Puluhan Hewan Kurban Sakit dan Tak Cukup Umur di Jakarta Utara

Kompas.com - 12/10/2013, 12:16 WIB
Pedagang kambing menjajakkan hewan kurban di trotoar Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (7/10/2013). Menjelang Idul Adha 1434 H, sejumlah pedagang mulai marak menjajakkan hewan kurban di pinggir jalan dengan harga bervariasi mulai dari Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta. WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHAPedagang kambing menjajakkan hewan kurban di trotoar Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (7/10/2013). Menjelang Idul Adha 1434 H, sejumlah pedagang mulai marak menjajakkan hewan kurban di pinggir jalan dengan harga bervariasi mulai dari Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta.
EditorLaksono Hari Wiwoho
JAKARTA, KOMPAS.com —Masyarakat diimbau cermat memilih hewan kurban. Pemeriksaan petugas terhadap 8.841 ekor sapi, kerbau, kambing, dan domba di Jakarta Utara sepekan terakhir menemukan sedikitnya 41 ekor hewan sakit mata, flu dan diare, serta belum cukup umur.

Kepala Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta Utara Liliek Litasari, Jumat (11/10/2013), menyebutkan, pemeriksaan dilakukan di 140 lokasi penampungan hewan kurban yang tersebar di 6 kecamatan dan 31 kelurahan di Jakarta Utara sejak Jumat (4/10/2013). Pemeriksaan melibatkan 24 petugas yang sebagian adalah dokter hewan.

Sebanyak 8.841 ekor hewan diperiksa, antara lain 2.500 ekor sapi yang didatangkan dari Tuban, Madura, Boyolali, Klaten, Demak, Pati, dan Bogor. Sebanyak 6.041 ekor kambing dan 297 ekor domba dari Brebes, Pemalang, Pekalongan, dan Majalengka, juga diperiksa.

"Mayoritas hewan yang dijual sebagai kurban kondisinya sehat dan memenuhi syarat. Ada beberapa yang sakit, tetapi sudah diobati. Sejauh ini, belum ada yang diindikasi mengidap penyakit serius seperti antraks dan kuku mulut," ujar Liliek.

Petugas menemukan 24 ekor kambing sakit mata, 4 ekor kambing diare, dan 6 ekor kambing flu. Kondisi itu antara lain dipicu oleh kelelahan hewan akibat perjalanan panjang serta faktor makanan. Terhadap hewan demikian, petugas mengoleskan salep mata, multivitamin, dan obat diare.

Selain itu, petugas menemukan tujuh ekor sapi belum cukup umur sebagai hewan kurban. Liliek menambahkan, terhadap hewan yang belum cukup umur, pihaknya memberi tanda silang tanda tidak layak dan meminta pedagang untuk memisahkannya agar pembeli tidak tertipu atau bingung.

Syarat umur hewan kurban adalah dua tahun untuk sapi atau kerbau dan satu tahun untuk domba atau kambing. Usia hewan antara lain diketahui dengan mengecek struktur dan jumlah giginya.

Petugas memberikan surat keterangan kesehatan hewan kurban (SKKH) sebagai bukti hewan telah menjalani pemeriksaan. Petugas juga menempelkan stiker yang mudah dilihat konsumen. Sejumlah pedagang mengaku terbantu dengan adanya pemeriksaan itu.

"Stiker dan tanda hasil pemeriksaan meyakinkan pembeli bahwa hewannya sehat dan memenuhi syarat," kata Edi (56), pedagang hewan kurban di Jalan Sindang di Kelurahan Rawabadak Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.

Pedagang lain di Jalan Sungai Bambu, Jalan Swasembada Barat, dan Jalan Cikijang mengatakan hal senada dengan Edi. Beberapa di antara mereka bahkan menghubungi petugas sebelum pemeriksaan sesaat setelah hewan tiba di Jakarta. (MKN)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disdik DKI Sebut Ada Sekolah di Jakarta yang Tolak Dites Pelacakan Covid-19

Disdik DKI Sebut Ada Sekolah di Jakarta yang Tolak Dites Pelacakan Covid-19

Megapolitan
46 RT dan 5 Ruas Jalan Tergenang Banjir di Jakarta Barat Hingga Selasa Sore

46 RT dan 5 Ruas Jalan Tergenang Banjir di Jakarta Barat Hingga Selasa Sore

Megapolitan
Yusuf Mansur Bicara Nilai Sedekah saat Tawarkan Investasi Tabung Tanah

Yusuf Mansur Bicara Nilai Sedekah saat Tawarkan Investasi Tabung Tanah

Megapolitan
Yusuf Mansur Disebut Tawarkan Investasi Tabung Tanah saat Pengajian

Yusuf Mansur Disebut Tawarkan Investasi Tabung Tanah saat Pengajian

Megapolitan
Kriminolog Sebut Penagihan oleh Rentenir Cenderung Timbulkan Kekerasan, Bagaimana Mengatasinya?

Kriminolog Sebut Penagihan oleh Rentenir Cenderung Timbulkan Kekerasan, Bagaimana Mengatasinya?

Megapolitan
Artis FTV Jadi Korban Pengeroyokan di Tempat Hiburan Malam di Bogor

Artis FTV Jadi Korban Pengeroyokan di Tempat Hiburan Malam di Bogor

Megapolitan
Pemkot Jaktim Akan Menata Trotoar di Depan RS UKI Setelah PKL Direlokasi

Pemkot Jaktim Akan Menata Trotoar di Depan RS UKI Setelah PKL Direlokasi

Megapolitan
Diperiksa Terkait Laporan Luhut, Haris Azhar dan Fatia Dimintai Keterangan Soal Akun Youtube

Diperiksa Terkait Laporan Luhut, Haris Azhar dan Fatia Dimintai Keterangan Soal Akun Youtube

Megapolitan
Akibat Hujan Deras Hari Ini, Ada 8 Titik Banjir di Jakarta Pusat

Akibat Hujan Deras Hari Ini, Ada 8 Titik Banjir di Jakarta Pusat

Megapolitan
Gugat Yusuf Mansur, 3 Pekerja Migran Tak Pernah Terima Bagi Hasil Program Tabung Tanah yang Dijanjikan

Gugat Yusuf Mansur, 3 Pekerja Migran Tak Pernah Terima Bagi Hasil Program Tabung Tanah yang Dijanjikan

Megapolitan
UPDATE 18 Januari: 856 Kasus Omicron di Jakarta, Kasus Aktif Covid-19 Capai 4.297

UPDATE 18 Januari: 856 Kasus Omicron di Jakarta, Kasus Aktif Covid-19 Capai 4.297

Megapolitan
Pelajar dan Pengajar Positif Covid-19 Selama PTM 100 Persen, 6 Sekolah di Jakarta Barat Ditutup Sementara

Pelajar dan Pengajar Positif Covid-19 Selama PTM 100 Persen, 6 Sekolah di Jakarta Barat Ditutup Sementara

Megapolitan
Wagub Berharap Jakarta Tetap Daerah Khusus meski Tak Lagi Ibu Kota

Wagub Berharap Jakarta Tetap Daerah Khusus meski Tak Lagi Ibu Kota

Megapolitan
Lapas Kelebihan Kapasitas, Kajati Jabar: Kasus Kecil Tak Perlu Masuk Pengadilan

Lapas Kelebihan Kapasitas, Kajati Jabar: Kasus Kecil Tak Perlu Masuk Pengadilan

Megapolitan
Polisi Tetapkan 6 Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI AD, 3 Pelaku Masih Buron

Polisi Tetapkan 6 Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI AD, 3 Pelaku Masih Buron

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.