Kompas.com - 28/10/2013, 17:02 WIB
Awan gelap mengantung diatas langit Jakarta sore hari, Jakarta, Senin (4/2/2013). Potensi hujan masih cukup tinggi di Jakabodetabek.

KOMPAS/LASTI KURNIAAwan gelap mengantung diatas langit Jakarta sore hari, Jakarta, Senin (4/2/2013). Potensi hujan masih cukup tinggi di Jakabodetabek.
|
EditorEko Hendrawan Sofyan

JAKARTA, KOMPAS.com — Provinsi DKI Jakarta baru akan mulai masuk musim hujan pada akhir Oktober ini.

Kepala Sub-bidang Cuaca Ekstrem BMKG Kukuh Rubidianto mengatakan, puncak musim hujan di Jakarta ialah pada rentang Januari-Februari. "Akhir Oktober itu baru masuk musim hujannya. Puncaknya di Januari-Februari," kata Kukuh kepada Kompas.com di Jakarta, Senin (28/10/2013).

Kukuh menjelaskan, saat ini Jakarta dan wilayah Jabodetabek masih mengalami masa transisi. Masa itu merupakan perpindahan dari musim kemarau ke musim hujan.

Pada musim transisi itu, kata Kukuh, dapat terlihat dengan sering terjadinya hujan deras disertai angin, tetapi waktunya sebentar. Apabila sudah masuk musim hujan, intensitas yang terjadi memakan waktu hingga berjam-jam.

Lebih jauh, Kukuh mengatakan, hujan pada masa transisi ini biasanya terjadi pada sore menjelang malam. Pada masa transisi, hujan menjadi lebih tidak menentu dan terjadi penguapan yang lebih cepat. Penguapan itu kemudian menimbulkan awan lokal, yang disebut dengan cumulonimbus. Awan inilah yang menyebabkan hujan pada masa transisi disertai angin dan petir.

"Jadi, perlu diwaspadai petir bahkan puting beliung. Seperti yang kemarin terjadi di Jakarta Selatan, hujan disertai dengan angin kencang," kata Kukuh.

Ia juga mengatakan, secara normal, seharusnya Jakarta sudah masuk musim hujan. Namun, menurut dia, tidak ada masalah dengan masa transisi ini. Pada akhir Oktober, wilayah pertama yang akan memasuki musim hujan adalah Jakarta Selatan. Sementara Jakarta Utara dan sekitarnya baru akan memasuki musim hujan pada November.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sementara ini hujan masih dominan di wilayah Jakarta Selatan, Depok, dan Bogor. Kemarin di rumah saya di Bojong Gede bahkan sudah hujan es," ujar Kukuh.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KNKT Turun Tangan Setelah 500-an Kecelakaan Bus Transjakarta...

KNKT Turun Tangan Setelah 500-an Kecelakaan Bus Transjakarta...

Megapolitan
Periode Natal dan Tahun Baru 2022, Polres Tangsel Gelar Razia Prokes Covid-10

Periode Natal dan Tahun Baru 2022, Polres Tangsel Gelar Razia Prokes Covid-10

Megapolitan
Mobil Honda HRV Hangus Terbakar di Tol Dalam Kota Slipi

Mobil Honda HRV Hangus Terbakar di Tol Dalam Kota Slipi

Megapolitan
Dua Rumah Terbakar di Tamansari dan Tambora, Diduga akibat Korsleting Listrik

Dua Rumah Terbakar di Tamansari dan Tambora, Diduga akibat Korsleting Listrik

Megapolitan
Duduk Perkara Pebalap Liar Keroyok Polisi di Pondok Indah

Duduk Perkara Pebalap Liar Keroyok Polisi di Pondok Indah

Megapolitan
Bunga Bangkai Tumbuh di Joglo Kembangan, Lurah: Buat Edukasi Anak Sekolah

Bunga Bangkai Tumbuh di Joglo Kembangan, Lurah: Buat Edukasi Anak Sekolah

Megapolitan
Polda Metro Jaya Janji Usut Dugaan Pengaturan Skor Perserang di Liga 2

Polda Metro Jaya Janji Usut Dugaan Pengaturan Skor Perserang di Liga 2

Megapolitan
Kondisi Briptu Irwan yang Dikeroyok Dekat Bundaran Pondok Indah Membaik

Kondisi Briptu Irwan yang Dikeroyok Dekat Bundaran Pondok Indah Membaik

Megapolitan
Polres Jaksel Buru Geng Motor Pengeroyok Polisi di Pondok Indah

Polres Jaksel Buru Geng Motor Pengeroyok Polisi di Pondok Indah

Megapolitan
Masih Diperiksa, Ipda OS Belum Ditahan Usai Jadi Tersangka Penembakan di Exit Tol Bintaro

Masih Diperiksa, Ipda OS Belum Ditahan Usai Jadi Tersangka Penembakan di Exit Tol Bintaro

Megapolitan
Polisi Tegaskan Penembakan yang Dilakukan Ipda OS Tak Dibenarkan meski Bela Diri

Polisi Tegaskan Penembakan yang Dilakukan Ipda OS Tak Dibenarkan meski Bela Diri

Megapolitan
Polisi: Korban Penembakan di Exit Tol Bintaro Mengaku Wartawan yang Sedang Investigasi

Polisi: Korban Penembakan di Exit Tol Bintaro Mengaku Wartawan yang Sedang Investigasi

Megapolitan
Pemprov DKI Upayakan Proyek Tanggul NCICD Berlanjut demi Cegah Banjir Rob

Pemprov DKI Upayakan Proyek Tanggul NCICD Berlanjut demi Cegah Banjir Rob

Megapolitan
Rapat Persiapan Audit Kecelakaan Bus Transjakarta, KNKT Soroti Kemungkinan Pengemudi Kelelahan

Rapat Persiapan Audit Kecelakaan Bus Transjakarta, KNKT Soroti Kemungkinan Pengemudi Kelelahan

Megapolitan
4 Orang Dibacok di Sepatan, Salah Satu Korban Gadis Berusia 14 Tahun

4 Orang Dibacok di Sepatan, Salah Satu Korban Gadis Berusia 14 Tahun

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.