Basuki: Koruptor, Pengkhianat Darah dan Nyawa Pahlawan

Kompas.com - 11/11/2013, 15:36 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat memberikan keterangan kepada wartawan. Kamis (10/10/2013). Kompas.com/Robertus BelarminusWakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat memberikan keterangan kepada wartawan. Kamis (10/10/2013).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Hari pahlawan yang diperingati setiap 10 November memiliki makna berarti bagi Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Menurut dia, para pejabat dan pemimpin negara yang ada saat ini tidak akan bisa sebanding dengan pahlawan yang gugur mengorbankan darah dan nyawa mereka.

"Bagi saya, minimal kamu enggak mengkhianati perjuangan pahlawan yang sudah gugur. Caranya, enggak usah korupsi. Jadi, koruptor itu pengkhianat dan menghina nyawa pahlawan," kata Basuki, di Lapangan Monas, Jakarta, Senin (11/11/2013).

Peraih Bung Hatta Anti Corruption Awards 2013 itu mengatakan, untuk menjadi pahlawan saat ini, tidak perlu mengorbankan nyawa hingga tetes darah terakhir. Sebab, sudah tidak ada lagi kesempatan untuk menyamakan para pejuang yang telah gugur dengan pemimpin yang ada sekarang.

Kemudian, bagaimana cara agar masyarakat dapat menghormati jasa-jasa para pahlawan. Menurut dia, itu dapat dilakukan dengan tidak mengkhianati nyawa yang telah dikorbankan pahlawan, yaitu dengan tidak melakukan tindak pidana korupsi.

"Itulah definisi kepahlawanan menurut saya," kata Basuki.

Pria yang akrab disapa Ahok itu menuturkan, sudah sepantasnya pejabat publik tidak mencuri uang rakyat. Sebab, saat dilantik, mereka sudah berada di bawah sumpah. Justru kalau korupsi sampai terjadi, itu akan melanggar sumpah.

Saat mendapat Bung Hatta Anti Corruption Awards 2013, Basuki dinilai sebagai sosok yang bersih sejak jadi anggota DPRD hingga menjadi orang nomor dua di Ibu Kota. Tidak hanya itu, rapat-rapat kerja yang disiarkan melalui situs YouTube juga menjadi salah satu pertimbangan. Selain itu, Basuki juga dinilai tidak hanya transparan dalam anggaran daerah, tetapi juga melakukan publikasi langsung kepada publik, seperti melalui situs video YouTube.

Ia juga dinilai secara sistematis memangkas peluang korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di lingkungan Pemprov DKI DKI. Kemudian, dengan jabatan yang kini disandangnya, apakah Basuki dapat tergoda untuk menyalahgunakan anggaran seperti pejabat-pejabat yang telah terjaring oleh KPK?

"Mudah-mudahan enggak, sampai akhir hayat," tegas dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua DPRD Minta Kasus Hepatitis A di SMPN 20 Depok Ditangani Serius

Ketua DPRD Minta Kasus Hepatitis A di SMPN 20 Depok Ditangani Serius

Megapolitan
Rekonstruksi Penyiraman Air Keras di Jakbar Jadi Tontonan Warga

Rekonstruksi Penyiraman Air Keras di Jakbar Jadi Tontonan Warga

Megapolitan
Sering Diberitakan karena Gugatan Orangtua Murid, SMA Kolese Gonzaga: Itu Iklan Gratis

Sering Diberitakan karena Gugatan Orangtua Murid, SMA Kolese Gonzaga: Itu Iklan Gratis

Megapolitan
Malam Tahun Baru, Jam Operasional KRL Diperpanjang hingga Pukul 02.00 WIB

Malam Tahun Baru, Jam Operasional KRL Diperpanjang hingga Pukul 02.00 WIB

Megapolitan
Kusni Kasdut Penjahat yang Fenomenal: Tobat Setelah Empat Vonis Hakim (4)

Kusni Kasdut Penjahat yang Fenomenal: Tobat Setelah Empat Vonis Hakim (4)

Megapolitan
Kapasitas Jakarta International Stadium 82.000 Penonton

Kapasitas Jakarta International Stadium 82.000 Penonton

Megapolitan
PT KAI Beri Kompensasi atas Keterlambatan Kereta Api Antarkota

PT KAI Beri Kompensasi atas Keterlambatan Kereta Api Antarkota

Megapolitan
Jalani Adegan Rekonstruksi, Begini Cara Tersangka Siram Korban dengan Air Keras

Jalani Adegan Rekonstruksi, Begini Cara Tersangka Siram Korban dengan Air Keras

Megapolitan
Mengenal Dua Jenis Marka di Jalur Sepeda

Mengenal Dua Jenis Marka di Jalur Sepeda

Megapolitan
Sejumlah Rumah di Tangsel Retak, Warga Diminta Mengungsi

Sejumlah Rumah di Tangsel Retak, Warga Diminta Mengungsi

Megapolitan
BPBD Tangsel Buat Serapan Air untuk Cegah Longsor karena Pergeseran Tanah

BPBD Tangsel Buat Serapan Air untuk Cegah Longsor karena Pergeseran Tanah

Megapolitan
Ditegur karena Tak Sopan, Anggota Ormas Pukuli Kuli Bangunan di Pondok Aren

Ditegur karena Tak Sopan, Anggota Ormas Pukuli Kuli Bangunan di Pondok Aren

Megapolitan
Orangtua Ungkap Alasan Mau Berdamai dengan SMA Gonzaga Terkait Murid Tinggal Kelas

Orangtua Ungkap Alasan Mau Berdamai dengan SMA Gonzaga Terkait Murid Tinggal Kelas

Megapolitan
Ini Tiga Poin Kesepakatan Damai SMA Kolese Gonzaga dan Orangtua Murid

Ini Tiga Poin Kesepakatan Damai SMA Kolese Gonzaga dan Orangtua Murid

Megapolitan
Diduga Bobol ATM, 10 Oknum Satpol PP Resmi Dipecat

Diduga Bobol ATM, 10 Oknum Satpol PP Resmi Dipecat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X