Jelang Musim Hujan, 73 Pompa di Jakarta Rusak

Kompas.com - 09/10/2013, 16:26 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meninjau instalasi pompa air di Waduk Tomang Barat, Grogol, Jakarta Barat, Jumat (27/9/2013). KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADOGubernur DKI Jakarta Joko Widodo meninjau instalasi pompa air di Waduk Tomang Barat, Grogol, Jakarta Barat, Jumat (27/9/2013).
|
EditorEko Hendrawan Sofyan

JAKARTA, KOMPAS.com — Menjelang musim hujan, sebanyak 73 dari 500 pompa di DKI Jakarta tak berfungsi. 

"Dari 500 pompa, 73 di antaranya masih rusak," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Manggas Rudy Siahaan saat mendampingi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meninjau pembangunan rumah pompa Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (9/10/2013).

Manggas menjelaskan, inventarisasi kerusakan pompa telah dilakukan sejak pertengahan tahun 2013. Manggas menargetkan, perbaikan pompa-pompa yang rusak rampung akhir tahun 2013.

Tidak hanya memperbaiki pompa, Dinas PU DKI juga akan membangun sebanyak 10 unit pompa yang terdiri dari 6 unit di Penjaringan dan 4 unit di Muara Baru. Jika seluruh pompa dipelihara baik, Manggas yakin banjir di Jakarta dapat dicegah.

Gubernur DKI Joko Widodo mengatakan, perbaikan pompa-pompa tersebut sangat penting bagi penanggulangan banjir di Jakarta. Pasalnya, selain disebabkan luapan sungai besar di Jakarta, banjir juga disebabkan oleh rusaknya pompa air.

"Kalau pompanya mati kan airnya menggenang, harusnya disedot terus dialiri ke laut, ini malah menggenang banjir di mana-mana," lanjut Jokowi.

Jokowi kemudian menyebut sejumlah daerah yang kebanjiran karena tak berfungsinya pompa, seperti yang terjadi di tiga kecamatan, yakni di Pademangan, Penjaringan, Pluit, Jakarta Utara. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penundaan Pembukaan Pasar Tanah Abang Berdasarkan Arahan Gubernur

Penundaan Pembukaan Pasar Tanah Abang Berdasarkan Arahan Gubernur

Megapolitan
Pasar Jaya Tunda Pembukaan Pasar Tanah Abang hingga 19 April 2020

Pasar Jaya Tunda Pembukaan Pasar Tanah Abang hingga 19 April 2020

Megapolitan
Kisah Korban PHK Saat Wabah Covid-19, Tanpa Pesangon dan Sulit Dapat Pekerjaan Baru

Kisah Korban PHK Saat Wabah Covid-19, Tanpa Pesangon dan Sulit Dapat Pekerjaan Baru

Megapolitan
Ikuti Seruan DKI, KCI Juga Wajibkan Penumpang KRL Pakai Masker Mulai 12 April

Ikuti Seruan DKI, KCI Juga Wajibkan Penumpang KRL Pakai Masker Mulai 12 April

Megapolitan
Penumpang Tanpa Masker Dilarang Naik Transjakarta, MRT, LRT Mulai 12 April 2020

Penumpang Tanpa Masker Dilarang Naik Transjakarta, MRT, LRT Mulai 12 April 2020

Megapolitan
Wali Kota Bogor Bima Arya Sebut Wabah Corona Menguji 3 Hal Ini

Wali Kota Bogor Bima Arya Sebut Wabah Corona Menguji 3 Hal Ini

Megapolitan
Atasi Covid-19, Bima Arya Ajak Masyarakat Saling Bantu dan Kesampingkan Perbedaan

Atasi Covid-19, Bima Arya Ajak Masyarakat Saling Bantu dan Kesampingkan Perbedaan

Megapolitan
Penumpang Tanpa Masker Akan Dilarang Masuk Stasiun dan Gunakan MRT

Penumpang Tanpa Masker Akan Dilarang Masuk Stasiun dan Gunakan MRT

Megapolitan
17 Hari Dirawat karena Positif Covid-19, Kondisi Bima Arya Semakin Membaik

17 Hari Dirawat karena Positif Covid-19, Kondisi Bima Arya Semakin Membaik

Megapolitan
Bima Arya Sumbangkan Gaji sebagai Wali Kota Bogor untuk Atasi Covid-19

Bima Arya Sumbangkan Gaji sebagai Wali Kota Bogor untuk Atasi Covid-19

Megapolitan
Imbas Covid, 162.416 Pekerja dari SPG hingga Guru Honorer Kena PHK dan Dirumahkan

Imbas Covid, 162.416 Pekerja dari SPG hingga Guru Honorer Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
DKI Minta Pusat Perpanjang Waktu Pendataan Pekerja yang Kena PHK dan Dirumahkan

DKI Minta Pusat Perpanjang Waktu Pendataan Pekerja yang Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
Pesanan Baju Merosot, Konveksi Rumahan di Jakarta Utara Kebanjiran Pesanan Masker Kain

Pesanan Baju Merosot, Konveksi Rumahan di Jakarta Utara Kebanjiran Pesanan Masker Kain

Megapolitan
Imbas Covid-19, 162.416 Pekerja Lapor Kena PHK dan Dirumahkan

Imbas Covid-19, 162.416 Pekerja Lapor Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
Warga Kembangan Pesan Makanan di Warteg untuk Dibagikan Gratis

Warga Kembangan Pesan Makanan di Warteg untuk Dibagikan Gratis

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X