Kompas.com - 05/09/2013, 17:35 WIB
Siswa sekolah menengah dalam aksi solidaritas pelajar Jakarta membawa spanduk stop tawuran berkeliling Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Sabtu (29/9/2012).  Menurut mereka, aksi tawuran pelajar yang terjadi saat ini disebabkan oleh kegagalan sistem pendidikan Indonesia.
KOMPAS/LASTI KURNIASiswa sekolah menengah dalam aksi solidaritas pelajar Jakarta membawa spanduk stop tawuran berkeliling Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Sabtu (29/9/2012). Menurut mereka, aksi tawuran pelajar yang terjadi saat ini disebabkan oleh kegagalan sistem pendidikan Indonesia.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorEko Hendrawan Sofyan


JAKARTA, KOMPAS.com — Aksi tawuran antarpelajar terjadi di dalam sebuah bus kopaja P-16 (Ciledug-Tanah Abang), tepat di perempatan Slipi Jaya, Palmerah, Jakarta Barat, Kamis (4/9/2013) sore. Beruntung, tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut meski seorang pelajar diketahui membawa sebilah celurit.

Mirza Alamsyah (16), salah satu pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tri Arga, yang terlibat tawuran, mengaku saat kejadian dirinya bersama sepuluh kawan sekolahnya menumpang bus kopaja hendak menuju kawasan Tanah Abang. Saat melintas di perempatan Slipi Jaya, tiba-tiba mereka dihadang oleh puluhan pelajar dari SMK Muhammadiyah 4. Salah seorang dari mereka sempat mengacungkan celurit ke arah sopir.

"Ada yang mengacung-acungkan celurit, sopirnya takut, busnya berhenti di situ juga, ya udah (tawuran) enggak bisa dihindarin. Kalau kita sih tadinya enggak mau tawuran," ujar pelajar kelas I jurusan Komputer itu saat diamankan di ruang SPK Mapolsek Metro Palmerah.

Alam dan dua orang temannya, Reynaldi (16) dan Faizin Fahmi (16), diamankan pihak berwajib.  

Aksi tawuran dua pelajar SMK itu tak berlangsung lama. Petugas polisi yang tengah berada di lokasi sempat melepaskan tembakan peringatan untuk melerai dua kelompok pelajar yang terlibat tawuran tersebut. "Kalau yang lain pada bisa kabur, mereka lari ke arah Kemanggisan Ilir," ujar Fahmi.

Petugas SPK Polsek Metro Palmerah Aiptu Syafei mengatakan, dari ketiga pelajar yang diamankan, tidak satu pun yang membawa senjata tajam. Ia memastikan akan melepaskan ketiganya dengan catatan membuat pernyataan yang ditandatangani oleh orangtua, wali murid, pihak RT, dan RW.

"Mereka harus buat pernyataan dulu, berjanji tidak akan mengulangi tawuran, orangtua mereka sedang kami panggil untuk menjemput," jelas Syafei.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KNKT Turun Tangan Setelah 500-an Kecelakaan Bus Transjakarta...

KNKT Turun Tangan Setelah 500-an Kecelakaan Bus Transjakarta...

Megapolitan
Periode Natal dan Tahun Baru 2022, Polres Tangsel Gelar Razia Prokes Covid-10

Periode Natal dan Tahun Baru 2022, Polres Tangsel Gelar Razia Prokes Covid-10

Megapolitan
Mobil Honda HRV Hangus Terbakar di Tol Dalam Kota Slipi

Mobil Honda HRV Hangus Terbakar di Tol Dalam Kota Slipi

Megapolitan
Dua Rumah Terbakar di Tamansari dan Tambora, Diduga akibat Korsleting Listrik

Dua Rumah Terbakar di Tamansari dan Tambora, Diduga akibat Korsleting Listrik

Megapolitan
Duduk Perkara Pebalap Liar Keroyok Polisi di Pondok Indah

Duduk Perkara Pebalap Liar Keroyok Polisi di Pondok Indah

Megapolitan
Bunga Bangkai Tumbuh di Joglo Kembangan, Lurah: Buat Edukasi Anak Sekolah

Bunga Bangkai Tumbuh di Joglo Kembangan, Lurah: Buat Edukasi Anak Sekolah

Megapolitan
Polda Metro Jaya Janji Usut Dugaan Pengaturan Skor Perserang di Liga 2

Polda Metro Jaya Janji Usut Dugaan Pengaturan Skor Perserang di Liga 2

Megapolitan
Kondisi Briptu Irwan yang Dikeroyok Dekat Bundaran Pondok Indah Membaik

Kondisi Briptu Irwan yang Dikeroyok Dekat Bundaran Pondok Indah Membaik

Megapolitan
Polres Jaksel Buru Geng Motor Pengeroyok Polisi di Pondok Indah

Polres Jaksel Buru Geng Motor Pengeroyok Polisi di Pondok Indah

Megapolitan
Masih Diperiksa, Ipda OS Belum Ditahan Usai Jadi Tersangka Penembakan di Exit Tol Bintaro

Masih Diperiksa, Ipda OS Belum Ditahan Usai Jadi Tersangka Penembakan di Exit Tol Bintaro

Megapolitan
Polisi Tegaskan Penembakan yang Dilakukan Ipda OS Tak Dibenarkan meski Bela Diri

Polisi Tegaskan Penembakan yang Dilakukan Ipda OS Tak Dibenarkan meski Bela Diri

Megapolitan
Polisi: Korban Penembakan di Exit Tol Bintaro Mengaku Wartawan yang Sedang Investigasi

Polisi: Korban Penembakan di Exit Tol Bintaro Mengaku Wartawan yang Sedang Investigasi

Megapolitan
Pemprov DKI Upayakan Proyek Tanggul NCICD Berlanjut demi Cegah Banjir Rob

Pemprov DKI Upayakan Proyek Tanggul NCICD Berlanjut demi Cegah Banjir Rob

Megapolitan
Rapat Persiapan Audit Kecelakaan Bus Transjakarta, KNKT Soroti Kemungkinan Pengemudi Kelelahan

Rapat Persiapan Audit Kecelakaan Bus Transjakarta, KNKT Soroti Kemungkinan Pengemudi Kelelahan

Megapolitan
4 Orang Dibacok di Sepatan, Salah Satu Korban Gadis Berusia 14 Tahun

4 Orang Dibacok di Sepatan, Salah Satu Korban Gadis Berusia 14 Tahun

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.