Kompas.com - 26/09/2013, 12:00 WIB
Waduk Pluit di Penjaringan, Jakarta Utara, terlihat bersih setelah dilakukan normalisasi dengan membongkar permukiman liar dan mengeruk endapan lumpur, Senin (27/5/2013). Normalisasi ditargetkan selesai akhir tahun ini sehingga waduk dapat berfungsi kembali sebagai penampung air dari saluran kanal barat di musim hujan.

KOMPAS/IWAN SETIYAWANWaduk Pluit di Penjaringan, Jakarta Utara, terlihat bersih setelah dilakukan normalisasi dengan membongkar permukiman liar dan mengeruk endapan lumpur, Senin (27/5/2013). Normalisasi ditargetkan selesai akhir tahun ini sehingga waduk dapat berfungsi kembali sebagai penampung air dari saluran kanal barat di musim hujan.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho
JAKARTA, KOMPAS.com– Mayoritas korban kebakaran di Kampung Kebun Tebu RT 19 RW 17, Penjaringan, Jakarta Utara, bertahan tinggal di tempat pengungsian Rumah Susun Waduk Pluit, Kamis (26/9/2013). Mereka berharap bisa kembali, tetapi tak punya biaya untuk membangun hunian lagi. Permukiman mereka juga jadi target penataan kawasan pemerintah DKI Jakarta.

Sebanyak 52 bangunan di sisi utara Waduk Pluit yang dihuni sekitar 150 keluarga dan 450 jiwa ludes terbakar pada Senin (23/9/2013) malam. Api diduga berasal dari hubungan pendek arus listrik di lantai dua sebuah rumah kontrakan milik warga. Para korban mengungsi ke lantai dasar Blok B dan Blok C Rusun Waduk Pluit, sebagian tinggal sementara di rumah tetangga dan saudara.

"Semalam kami sudah kumpulkan warga untuk membicarakan penanganan pascakebakaran. Namun, mayoritas keluarga masih bingung, belum tahu mau ke mana. Sementara kami menampung mereka di tempat pengungsian," kata Lurah Penjaringan Suranta, Kamis siang.

Agus Susanto (45), salah satu korban kebakaran, memilih bertahan di pos pengungsian bersama Saripatun (38) istrinya dan enam anaknya. "Semua perabot dan pakaian ludes terbakar, tak ada tabungan untuk bangun hunian lagi, sementara tinggal di pengungsian dulu," ujarnya.

Sejumlah penghuni area genangan Waduk Pluit menolak pindah, sebagian menuntut ganti rugi atas bangunan. Sebagian lainnya bersedia direlokasi ke rusun, tetapi mereka meminta rusun yang dekat dengan lokasi kerja dan sekolah. Mereka beberapa kali berunjuk rasa menolak pembongkaran hunian.

Akhir Agustus 2013, sedikitnya 68 bangunan yang dihuni 77 keluarga di Kampung Kebun Tebu di RT 19 RW 17 telah dirobohkan, termasuk kantor polisi Sub Sektor Pluit Timur. Lokasi itu kini dibangun menjadi jalan inspeksi dan taman kota.

Terlarang

Seperti hunian Agus, bangunan lain yang terbakar pada Senin malam berdiri di atas area genangan Waduk Pluit. Bangunan umumnya semipermanen, sebagian ditopang tiang-tiang beton dan kayu di atas perairan, dengan sebagian besar material berupa kayu dan tripleks.

Kampung Kebun Tebu menjadi salah satu lokasi permukiman yang menjadi sasaran program penataan kawasan Waduk Pluit. Penataan permukiman di sisi timur waduk ini menunggu penyelesaian pembangunan rumah susun (rusun) yang jadi tempat relokasi, antara lain delapan menara baru di Rusun Waduk Pluit.

Sebelumnya, lebih dari 1.000 keluarga yang mendirikan hunian di sisi selatan dan barat waduk, yakni di Kampung Taman Burung dan Kampung Garuda Mas, telah lebih dulu mengosongkan lahan. Mereka direlokasi ke sejumlah rusun, seperti Rusun Marunda, Buddha Tzu Chi, dan Pinus Elok.

Penataan waduk seluas 80 hektar itu dilaksanakan secara bertahap. Kini sekitar 10 hektar di sisi barat dan selatan telah bebas hunian. Menurut rencana, sisi ini akan ditanami 1.000 pohon, sekitar 4 hektar di antaranya akan dibangun instalasi pengolah limbah cair dan pengolah air laut menjadi air bersih.

Beberapa instansi pemerintah dan swasta menyumbang pohon atau sarana lain. Ada lebih dari 12 jenis pohon khas daerah pesisir yang ditanam di sekitar Waduk Pluit, antara lain pohon anggur laut, kalpataru/keben, trembesi, dan ficus daun kecil, dan jati.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

18 Titik Banjir di Kecamatan Benda, Pemkot Tangerang Sebut Drainase Tol JORR II Tak Memadai

18 Titik Banjir di Kecamatan Benda, Pemkot Tangerang Sebut Drainase Tol JORR II Tak Memadai

Megapolitan
Titik Banjir di Jakarta Bertambah Jadi 47 RT, Terbanyak di Jakarta Barat

Titik Banjir di Jakarta Bertambah Jadi 47 RT, Terbanyak di Jakarta Barat

Megapolitan
Pembongkaran Trotoar di Cilandak Diduga Libatkan Oknum PNS

Pembongkaran Trotoar di Cilandak Diduga Libatkan Oknum PNS

Megapolitan
197 Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Baru Kembali dari Lima Negara Ini

197 Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Baru Kembali dari Lima Negara Ini

Megapolitan
Disdik DKI Sebut Ada Sekolah di Jakarta yang Tolak Dites Pelacakan Covid-19

Disdik DKI Sebut Ada Sekolah di Jakarta yang Tolak Dites Pelacakan Covid-19

Megapolitan
46 RT dan 5 Ruas Jalan Tergenang Banjir di Jakarta Barat Hingga Selasa Sore

46 RT dan 5 Ruas Jalan Tergenang Banjir di Jakarta Barat Hingga Selasa Sore

Megapolitan
Yusuf Mansur Bicara Nilai Sedekah saat Tawarkan Investasi Tabung Tanah

Yusuf Mansur Bicara Nilai Sedekah saat Tawarkan Investasi Tabung Tanah

Megapolitan
Yusuf Mansur Disebut Tawarkan Investasi Tabung Tanah saat Pengajian

Yusuf Mansur Disebut Tawarkan Investasi Tabung Tanah saat Pengajian

Megapolitan
Kriminolog Sebut Penagihan oleh Rentenir Cenderung Timbulkan Kekerasan, Bagaimana Mengatasinya?

Kriminolog Sebut Penagihan oleh Rentenir Cenderung Timbulkan Kekerasan, Bagaimana Mengatasinya?

Megapolitan
Artis FTV Jadi Korban Pengeroyokan di Tempat Hiburan Malam di Bogor

Artis FTV Jadi Korban Pengeroyokan di Tempat Hiburan Malam di Bogor

Megapolitan
Pemkot Jaktim Akan Menata Trotoar di Depan RS UKI Setelah PKL Direlokasi

Pemkot Jaktim Akan Menata Trotoar di Depan RS UKI Setelah PKL Direlokasi

Megapolitan
Diperiksa Terkait Laporan Luhut, Haris Azhar dan Fatia Dimintai Keterangan Soal Akun Youtube

Diperiksa Terkait Laporan Luhut, Haris Azhar dan Fatia Dimintai Keterangan Soal Akun Youtube

Megapolitan
Akibat Hujan Deras Hari Ini, Ada 8 Titik Banjir di Jakarta Pusat

Akibat Hujan Deras Hari Ini, Ada 8 Titik Banjir di Jakarta Pusat

Megapolitan
Gugat Yusuf Mansur, 3 Pekerja Migran Tak Pernah Terima Bagi Hasil Program Tabung Tanah yang Dijanjikan

Gugat Yusuf Mansur, 3 Pekerja Migran Tak Pernah Terima Bagi Hasil Program Tabung Tanah yang Dijanjikan

Megapolitan
UPDATE 18 Januari: 856 Kasus Omicron di Jakarta, Kasus Aktif Covid-19 Capai 4.297

UPDATE 18 Januari: 856 Kasus Omicron di Jakarta, Kasus Aktif Covid-19 Capai 4.297

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.