Airin Janji Entaskan Kemiskinan di Tangsel Mulai Tahun Depan

Kompas.com - 22/11/2013, 21:19 WIB
Airin Rachmia Diany saat menjenguk suami, Tubagus  Chaeri Wardana di rumah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi, pada hari raya Idul Adha, Selasa (15/10/2013). KOMPAS.COM/SANDRO GATRAAirin Rachmia Diany saat menjenguk suami, Tubagus Chaeri Wardana di rumah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi, pada hari raya Idul Adha, Selasa (15/10/2013).
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com - Jelang empat tahun masa pemerintahannya, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany dan Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie berencana memulai program pengentasan kemiskinan. Program itu akan dilakukan mulai tahun depan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), jumlah rumah tangga miskin di Kota Tangsel mencapai 20.057 KK. Angka itu berdasarkan Pendataan Perlindungan Sosial (PPLS) BPS Kota Tangsel pada 2011.

Dari data BPS Tangsel pula, rumah tangga miskin di Tangsel dibedakan menjadi tiga golongan. Jumlah penduduk golongan paling miskin sebanyak 4.563 KK, sedangkan golongan miskin mencapai 7.747 KK. Adapun golongan hampir miskin dengan jumlah 7.547 KK.

"Selama perjalanan tiga tahun roda pemerintahan saya bersama Pak Benyamin Davnie (Wakil Wali Kota Tangsel), kami memang fokus pada tiga bidang, yakni pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Pada tahun keempat nanti, kami akan fokuskan kepada pengentasan kemiskinan," ujar Airin, Jumat (22/11/2013).

Untuk itu, kata Airin, Pemkot Tangsel akan meningkatkan program pelatihan kewirausahaan agar warga dapat menghasilkan pendapatan sendiri. Selain itu, usaha sendiri ini juga dapat memberikan peluang kerja bagi warga yang belum mempunyai pekerjaan.

Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Zaki Mubarak, menilai Pemkot Tangsel harus serius menangani kemiskinan karena jumlahnya terus bertambah. Pada tahun 2011, jumlah penduduk miskin di Kota Tangsel sebanyak 8 persen dari total penduduk. Tahun lalu, jumlahnya naik menjadi menjadi 11 persen. "Ini menandakan Pemkot Tangsel kurang serius mengatasi kemiskinan," kata Zaki.

Dosen Fakultas Ilmu Politik ini mengatakan, Pemkot Tangsel seharusnya juga membuat parameter kemiskinan. Parameter kemiskinan diperlukan agar program penganggaran pengentasan kemiskinan lebih terukur dan jelas. "Porsi anggaran untuk pengentasan kemiskinan jelas harus ditambah. Saya lihat, selama ini porsi anggaran lebih fokus pada pembangunan infrastruktur," ujarnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Pasar Mayestik, Pasar Jaya Diminta Tidak Tutupi Informasi Pedagang Terpapar Covid-19

Polemik Pasar Mayestik, Pasar Jaya Diminta Tidak Tutupi Informasi Pedagang Terpapar Covid-19

Megapolitan
Penumpang KRL Tak Tertib hingga Rusak Pagar, PT KCI Tutup Akses Selatan Stasiun Tanah Abang

Penumpang KRL Tak Tertib hingga Rusak Pagar, PT KCI Tutup Akses Selatan Stasiun Tanah Abang

Megapolitan
Ledakan di Tempat Laundry Bintaro, Diduga akibat Tabung Gas Bocor

Ledakan di Tempat Laundry Bintaro, Diduga akibat Tabung Gas Bocor

Megapolitan
Jasa Marga Targetkan Tol Kunciran-Bandara Soetta Beroperasi Akhir 2020

Jasa Marga Targetkan Tol Kunciran-Bandara Soetta Beroperasi Akhir 2020

Megapolitan
Bangunan Liar di Sekitar Danau Sunter Dibongkar untuk Bikin Jogging Track

Bangunan Liar di Sekitar Danau Sunter Dibongkar untuk Bikin Jogging Track

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Sunter Agung Tinggi, Lurah: Beberapa Tertular dari Lingkungan Kerja

Kasus Covid-19 di Sunter Agung Tinggi, Lurah: Beberapa Tertular dari Lingkungan Kerja

Megapolitan
Masa Pandemi, Siswa SD dan SMP di Kota Tangerang Dapat Pelajaran Bercocok Tanam dan Wirausaha

Masa Pandemi, Siswa SD dan SMP di Kota Tangerang Dapat Pelajaran Bercocok Tanam dan Wirausaha

Megapolitan
Struktur Bata Berbentuk Lorong yang Diduga Bangunan Kuno Ditemukan di Proyek DDT Stasiun Bekasi

Struktur Bata Berbentuk Lorong yang Diduga Bangunan Kuno Ditemukan di Proyek DDT Stasiun Bekasi

Megapolitan
3 Tersangka Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel Ditangkap

3 Tersangka Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel Ditangkap

Megapolitan
Tangerang Raya, Bekasi, dan Bogor Masuk Zona Oranye, Apa Artinya?

Tangerang Raya, Bekasi, dan Bogor Masuk Zona Oranye, Apa Artinya?

Megapolitan
Polisi Tunggu Kajian Pemprov DKI soal Wacana Ganjil Genap 24 Jam

Polisi Tunggu Kajian Pemprov DKI soal Wacana Ganjil Genap 24 Jam

Megapolitan
JPU Akan Hadirkan 3 Saksi Memberatkan untuk Putra Siregar

JPU Akan Hadirkan 3 Saksi Memberatkan untuk Putra Siregar

Megapolitan
Polisi Akan Panggil Selegram Berinisial HB dan GD yang Bantu Promosikan Klinik Dokter Gigi Gadungan

Polisi Akan Panggil Selegram Berinisial HB dan GD yang Bantu Promosikan Klinik Dokter Gigi Gadungan

Megapolitan
Pemerkosa di Bintaro Akui Batalkan Niat Mencuri karena Tak Tahan Nafsu dengan Korban

Pemerkosa di Bintaro Akui Batalkan Niat Mencuri karena Tak Tahan Nafsu dengan Korban

Megapolitan
Margo City: Giant Sudah Lapor Satgas soal Pegawai Terindikasi Positif Covid-19

Margo City: Giant Sudah Lapor Satgas soal Pegawai Terindikasi Positif Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X