Kompas.com - 08/02/2014, 14:51 WIB
Bus tingkat wisata melintas di sekitar Bundaran HI, Jakarta Pusat, untuk diperkenalkan kepada masyarakat, Kamis (16/1/2014). Pemprov DKI Jakarta mendatangkan lima bus tingkat dari China untuk meningkatkan pariwisata, yang akan mulai dioperasikan awal Februari. TRIBUNNEWS/HERUDINBus tingkat wisata melintas di sekitar Bundaran HI, Jakarta Pusat, untuk diperkenalkan kepada masyarakat, Kamis (16/1/2014). Pemprov DKI Jakarta mendatangkan lima bus tingkat dari China untuk meningkatkan pariwisata, yang akan mulai dioperasikan awal Februari.
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com — Lima bus tingkat wisata yang telah diuji coba Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo beberapa pekan lalu ditunda pengoperasiannya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budhiman menargetkan awal Februari ini bus tersebut mulai dioperasikan. Namun, rencana itu ditunda lagi hingga Maret mendatang.

"Maunya sih secepatnya. Mudah-mudahan awal Maret beroperasi," kata Arie kepada Kompas.com di Jakarta, Sabtu (8/2/2014).

Hingga saat ini, lima bus tingkat buatan China itu masih dalam proses uji kelaikan di Ditjen Hubungan Darat Kementerian Perhubungan. Setelah proses itu selesai, baru akan disertifikasi. Setelah itu, masih harus melalui uji kir serta pengurusan STNK.

Selain urusan administrasi, Pemprov DKI Jakarta juga masih menunggu surutnya banjir yang merendam hampir seluruh wilayah ibu kota. Jika banjir dan genangan surut, baru bus akan beroperasi lancar. Bumper bus tingkat wisata yang dibuat pendek itu menyulitkan bus tersebut menerobos banjir.

Bus-bus tersebut akan berkeliling melayani warga Jakarta dan turis domestik maupun mancanegara. Pengguna fasilitas itu dibebaskan dari biaya, alias gratis.

Bus-bus tersebut beroperasi setiap hari, mulai pukul 07.00 hingga 21.00 WIB.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ada dua rute yang akan dilalui bus-bus itu. Rute pertama yaitu Bundaran HI-Medan Merdeka Barat-Harmoni-Juanda-Gedung Kesenian Jakarta-Gereja Kathedral-Masjid Istiqlal-Juanda-Medan Merdeka Utara-Istana Negara-Balaikota-MH Thamrin-Bundaran HI. Rute kedua yaitu Bundaran HI-Sudirman-Semanggi-Gatot Subroto-Hotel Sultan-JCC-TVRI-Hotel Mulia-Senayan (Plaza Senayan dan Senayan City-Patung Pemuda-Sudirman-Semanggi-Bundaran HI.

Setiap bus punya kapasitas 60 tempat duduk dan dua di antaranya diperuntukan bagi difabel.

Bus tingkat wisata milik DKI Jakarta itu berbeda dengan bus tingkat wisata yang ada di London, Inggris. Atap bus dibuat tertutup, tidak terbuka, sebab iklim Jakarta berbeda dengan London.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tunggu Hasil Analisa Sampel Bangunan SMA 96 Jakarta yang Roboh

Polisi Tunggu Hasil Analisa Sampel Bangunan SMA 96 Jakarta yang Roboh

Megapolitan
Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga

Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga

Megapolitan
Bandar Narkoba yang Tabrak Polisi Ditangkap di Kendal

Bandar Narkoba yang Tabrak Polisi Ditangkap di Kendal

Megapolitan
Mobil Putar Arah Bikin Macet di Jalan Palmerah Utara, Sudinhub Jakbar Akan Tutup dengan Barrier

Mobil Putar Arah Bikin Macet di Jalan Palmerah Utara, Sudinhub Jakbar Akan Tutup dengan Barrier

Megapolitan
Klarifikasi Jakpro soal Penentuan Lokasi Sirkuit Formula E Jakarta

Klarifikasi Jakpro soal Penentuan Lokasi Sirkuit Formula E Jakarta

Megapolitan
Bangunan di Atas Saluran Air Kemang Belum Seluruhnya Dibongkar, Camat Minta Pemilik Tambah Pekerja

Bangunan di Atas Saluran Air Kemang Belum Seluruhnya Dibongkar, Camat Minta Pemilik Tambah Pekerja

Megapolitan
Pemuda Pancasila Akui 16 Tersangka Ricuh Demo di DPR/MPR Anggota Aktif

Pemuda Pancasila Akui 16 Tersangka Ricuh Demo di DPR/MPR Anggota Aktif

Megapolitan
Anies Sebut Formula Pengupahan Saat Ini Tak Cocok untuk Jakarta

Anies Sebut Formula Pengupahan Saat Ini Tak Cocok untuk Jakarta

Megapolitan
PTM Terbatas di Depok Dimulai Lagi Besok

PTM Terbatas di Depok Dimulai Lagi Besok

Megapolitan
Klaster PTM Terbatas di Kota Bogor, 24 Orang Positif Covid-19

Klaster PTM Terbatas di Kota Bogor, 24 Orang Positif Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Hanya 2 dari 30 Kelurahan yang Nihil Kasus

Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Hanya 2 dari 30 Kelurahan yang Nihil Kasus

Megapolitan
LPSK: Kasus Pelecehan Seksual terhadap Anak Naik Tajam, Diduga Efek Pandemi Covid-19

LPSK: Kasus Pelecehan Seksual terhadap Anak Naik Tajam, Diduga Efek Pandemi Covid-19

Megapolitan
Polisi yang Dianiaya Oknum Anggota Pemuda Pancasila Membaik, Segera Pulang

Polisi yang Dianiaya Oknum Anggota Pemuda Pancasila Membaik, Segera Pulang

Megapolitan
Pelecehan Seksual Anak di Depok Marak Terjadi, Tigor: Status Kota Layak Anak Harus Dicabut

Pelecehan Seksual Anak di Depok Marak Terjadi, Tigor: Status Kota Layak Anak Harus Dicabut

Megapolitan
Sisa Seorang Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Sisa Seorang Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.