Kompas.com - 07/01/2014, 06:18 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com - Razia kembali digelar untuk menertibkan para pedagang kaki lima di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (6/1/12014). Sebanyak 227 personil gabungan diterjunkan untuk menertibkan wilayah Tanah Abang yakni dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, TNI, dan Polisi.

"Mereka (PKL) sudah mulai melanggar, jadi kami mengingatkan kembali akan tugas dan fungsinya," kata Camat Tanah Abang Hidayatullah, Senin. Penertiban dilakukan untuk mengingatkan kembali tentang fungsi jalan dan saluran di Jalan Mas Mansyur, Jalan Fahrudin, dan Jalan Metro Tanah Abang.

Selewat tahun baru, kata Hidayatullah, PKL kembali marak di kawasan tersebut, melanggar Perda Nomor 08 Tahun 2007. Sanksi tindak pidana ringan juga akan diterapkan kepada PKL yang terus-menerus melanggar aturan tersebut.

Hidayatullah mengaku sudah berkoordinasi dengan Wali Kota Jakarta Pusat terkait penerapan tipiring ini. "Kemungkinan awal Februari, nanti kami terapkan kembali, agar para pedagang jera berdagang di badan jalan dan di atas saluran," kata dia.

Barang-barang para pedagang kaki lima yang terjaring razia, ujar Hidayatullah, akan dibawa ke gudang Satpol PP di Cawang, Jakarta Timur. Dari pantauan Kompas.com, para petugas yang melakukan razia mengangkut barang dagangan hingga gerobak milik para PKL. Gerobak kosong tanpa pedagang maupun barang dagangan yang salah tempat, juga diangkut serta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mobil Tabrak Separator Busway, Diduga Hilang Kendali Saat Tertinggal Iring-iringan Pengantar Jenazah

Mobil Tabrak Separator Busway, Diduga Hilang Kendali Saat Tertinggal Iring-iringan Pengantar Jenazah

Megapolitan
Sakit Hati Ditegur, Seorang Teknisi Hujamkan Katana ke Kepala TU SMA Unggulan di Jakarta Timur

Sakit Hati Ditegur, Seorang Teknisi Hujamkan Katana ke Kepala TU SMA Unggulan di Jakarta Timur

Megapolitan
PPKM di Jabodetabek Kembali ke Level 1, Kemendagri Sebut Ada Tren Penurunan Kasus Covid-19

PPKM di Jabodetabek Kembali ke Level 1, Kemendagri Sebut Ada Tren Penurunan Kasus Covid-19

Megapolitan
Mendadak Balik Arah Aturan PPKM Jakarta, Pelonggaran Pembatasan setelah Puncak Pandemi Berlalu

Mendadak Balik Arah Aturan PPKM Jakarta, Pelonggaran Pembatasan setelah Puncak Pandemi Berlalu

Megapolitan
Parkir Liar Kerap Bikin Macet, Polisi Akan Tindak Tegas Siapa Pun Pelanggarnya

Parkir Liar Kerap Bikin Macet, Polisi Akan Tindak Tegas Siapa Pun Pelanggarnya

Megapolitan
Curi Motor di Jakasampurna Bekasi, Pelaku Malah Tinggalkan Motornya di Tempat Pencurian

Curi Motor di Jakasampurna Bekasi, Pelaku Malah Tinggalkan Motornya di Tempat Pencurian

Megapolitan
Pria Terkapar Berlumuran Darah di Gang Sempit Tambora, Polisi: Warga Dengar Suara Cekcok

Pria Terkapar Berlumuran Darah di Gang Sempit Tambora, Polisi: Warga Dengar Suara Cekcok

Megapolitan
Pemulung Korban Penganiayaan Disebut Kerap Tidur di Trotoar Jalan Gatot Subroto

Pemulung Korban Penganiayaan Disebut Kerap Tidur di Trotoar Jalan Gatot Subroto

Megapolitan
Pemulung Ditemukan Tergeletak Bersimbah Darah di Trotoar Jalan Gatot Subroto, Diduga Dikeroyok 2 Orang

Pemulung Ditemukan Tergeletak Bersimbah Darah di Trotoar Jalan Gatot Subroto, Diduga Dikeroyok 2 Orang

Megapolitan
Pengelola Transportasi dan Ruang Publik di DKI Jakarta Dinilai Abaikan Prokes Covid-19

Pengelola Transportasi dan Ruang Publik di DKI Jakarta Dinilai Abaikan Prokes Covid-19

Megapolitan
22 Nama Jalan di Jakarta Diganti, Disdukcapil DKI: 959 e-KTP Sedang dalam Proses Pergantian Alamat

22 Nama Jalan di Jakarta Diganti, Disdukcapil DKI: 959 e-KTP Sedang dalam Proses Pergantian Alamat

Megapolitan
Seorang Pemulung Ditemukan Tergeletak di Pinggir Jalan Gatot Subroto, Wajahnya Bersimbah Darah

Seorang Pemulung Ditemukan Tergeletak di Pinggir Jalan Gatot Subroto, Wajahnya Bersimbah Darah

Megapolitan
Polisi dan Dishub DKI Sosialisasi Larangan Parkir Liar di Jalan Kebon Sirih karena Kerap Bikin Macet

Polisi dan Dishub DKI Sosialisasi Larangan Parkir Liar di Jalan Kebon Sirih karena Kerap Bikin Macet

Megapolitan
PPKM Jabodetabek Diralat Jadi Level 1, Ini Aturan Lengkapnya

PPKM Jabodetabek Diralat Jadi Level 1, Ini Aturan Lengkapnya

Megapolitan
Jakarta Sempat Sumbang Kasus Covid-19 Terbanyak, Pemprov Didesak Segerakan Vaksinasi Booster

Jakarta Sempat Sumbang Kasus Covid-19 Terbanyak, Pemprov Didesak Segerakan Vaksinasi Booster

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.