Kompas.com - 08/10/2013, 11:18 WIB
EditorEko Hendrawan Sofyan

Yosi, staf broadcast, menuturkan, saat ini mereka sedang menggarap 10 buah lagu yang diciptakan lima awak residen yang tergabung dalam sebuah band. Ya, mereka memang ngeband. Selain itu, mereka juga sedang menyelesaikan sebuah video klip dan film pendek untuk diperlombakan di beberapa festival film.

Aktivitas malam

Tidak hanya pada kegiatan pagi, wartawan juga mencoba menelusuri aktivitas malam yang dijalani para residen pria. Setelah pada sore hari para residen diberi kebebasan berolahraga dan berkreativitas, mereka kemudian masuk kembali ke ruang inap masing-masing.

Untuk residen pria dibagi tiga ruangan, yaitu ruang Green 1, ruang Green 2, dan ruang Hope. Green 1 dan 2 umumnya diperuntukkan bagi para residen yang baru menjalani rehabilitasi dan kebanyakan usianya masih muda belia antara 17-30 tahun. Sementara ruang Hope umumnya diisi oleh residen yang berusia tua antara 30-50 tahun.

Sehabis mandi sore, para residen berkumpul untuk makan malam. Namun, sebelum itu, mereka melaksanakan ibadah, seperti shalat maghrib bersama. Di antara para residen, ada yang dipilih dan ditugasi sebagai staf. Pakaian mereka berbeda. Mereka umumnya mengenakan kemeja putih panjang, celana panjang hitam, dan dasi.

Selain ruang inap, di gedung tersebut, juga disediakan fasilitas pendukung, seperti ruang meeting, mushala, medis 24 jam, ruang merokok, tenis, biliar, ruang klinik. Dokter stand by 24 jam. Jika ada perselisihan atau pertikaian, maka setiap staf harus segera melapor ke atasan mereka.

Tampak dua orang berdiri dalam sebuah ruangan. Keduanya saling berhadapan dan terlibat dalam obrolan. "Kalau seperti itu, biasanya satu di antara keduanya ada yang berbuat salah. Lalu, teman satunya menegur dan mengingatkan supaya tidak mengulangi lagi perbuatan yang salah," kata Dian, salah satu kepala pengawas, yang disapa oleh residen dengan panggilan "Bro" Dian.

Panggilan Bro biasa dipakai sehingga suasana terbangun lebih akrab dan gaul. Biasanya para pengawas disapa dengan panggilan Bro.

Tempat rehabilitasi itu memang di-setting supaya tidak terkesan seperti penjara. Maka, kegiatan malam pun cukup banyak sehingga suasana ramai. "Memang di sini kami ciptakan suasana seperti di rumah sendiri. Di sini tidak boleh kaku, tapi harus tetap menegakkan disiplin dengan pendekatan yang bersahabat," kata Dian.

Tepat pukul 19.30, setelah berkumpul berbaris, para residen menuju ke ruang makan dengan tertib. Mereka tidak lupa memanjatkan doa sebagai ungkapan rasa syukur karena masih bisa diberi makan. Setelah makan, ada kegiatan lain, seperti konseling dan lain sebagainya. Menjelang pukul 22.00, para residen istirahat tidur.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Penistaan Agama, Polisi Bidik Tersangka Lain yang Posisinya Lebih Tinggi di Holywings

Kasus Penistaan Agama, Polisi Bidik Tersangka Lain yang Posisinya Lebih Tinggi di Holywings

Megapolitan
Sudin KPKP Jakpus Temukan 4 Sapi di Gambir Diduga Terindikasi PMK

Sudin KPKP Jakpus Temukan 4 Sapi di Gambir Diduga Terindikasi PMK

Megapolitan
Saat Pelecehan Anak di Bintaro Xchange Berakhir Damai karena Pelaku Idap Gangguan Mental...

Saat Pelecehan Anak di Bintaro Xchange Berakhir Damai karena Pelaku Idap Gangguan Mental...

Megapolitan
Polisi Tangkap Pembunuh Wanita di Rumah Kos Serpong Tangsel

Polisi Tangkap Pembunuh Wanita di Rumah Kos Serpong Tangsel

Megapolitan
Mahasiswa Akan Demo Tolak Pengesahan RKUHP di DPR, Polisi Pastikan Belum Ada Rekayasa Lalin

Mahasiswa Akan Demo Tolak Pengesahan RKUHP di DPR, Polisi Pastikan Belum Ada Rekayasa Lalin

Megapolitan
250 Personel Satpol PP Diterjunkan untuk Segel 12 'Outlet' Holywings di Jakarta

250 Personel Satpol PP Diterjunkan untuk Segel 12 "Outlet" Holywings di Jakarta

Megapolitan
Beredar Info Penawaran Bernada Promosi Prostitusi dari Bar Jaksel, Polisi Selidiki

Beredar Info Penawaran Bernada Promosi Prostitusi dari Bar Jaksel, Polisi Selidiki

Megapolitan
Hari Ini, Satpol PP Akan Segel 12 Tempat Usaha Holywings di Jakarta

Hari Ini, Satpol PP Akan Segel 12 Tempat Usaha Holywings di Jakarta

Megapolitan
Saat Prostitusi 'Bungkus Night' Berbuntut Hamilton Spa Ditutup Permanen hingga Manajemen Terancam Dipidana...

Saat Prostitusi "Bungkus Night" Berbuntut Hamilton Spa Ditutup Permanen hingga Manajemen Terancam Dipidana...

Megapolitan
Anies Bakal Teruskan Penggantian Nama Jalan meskipun Tuai Protes

Anies Bakal Teruskan Penggantian Nama Jalan meskipun Tuai Protes

Megapolitan
Sederet Fakta Minyak Goreng Kemasan Ilegal Merek Qilla, Dikemas dari Migor Curah dan Dijual di 'Marketplace'

Sederet Fakta Minyak Goreng Kemasan Ilegal Merek Qilla, Dikemas dari Migor Curah dan Dijual di "Marketplace"

Megapolitan
UPDATE 27 Juni: Tambah 90, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Tembus 86.240

UPDATE 27 Juni: Tambah 90, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Tembus 86.240

Megapolitan
Polisi Segel Kantor Pusat Holywings di BSD Buntut Promosi Miras Berbau Penistaan Agama

Polisi Segel Kantor Pusat Holywings di BSD Buntut Promosi Miras Berbau Penistaan Agama

Megapolitan
Ini Daftar 'Outlet' Holywings di Jakarta yang Dicabut Izinnya oleh Pemprov DKI

Ini Daftar "Outlet" Holywings di Jakarta yang Dicabut Izinnya oleh Pemprov DKI

Megapolitan
Sambangi Gereja di Kota Bekasi, Mensos Risma Salurkan Alat Bantu bagi Jemaat Penyandang Disabilitas

Sambangi Gereja di Kota Bekasi, Mensos Risma Salurkan Alat Bantu bagi Jemaat Penyandang Disabilitas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.