BMKG: Hujan 2013 Lebih Parah daripada 2014

Kompas.com - 20/01/2014, 09:07 WIB
Banjir kembali menutup akses Jalan Abdullah Syafei, Tebet yang menghubungkan Casablanca dan Jatinegara, Jakarta, Sabtu (18/1/2014). Curah hujan yang masih tinggi mengakibatkan debit air Sungai Ciliwung meningkat dan membanjiri pemukiman warga di Bukit Duri dan Kampung Melayu, Jakarta. Kompas/Lucky PransiskaBanjir kembali menutup akses Jalan Abdullah Syafei, Tebet yang menghubungkan Casablanca dan Jatinegara, Jakarta, Sabtu (18/1/2014). Curah hujan yang masih tinggi mengakibatkan debit air Sungai Ciliwung meningkat dan membanjiri pemukiman warga di Bukit Duri dan Kampung Melayu, Jakarta.
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Utama Perubahan Iklim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Edvin Aldrian mengungkapkan, berdasarkan data BMKG, curah hujan tahun 2013 lebih besar daripada tahun 2014.

Sebagai gambaran, pada tanggal 14 hingga 17 Januari 2013, rata-rata terdapat 9 hingga 10 titik yang menerima curah hujan tinggi lebih dari 100 milimeter kubik per hari. Lokasi-lokasi itu berada di Tanjung Priok (118 mm3), Kemayoran (193 mm3), Pakubuwono (110 mm3), Halim Perdanakusuma (148,2 mm3), Cengkareng (135 mm3), Kedoya (105 mm3), dan wilayah lain.

"Di tanggal yang sama tahun 2014 ini, curah hujan kami yakini lebih rendah ketimbang tahun lalu. Malah ada 20 titik wilayah di DKI Jakarta yang peneliti kita jadikan tolak ukur," ujarnya, saat dihubungi Kompas.com, Senin (20/1/2014) pagi.

Salah satu penyebab mengapa curah hujan tahun lalu lebih sedikit daripada tahun ini adalah tidak berkembangnya badai tropis di wilayah Asia, khususnya Asia bagian tenggara. Padahal, situasi tersebut telah diprediksi oleh BMKG sejak awal.

Meski demikian, pada tanggal 11 hingga 12 Januari 2014, Jakarta sempat menerima curah hujan di atas 100 mm3, yakni di Halim Perdanakusuma, Depok, Pasar Minggu, Lebak Bulus, Taman Mini, Mekarsari, Jagorawi, dan lainnya.

Namun, secara umum kondisi tersebut tak lebih besar daripada tahun 2013. Edvin mengatakan, pihaknya akan terus memantau perubahan cuaca hingga berakhirnya musim penghujan di DKI yang diprediksi bakal berakhir hingga tiga setengah bulan yang akan datang.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.732 Pengendara Motor Melanggar Rambu Lalu Lintas dan Terekam ETLE

1.732 Pengendara Motor Melanggar Rambu Lalu Lintas dan Terekam ETLE

Megapolitan
Soal Voting Terbuka untuk Pilih Wagub DKI, F-Gerindra Sebut Anies Pernah Inginkan Itu

Soal Voting Terbuka untuk Pilih Wagub DKI, F-Gerindra Sebut Anies Pernah Inginkan Itu

Megapolitan
Anies Sebut Bank DKI Berkontribusi Besar dalam Penerapan MRT hingga LRT Jakarta

Anies Sebut Bank DKI Berkontribusi Besar dalam Penerapan MRT hingga LRT Jakarta

Megapolitan
Sandiaga Uno Berharap Tidak Ada Muatan Kepentingan dalam Pemilihan Wagub DKI

Sandiaga Uno Berharap Tidak Ada Muatan Kepentingan dalam Pemilihan Wagub DKI

Megapolitan
Tukang Ojek Pangkalan yang Peras Penumpang hingga Ratusan Ribu Menyesali Perbuatannya

Tukang Ojek Pangkalan yang Peras Penumpang hingga Ratusan Ribu Menyesali Perbuatannya

Megapolitan
DPRD Bakal Libatkan KPK dalam Pemilihan Wagub DKI untuk Hilangkan Sentimen Politik Uang

DPRD Bakal Libatkan KPK dalam Pemilihan Wagub DKI untuk Hilangkan Sentimen Politik Uang

Megapolitan
Sandiaga Wanti-wanti Jangan Sampai Sirkuit Formula E Rusak Cagar Budaya Monas

Sandiaga Wanti-wanti Jangan Sampai Sirkuit Formula E Rusak Cagar Budaya Monas

Megapolitan
Kronologi Tiga Penumpang Ojek Pangkalan Terminal Kalideres Ditembak Tarif Rp 750.000

Kronologi Tiga Penumpang Ojek Pangkalan Terminal Kalideres Ditembak Tarif Rp 750.000

Megapolitan
Hanya Uji Coba, Aspal Sirkuit Formula E di Monas Bakal Dibongkar Lagi

Hanya Uji Coba, Aspal Sirkuit Formula E di Monas Bakal Dibongkar Lagi

Megapolitan
Sandiaga Sebut Kurangnya Sosialisasi Bikin Perpecahan Pandangan Formula E

Sandiaga Sebut Kurangnya Sosialisasi Bikin Perpecahan Pandangan Formula E

Megapolitan
Sebelum Bepergian dengan Ojek Pangkalan, Pastikan Hal Ini agar Tak Menyesal

Sebelum Bepergian dengan Ojek Pangkalan, Pastikan Hal Ini agar Tak Menyesal

Megapolitan
Bakal Sirkuit Balap Formula E di Monas Masuk Tahap Pengaspalan

Bakal Sirkuit Balap Formula E di Monas Masuk Tahap Pengaspalan

Megapolitan
Sandaga Uno Ajak Milenial Bikin Film untuk Majukan Ekonomi Kreatif

Sandaga Uno Ajak Milenial Bikin Film untuk Majukan Ekonomi Kreatif

Megapolitan
Tarif Ojek Malam Mahal, Pengemudi yang Beroperasi Siang Sepi Penumpang

Tarif Ojek Malam Mahal, Pengemudi yang Beroperasi Siang Sepi Penumpang

Megapolitan
Fraksi Demokrat Ajukan Diri untuk Jadi Ketua Panitia Pemilihan Wagub DKI

Fraksi Demokrat Ajukan Diri untuk Jadi Ketua Panitia Pemilihan Wagub DKI

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X