Cabut Pentil Kurang Jitu, Tertibkan Juga Juru Parkir Liar!

Kompas.com - 03/10/2013, 07:44 WIB
Motor parkir di pinggir jalan samping gedung perkantoran  di Jalan Tali Raya, Jakarta, Senin (8/4/2013). Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) berencana menggandeng Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), untuk melihat kemungkinan penerapan  sistem donasi parkir yang diterapkan di Hungaria untuk mengatasi parkir liar. Donasi parkir menetapkan orang membayar parkir berdasarkan kebutuhan, bekerja sama dengan juru parkir dan 
menggunakan teknologi sistem Information Technology (IT).
KOMPAS/LASTI KURNIAMotor parkir di pinggir jalan samping gedung perkantoran di Jalan Tali Raya, Jakarta, Senin (8/4/2013). Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) berencana menggandeng Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), untuk melihat kemungkinan penerapan sistem donasi parkir yang diterapkan di Hungaria untuk mengatasi parkir liar. Donasi parkir menetapkan orang membayar parkir berdasarkan kebutuhan, bekerja sama dengan juru parkir dan menggunakan teknologi sistem Information Technology (IT).
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Pelanggaran masih terjadi pada hari ke-16 penertiban parkir liar di Jakarta Pusat, Rabu (2/10). Tercatat 306 pengguna sepeda motor dan mobil melakukan pelanggaran di lima tempat yang dirazia. Selain di lokasi razia, pelanggaran parkir juga terjadi di banyak tempat.

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat M Akbar mengatakan, penertiban akan terus dilakukan sampai pengguna kendaraan sadar dan tak lagi melakukan pelanggaran.

"Operasi yang kami lakukan memang masih kecil karena pelanggaran terjadi di banyak tempat. Pelanggaran juga sudah berlangsung lama sehingga untuk menumbuhkan kesadaran perlu upaya terus-menerus," ujarnya.

Dia mengakui ada keterbatasan personel jika dibandingkan dengan lokasi pelanggaran parkir. Setiap hari, sekitar 30 petugas dari Sudin Perhubungan Jakpus ditambah 10 orang dari Satuan Lalu Lintas Polres Jakpus melakukan penindakan.


Sepanjang Rabu, penindakan dilakukan di Jalan Wahid Hasyim di depan Pasar Metro Tanah Abang, Jalan Kebon Kacang, Jalan Wahid Hasyim Menteng, di bawah rel layang Stasiun Gondangdia, dan di Jalan Cikini Raya. Masih ada tempat lain yang tidak dirazia hari ini, tetapi terdapat banyak pelanggaran, seperti di Jalan Gunung Sahari dan Jalan Kramat Raya.

Penindakan yang dilakukan kemarin meliputi pencabutan pentil 267 sepeda motor, pencabutan pentil 16 mobil, serta penilangan 23 mobil dan sepeda motor. Penilangan dilakukan pihak kepolisian jika pengendara yang melanggar aturan parkir ada di lokasi.

Sepanjang September, tercatat 2.070 kendaraan di Jakpus ditindak karena melanggar aturan, antara lain aturan parkir dan kelengkapan surat-surat angkutan umum.

Operasi saat ini, ujar Akbar, belum menyentuh juru parkir di tempat-tempat parkir liar. Hal ini agak sulit dilakukan karena sebagian juru parkir tidak berseragam dan mereka kabur ketika petugas hendak menindak.

Paling tidak, kata Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Azas Tigor Nainggolan, razia cabut pentil terbukti cukup efektif menertibkan parkir di badan jalan. "Dari pantauan kami, beberapa titik yang padat parkir di atas badan jalan mulai berkurang," katanya.

Akan tetapi, tambah Azas Tigor, agar kebijakan itu lebih maksimal, razia cabut pentil perlu diikuti dengan penertiban juru parkir liar. Tidak sedikit juru parkir liar di badan jalan itu mengenakan seragam. Tidak sedikit pula pengendara memperoleh perlakuan tidak menyenangkan dari juru parkir liar.

Oleh karena itu, Azas menyarankan agar Dishub DKI Jakarta menggandeng kepolisian untuk menindak juru parkir liar. Mereka dapat dijerat pidana karena memalsukan identitas dengan mengenakan seragam resmi juru parkir.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pakar: Omnibus Law Cipta Kerja Punya Semangat Sentralisasi Pemerintahan yang Sangat Kuat

Pakar: Omnibus Law Cipta Kerja Punya Semangat Sentralisasi Pemerintahan yang Sangat Kuat

Megapolitan
Fakta Pengungkapan Klinik Psikotropika, Pemilik Tak Punya Izin, Jutaan Butir Akan Dijual

Fakta Pengungkapan Klinik Psikotropika, Pemilik Tak Punya Izin, Jutaan Butir Akan Dijual

Megapolitan
Hujan Deras Sabtu Dini Hari, 10 RT di DKI Tergenang

Hujan Deras Sabtu Dini Hari, 10 RT di DKI Tergenang

Megapolitan
Aksi 212 Berantas Korupsi, Dijaga Ribuan Polisi dan Selesai Tepat Waktu

Aksi 212 Berantas Korupsi, Dijaga Ribuan Polisi dan Selesai Tepat Waktu

Megapolitan
Kabar Terbaru Zat Radioaktif di Tangsel, Mengontaminasi Dua Warga Batan Indah

Kabar Terbaru Zat Radioaktif di Tangsel, Mengontaminasi Dua Warga Batan Indah

Megapolitan
Robohnya Atap SMKN 24: Antara Cuaca Buruk dan Indikasi Kecurangan Saat Direhab

Robohnya Atap SMKN 24: Antara Cuaca Buruk dan Indikasi Kecurangan Saat Direhab

Megapolitan
BMKG: Jakarta Diprediksi Turun Hujan Lokal Sore Ini

BMKG: Jakarta Diprediksi Turun Hujan Lokal Sore Ini

Megapolitan
Kritik Formula E di Monas, Ikatan Arsitek: Mereka Enggak Peduli soal Kesakralan

Kritik Formula E di Monas, Ikatan Arsitek: Mereka Enggak Peduli soal Kesakralan

Megapolitan
Minta Bayaran Rp 450.000 Setelah Antar 3 Penumpang, 3 Tukang Ojek Ditangkap Polisi

Minta Bayaran Rp 450.000 Setelah Antar 3 Penumpang, 3 Tukang Ojek Ditangkap Polisi

Megapolitan
Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Megapolitan
50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

Megapolitan
Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Megapolitan
Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Megapolitan
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Megapolitan
Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X