Kompas.com - 23/10/2013, 16:05 WIB
Gubenur DKI Jakarta Joko Widodo melakukan inspeksi mendadak di kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jakarta Timur, Jumat (18/10/2013). KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADOGubenur DKI Jakarta Joko Widodo melakukan inspeksi mendadak di kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jakarta Timur, Jumat (18/10/2013).
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meminta Dewan Pengupahan segera menyelesaikan survei komponen hidup layak (KHL). Survei KHL itu akan menjadi dasar bagi Pemerintah Provinsi DKI untuk menentukan upah minimum provinsi.

"Sampai sekarang belum sampai di meja saya. Harusnya cepat karena harus segera kita putuskan," ujar Jokowi di Balaikota Jakarta, Rabu (23/10/2013).

Jokowi enggan memperkirakan besaran UMP DKI 2014. Ia menyerahkan sepenuhnya hal tersebut kepada Dewan Pengupahan. Namun, dia berharap nilai UMP dapat diterima oleh para pekerja dan pengusaha. "Tanyakan ke Dewan Pengupahan. Tapi ya buruhnya minta naik, kita tunggu saja gimana," ujarnya.

Setiap tahun besaran UMP selalu direvisi. Pada tahun ini, UMP DKI ditetapkan sebesar Rp 2,2 juta. Pada 2012, UMP DKI ditetapkan sebesar Rp 1,9 juta.

UMP didapat dari survei Dewan Pengupahan DKI atas KHL. KHL merupakan standar kebutuhan yang harus dipenuhi oleh seorang pekerja atau buruh lajang untuk mendapat hidup layak baik secara fisik, nonfisik, dan sosial untuk kebutuhan satu bulan.

Anggota Dewan Pengupahan DKI, Sarman Siman Jorang memastikan, penetapan UMP DKI 2014 mengalami kemunduran. Penetapan itu seharusnya dilakukan pada 1 November, tetapi tahun ini diprediksi terlambat dua pekan bahkan lebih. Keterlambatan itu disebabkan oleh telatnya survei oleh Dewan Pengupahan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Klaster Krukut: Bertambah 12, Warga Terpapar Covid-19 Jadi 101 Orang

UPDATE Klaster Krukut: Bertambah 12, Warga Terpapar Covid-19 Jadi 101 Orang

Megapolitan
Anak Autis Korban Pelecehan Seksual di Bekasi Diancam dan Diimingi Uang oleh Pelaku

Anak Autis Korban Pelecehan Seksual di Bekasi Diancam dan Diimingi Uang oleh Pelaku

Megapolitan
UPDATE: Tak Ada Tambahan Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel

UPDATE: Tak Ada Tambahan Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Hari Ini, Terdakwa Kasus Kebakaran Lapas Tangerang Akan Jalani Sidang Perdana

Hari Ini, Terdakwa Kasus Kebakaran Lapas Tangerang Akan Jalani Sidang Perdana

Megapolitan
Perpanjangan PPKM Level 2 di Jakarta, PTM Tetap 100 Persen

Perpanjangan PPKM Level 2 di Jakarta, PTM Tetap 100 Persen

Megapolitan
PTM 100 Persen di Kota Tangerang, Dihantui Varian Omicron dan SKB 4 Menteri Jadi Kambing Hitam

PTM 100 Persen di Kota Tangerang, Dihantui Varian Omicron dan SKB 4 Menteri Jadi Kambing Hitam

Megapolitan
39 Sekolah di Jakarta Ditutup karena Temuan Kasus Covid-19, Ini Daftarnya...

39 Sekolah di Jakarta Ditutup karena Temuan Kasus Covid-19, Ini Daftarnya...

Megapolitan
Kontras Sebut Penjemputan Paksa Fatia Tunjukkan Polisi Alat Penguasa untuk Takuti Masyarakat

Kontras Sebut Penjemputan Paksa Fatia Tunjukkan Polisi Alat Penguasa untuk Takuti Masyarakat

Megapolitan
Truk Tabrak Pohon di Lenteng Agung, Sopir Tewas Terjepit Dasbor dan 2 Orang Terluka

Truk Tabrak Pohon di Lenteng Agung, Sopir Tewas Terjepit Dasbor dan 2 Orang Terluka

Megapolitan
Prostitusi di Panti Pijat Depok Terungkap dari Investigasi Warga, Ditemukan Alat Kontrasepsi hingga Terancam Ditutup

Prostitusi di Panti Pijat Depok Terungkap dari Investigasi Warga, Ditemukan Alat Kontrasepsi hingga Terancam Ditutup

Megapolitan
Jakpro Klaim Warga yang Tinggal di Pinggir Rel Dekat JIS Bukan Korban Gusuran dari Kampung Bayam

Jakpro Klaim Warga yang Tinggal di Pinggir Rel Dekat JIS Bukan Korban Gusuran dari Kampung Bayam

Megapolitan
Fatia Kontras Hendak Dijemput Paksa Polisi untuk Diperiksa Kasus Pencemaran Nama Baik Luhut

Fatia Kontras Hendak Dijemput Paksa Polisi untuk Diperiksa Kasus Pencemaran Nama Baik Luhut

Megapolitan
PPKM Level 2 Jakarta Diperpanjang, Makan di Tempat saat Resepsi Pernikahan Dilarang

PPKM Level 2 Jakarta Diperpanjang, Makan di Tempat saat Resepsi Pernikahan Dilarang

Megapolitan
PPKM Jakarta Tak Naik Level meskipun Jadi Pusat Omicron

PPKM Jakarta Tak Naik Level meskipun Jadi Pusat Omicron

Megapolitan
Warga Terdampak Proyek JIS Tinggal di Pinggir Rel Kereta, PT KAI Akan Lakukan Penertiban

Warga Terdampak Proyek JIS Tinggal di Pinggir Rel Kereta, PT KAI Akan Lakukan Penertiban

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.