Basuki Serahkan Urusan Penolakan Sodetan Cisadane kepada Jokowi

Kompas.com - 22/01/2014, 20:04 WIB
Alat berat meratakan areal persawahan di Tangerang, Banten, Jumat (22/2/2013). Pengembangan kawasan industri dan perumahan berpengaruh terhadap pengurangan lahan pangan dan kondisi masyarakat.  KOMPAS/AGUS SUSANTO Alat berat meratakan areal persawahan di Tangerang, Banten, Jumat (22/2/2013). Pengembangan kawasan industri dan perumahan berpengaruh terhadap pengurangan lahan pangan dan kondisi masyarakat.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tidak mempermasalahkan penolakan Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah dan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar atas rencana pembangunan sodetan Sungai Ciliwung dan Cisadane. Menurut Basuki, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan melakukan pendekatan kepada pemerintah daerah setempat agar rencana itu dapat terlaksana.

"Kalau Bupati Tangerang menolak, ya urusan Pak Jokowi yang akan datang ke beliau dan menjelaskan semua kajian-kajiannya secara ilmiah," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Rabu (22/1/2014).

Basuki mengatakan, rencana sodetan Ciliwung-Cisadane sudah sejak lama digagas dan kini dihidupkan kembali. Kajian studi atas rencana tersebut juga sudah ada. Pembangunan fisik sodetan tersebut menjadi wewenang Kementerian Pekerjaan Umum.

Meski demikian, Basuki mengatakan bahwa kajian studi itu harus ditinjau ulang dan dilanjutkan kembali sebab kajian oleh Jepang itu mungkin berbeda dari kondisi sekarang. Basuki mengatakan, saat ini wilayah Tangerang telah berkembang pesat, terutama bidang perumahan.

Tentang berkurangnya air di Sungai Cisadane, Basuki mengatakan bahwa sodetan dari Ciliwung dapat menambah kebutuhan air baku di Cisadane. Dengan demikian, pasokan air akan bertambah dan PT PAM Lyonnaise Jakarta dapat membeli air baku melalui PDAM Tangerang yang diambil dari Sungai Cisadane. "Harusnya berkah (bagi Tangerang) karena dapat air tambahan. Harus ada kajian dalam," kata Basuki.

Usulan sodetan Ciliwung-Cisadane tersebut disetujui dalam rapat koordinasi antarpemerintah daerah dan Kementerian Pekerjaan Umum di Bogor, Senin (20/1/2014). Namun, karena Pemerintah Kota dan Kabupaten Tangerang tidak diundang dalam rapat tersebut, Kementerian PU akan mengonsultasikannya lebih dulu dengan pemerintah di kedua daerah tersebut.

Dalam rapat koordinasi itu, juga diputuskan keputusan lainnya, yakni rencana pembuatan Waduk Ciawi dan Sukamahi yang rencananya dibangun pada 2015, sodetan Ciliwung-Kanal Banjir Timur yang selesai pada 2016, revitalisasi situ-situ yang rampung 2015, normalisasi Kali Ciliwung selesai 2016, pembangunan sumur resapan dengan target 2,2 juta sumur di Jakarta, pembuatan dam dan konservasi tanah lain, yang terakhir normalisasi Sungai Cisadane.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[VIDEO] Melihat Banjir Jalan Yos Sudarso dari Atas Tol Wiyoto Wiyono

[VIDEO] Melihat Banjir Jalan Yos Sudarso dari Atas Tol Wiyoto Wiyono

Megapolitan
Jalan Yos Sudarso Masih Banjir Setinggi 50 cm, Pengendara Motor Masuk Tol

Jalan Yos Sudarso Masih Banjir Setinggi 50 cm, Pengendara Motor Masuk Tol

Megapolitan
Langit Sudah Biru, Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih Masih Banjir

Langit Sudah Biru, Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih Masih Banjir

Megapolitan
Kronologi Banjir di RSCM, Rendam Alat Kesehatan hingga Ruang Radioterapi

Kronologi Banjir di RSCM, Rendam Alat Kesehatan hingga Ruang Radioterapi

Megapolitan
Banjir Kampung Melayu Mulai Surut, Warga Tetap Ingin di Pengungsian

Banjir Kampung Melayu Mulai Surut, Warga Tetap Ingin di Pengungsian

Megapolitan
Viral Seorang Ibu Jambak Wanita Muda di KRL, Ini Kata PT KCI

Viral Seorang Ibu Jambak Wanita Muda di KRL, Ini Kata PT KCI

Megapolitan
Banjir Masuk ke Dalam Gedung RSCM, Sejumlah Alat Medis Terendam

Banjir Masuk ke Dalam Gedung RSCM, Sejumlah Alat Medis Terendam

Megapolitan
Kenapa Banjir di Kelapa Gading Lama Surut? Ini Penjelasan Pemprov DKI

Kenapa Banjir di Kelapa Gading Lama Surut? Ini Penjelasan Pemprov DKI

Megapolitan
Kelapa Gading Lumpuh karena Banjir, Warga Minta Pintu Air Sunter Segera Dibuka

Kelapa Gading Lumpuh karena Banjir, Warga Minta Pintu Air Sunter Segera Dibuka

Megapolitan
Satu Jenazah di Kampung Melayu Disolatkan di Kantor Lurah karena Masjid Kebanjiran

Satu Jenazah di Kampung Melayu Disolatkan di Kantor Lurah karena Masjid Kebanjiran

Megapolitan
Banjir di Kampung Melayu Datang Tiba-tiba, Tak Ada Peringatan Bencana kepada Warga

Banjir di Kampung Melayu Datang Tiba-tiba, Tak Ada Peringatan Bencana kepada Warga

Megapolitan
[UPDATE] Jakarta Dikepung Banjir, Hindari Lewat 14 Ruas Jalan Ini!

[UPDATE] Jakarta Dikepung Banjir, Hindari Lewat 14 Ruas Jalan Ini!

Megapolitan
Polda Metro Jaya-Kemenpora Promosikan PON XX Papua dan Anti-narkoba Saat CFD

Polda Metro Jaya-Kemenpora Promosikan PON XX Papua dan Anti-narkoba Saat CFD

Megapolitan
Jika Rumah Kebanjiran, Ini yang Perlu Dilakukan Warga Terkait Listrik

Jika Rumah Kebanjiran, Ini yang Perlu Dilakukan Warga Terkait Listrik

Megapolitan
Kampung Pulo Banjir, Anak-anak Main Air, Warga Bersihkan Rumah

Kampung Pulo Banjir, Anak-anak Main Air, Warga Bersihkan Rumah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X