknya masih mengkaji apakah kereta ini menggunakan jalur rel layang atau rel yang ada di atas tanah. Jika kereta bandara memakai rel layang, perlu dibuatkan rel turunan yang menyambung dengan jalur ke Stasiun Batu Ceper di lintas Tangerang. Kereta bandara kemungkinan akan tetap memakai rel di atas tanah.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update 18 Mei: Tambah 12 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 60 Pasien Masih Dirawat

Update 18 Mei: Tambah 12 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 60 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Update 18 Mei: Bertambah 17, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Kini 84.232

Update 18 Mei: Bertambah 17, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Kini 84.232

Megapolitan
Kisah Tragis Eno Farihah Diperkosa dan Dibunuh dengan Pacul, Salah Satu Pelakunya Masih Remaja (1)

Kisah Tragis Eno Farihah Diperkosa dan Dibunuh dengan Pacul, Salah Satu Pelakunya Masih Remaja (1)

Megapolitan
Peringatan Dini BMKG: Potensi Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel, Jaktim, dan Bodebek

Peringatan Dini BMKG: Potensi Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel, Jaktim, dan Bodebek

Megapolitan
Pemkot Tangsel Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Hepatitis Akut

Pemkot Tangsel Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Hepatitis Akut

Megapolitan
Ocean Park BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Ocean Park BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Megapolitan
Cara Ke Tebet Eco Park Naik KRL, Transjakarta, dan Mikrotrans

Cara Ke Tebet Eco Park Naik KRL, Transjakarta, dan Mikrotrans

Megapolitan
Branchsto BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Branchsto BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Megapolitan
Kasus Kekerasan Anak di Serpong, Orangtua Sebut Awalnya Korban Tutupi Kejadian yang Dialaminya

Kasus Kekerasan Anak di Serpong, Orangtua Sebut Awalnya Korban Tutupi Kejadian yang Dialaminya

Megapolitan
Cegah Pohon Lain Tumbang, Camat Larangan Akan Pangkas Daun di Pohon Berdaun Lebat

Cegah Pohon Lain Tumbang, Camat Larangan Akan Pangkas Daun di Pohon Berdaun Lebat

Megapolitan
Cerita Peserta UTBK di UI, Kaget Soal Berbeda dengan Materi yang Dipelajari

Cerita Peserta UTBK di UI, Kaget Soal Berbeda dengan Materi yang Dipelajari

Megapolitan
Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 29

Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 29

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Aktif Sosialisasikan PPDB 2022 agar Orangtua Calon Siswa Tak Bingung

Pemprov DKI Diminta Aktif Sosialisasikan PPDB 2022 agar Orangtua Calon Siswa Tak Bingung

Megapolitan
Terpeleset ke Selokan Larangan Tangerang Saat Bermain Air, Bocah 3,5 Tahun Meninggal

Terpeleset ke Selokan Larangan Tangerang Saat Bermain Air, Bocah 3,5 Tahun Meninggal

Megapolitan
Resah karena Diancam dan Diintimidasi oleh Ormas, Warga Kranji Lapor Polisi

Resah karena Diancam dan Diintimidasi oleh Ormas, Warga Kranji Lapor Polisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.