Kompas.com - 21/10/2013, 12:34 WIB
Suasana Jalan Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang bersih dari PKL setelah program penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) oleh petugas gabungan, Minggu (11/8/2013). WARTA KOTA / ANGGA BHAGYA NUGRAHASuasana Jalan Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang bersih dari PKL setelah program penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) oleh petugas gabungan, Minggu (11/8/2013).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Walaupun pedagang kaki lima (PKL) Tanah Abang sudah ditertibkan, ternyata lalu lintas daerah tersebut masih macet. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan Dinas Perhubungan DKI telah ditugaskan untuk melakukan rekayasa lalu lintas kembali. Rekayasa lalu lintas itu khusus berlaku untuk kendaraan umum yang melintasi kawasan tersebut.

"Mau rekayasa lagi yang baru, di jalur kendaraan umumnya. Tanya Pak Pristono (Kepala Dinas Perhubungan DKI), dia yang mau bikin rencana barunya," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Senin (21/10/2013).

Dinas Perhubungan DKI Jakarta pun mengaku telah mengatur naik turun penumpang kendaraan umum. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono mengatakan, kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan ketertiban angkutan umum serta memudahkan penumpang untuk naik turun dari angkutan umum.

Pengaturan naik turun penumpang itu telah dilakukan mulai Sabtu (19/10/2013) lalu. Adapun pengaturan yang dilakukan yakni penumpang dari dan akan menuju Kota, Jembatan Lima, Kebayoran Lama, dan Meruya Ilir, naik turun di Jalan Jatibaru sisi timur depan toko kain dan depan toko kelontong, serta sisi barat depan pintu keluar Stasiun Tanah Abang dan dekat JPO Blok G. Angkutan umum yang melintas, antara lain Mikrolet M08, M10, M09, M09A, dan M11.

Sementara penumpang dari dan akan menuju Pulogadung, Kampung Rambutan, Bekasi, Tanjung Priok, dan Kampung Melayu melalui Jalan Kebon Sirih naik turun di Jalan Jatibaru sisi timur atau depan kantor Pemuda Panca Marga dan Jalan Kebon Jati sisi timur atau di bawah jembatan penghubung samping Blok G. Angkutan umum yang melintas adalah Mayasari 507, Mayasari AC 70, Mayasari AC 52, APTB Bekasi-Tanah Abang, Mayasari 14, dan Kopaja 502.

Kemudian penumpang dari dan akan menuju Benhil, Karet, dan Roxi naik turun di Jalan Jatibaru sisi barat atau depan pintu keluar Stasiun Tanah Abang dan 200 meter dari turunan Jalan Jati Bunder, Jalan Kebon Jati sisi selatan atau di bawah jembatan penghubung, serta di Jalan Jati Bunder atau depan Toko Ades. Angkutan yang melintas adalah APB JP 03 dan JP 03A.

Sementara penumpang dari dan akan menuju Bekasi melalui Jalan Mas Mansyur-Pejompongan naik turun di Jalan Kebon Jati sisi selatan di samping Blok C, dengan angkutan Sinar Jaya AC 141 dan 148. Untuk penumpang dari dan akan menuju Ciputat naik turun di Jalan Jati Bunder atau depan toko emas, dengan angkutan Koantas Bima. Sementara yang menuju Grogol naik turun di Jalan Jati Bunder dengan angkutan APB JB 03.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kepada operator dan pengguna angkutan umum agar dapat mengikuti aturan yang berlaku. Karena pengaturan ini diambil agar lalu lintas di kawasan tersebut lebih tertib," kata Pristono.



Video Rekomendasi

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangsel Catat Penambahan 12 Kasus Covid-19, 13 Pasien Sembuh

Tangsel Catat Penambahan 12 Kasus Covid-19, 13 Pasien Sembuh

Megapolitan
Pemuda yang Tenggelam di Kali Hitam Ditemukan Tewas, Diduga Tercebur karena Mabuk

Pemuda yang Tenggelam di Kali Hitam Ditemukan Tewas, Diduga Tercebur karena Mabuk

Megapolitan
Jakarta Tambah 155 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,2 Persen

Jakarta Tambah 155 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,2 Persen

Megapolitan
Soal 'Commitment Fee' Formula E di Jakarta yang Mahal, Wagub DKI Sebut Itu Sesuai Aturan

Soal "Commitment Fee" Formula E di Jakarta yang Mahal, Wagub DKI Sebut Itu Sesuai Aturan

Megapolitan
Polisi: Korban Penembakan di Pinang Tangerang Ahli Pengobatan Alternatif dan Ketua Majelis Taklim

Polisi: Korban Penembakan di Pinang Tangerang Ahli Pengobatan Alternatif dan Ketua Majelis Taklim

Megapolitan
Tersangka pada Kasus Korupsi Damkar Depok Diharapkan Bukan sebagai Tumbal

Tersangka pada Kasus Korupsi Damkar Depok Diharapkan Bukan sebagai Tumbal

Megapolitan
Polisi Uji Proyektil pada Kasus Penembakan di Pinang, Kota Tangerang

Polisi Uji Proyektil pada Kasus Penembakan di Pinang, Kota Tangerang

Megapolitan
Pengacara Sebut Pria yang Gantung Diri Saat 'Live' di Tiktok Diduga Dibunuh, Polisi: Belum Mengarah ke Sana

Pengacara Sebut Pria yang Gantung Diri Saat 'Live' di Tiktok Diduga Dibunuh, Polisi: Belum Mengarah ke Sana

Megapolitan
Pengacara Duga Pria yang Gantung Diri Saat 'Live' di Tiktok Korban Pembunuhan Berencana

Pengacara Duga Pria yang Gantung Diri Saat 'Live' di Tiktok Korban Pembunuhan Berencana

Megapolitan
Pengelola Sebut TMII Saat Weekend Sudah Didatangi Ribuan Pengunjung

Pengelola Sebut TMII Saat Weekend Sudah Didatangi Ribuan Pengunjung

Megapolitan
Tugu Sepatu di Jalan Sudirman Dicorat-coret Saat Baru Dipamerkan, Wagub DKI Prihatin

Tugu Sepatu di Jalan Sudirman Dicorat-coret Saat Baru Dipamerkan, Wagub DKI Prihatin

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Usut Pelaku Vandalisme Tugu Sepatu di Jalan Jenderal Sudirman

Pemprov DKI Akan Usut Pelaku Vandalisme Tugu Sepatu di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
Seorang Pemuda Terpeleset dan Tenggelam di Kali Kawasan Sunter Jaya

Seorang Pemuda Terpeleset dan Tenggelam di Kali Kawasan Sunter Jaya

Megapolitan
Ganjil Genap di Kawasan Wisata Pengaruhi Jumlah Pegunjung TMII

Ganjil Genap di Kawasan Wisata Pengaruhi Jumlah Pegunjung TMII

Megapolitan
Polisi Selidiki Kematian Seorang Pria di Tangerang yang Ditembak Orang Tak Dikenal

Polisi Selidiki Kematian Seorang Pria di Tangerang yang Ditembak Orang Tak Dikenal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.