Kompas.com - 03/03/2014, 18:45 WIB
Air mengalir perlahan menjelang malam di Kanal Banjir Timur di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Minggu (27/1/2013). KOMPAS/AGUS SUSANTOAir mengalir perlahan menjelang malam di Kanal Banjir Timur di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Minggu (27/1/2013).
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Ratusan kepala keluarga (KK) yang bertempat tinggal di jalur pembuatan sodetan Ciliwung menuju Kanal Banjir Timur (KBT) akan direlokasi ke rumah susun.

"Relokasi kurang lebih 400 KK. Yang paling banyak nanti ada di RT dan RW di kelurahan Kampung Melayu," kata Walikota Jakarta Timur, Krisdianto, melalui pesan singkatnya, kepada Kompas.com, Senin (3/3/2014).

Krisdianto melanjutkan, rumah susun yang rencananya akan disediakan bagi warga relokasi pembuatan sodetan ini yakni Rusun Komarudin, di Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. Selain itu, Rusun Jatinegara Barat juga akan disediakan bagi warga relokasi sodetan Ciliwung-KBT.

"Tapi yang kosong dan siap saat ini di Rusun Komarudin. Untuk yang di eks kantor Dinas Teknis Jatinegara Barat (rusun Jatinegara Barat), tunggu selesai (pembangunan), kurang lebih akhir tahun ini selesainya," ujar Krisdianto.

Hingga saat ini, belum ditentukan kapan relokasi warga tersebut dimulai. Meskipun demikian, sosialisasi kepada warga yang terdampak pembuatan sodetan tetap dilakukan.  "Sosialisasi dan pendataan terus dilakukan sambil mencari solusi terbaik," ujar Krisdianto.

Krisdianto menjelaskan, jika setiap keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak, maka dengan 400 KK diperkirakan sekitar 1.600 jiwa bakal direlokasi.

Krisdianto mengungkapkan, warga pada dasarnya bersedia untuk direlokasi. "Namun, (warga) memohon kepastian ada tidak ganti rugi atau kerohiman," jelas Krisdianto.

Pembuatan sodetan Ciliwung sepanjang 1,27 kilometer ini akan dilakukan mulai kawasan Bidaracina sampai dengan Kali Cipinang yang dihubungkan dengan KBT. Pengerjaan sodetan Kali Ciliwung ke KBT dibagi dalam dua tahap.

Tahap pertama meliputi pembangunan terowongan air sepanjang 1,27 kilometer, sementara pada tahap kedua akan dibangun inlet, outlet, dan normalisasi Kali Cipinang.

Letak inlet berada di Kali Ciliwung, tepatnya di belakang Sekolah Tinggi Ilmu Statistik di Jalan Otto Iskandar Dinata, Jakarta Timur. Adapun outlet ada di Kali Cipinang di kawasan Cipinang Besar Selatan.

Pengerjaan paket kedua akan dilakukan pertengahan 2014. Rute sodetan dimulai dari belakang Sekolah Tinggi Ilmu Statistik atau Jalan Sensus menuju Jalan Otto Iskandar Dinata 3, kemudian ke arah Jalan DI Panjaitan. Dari jalan ini, sodetan berlanjut ke Jalan Kebon Nanas dan berakhir di Cipinang Besar Selatan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polda Metro Jaya Diminta Gelar Street Race untuk Pebalap Mobil Liar

Polda Metro Jaya Diminta Gelar Street Race untuk Pebalap Mobil Liar

Megapolitan
Ayu Thalia Jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik terhadap Nicholas Sean Purnama

Ayu Thalia Jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik terhadap Nicholas Sean Purnama

Megapolitan
Anies Klaim Banjir di Jakarta Cepat Surut, Faktanya Banjir Meluas dan Ratusan Orang Mengungsi

Anies Klaim Banjir di Jakarta Cepat Surut, Faktanya Banjir Meluas dan Ratusan Orang Mengungsi

Megapolitan
Pemkot Jaksel Bantah Ada PNS yang Terlibat dalam Pembongkaran Trotoar di Cilandak

Pemkot Jaksel Bantah Ada PNS yang Terlibat dalam Pembongkaran Trotoar di Cilandak

Megapolitan
Saksi dalam Sidang Munarman: Sebagian Orang yang Saya Transfer ke ISIS Itu Orang FPI

Saksi dalam Sidang Munarman: Sebagian Orang yang Saya Transfer ke ISIS Itu Orang FPI

Megapolitan
Pelaku Penusukan Anggota TNI AD Ditangkap di Tempat Kerja

Pelaku Penusukan Anggota TNI AD Ditangkap di Tempat Kerja

Megapolitan
Polda Metro Klaim Tak Ada Laporan Balap Liar Sejak Wacanakan Street Race

Polda Metro Klaim Tak Ada Laporan Balap Liar Sejak Wacanakan Street Race

Megapolitan
Terungkapnya Baiat ISIS yang Dihadiri Munarman di UIN Ciputat...

Terungkapnya Baiat ISIS yang Dihadiri Munarman di UIN Ciputat...

Megapolitan
Banjir di Jalan Prima Dalam Tegal Alur Tak Kunjung Surut, 85 Rumah Warga Terendam sejak Kemarin

Banjir di Jalan Prima Dalam Tegal Alur Tak Kunjung Surut, 85 Rumah Warga Terendam sejak Kemarin

Megapolitan
Sidak ke Zentrum, Bima Arya: Tak Ada Manfaatnya Tempat Ini!

Sidak ke Zentrum, Bima Arya: Tak Ada Manfaatnya Tempat Ini!

Megapolitan
Saksi Sebut Munarman Sempat Hendak Diusir dari Pembaiatan Anggota ISIS di UIN

Saksi Sebut Munarman Sempat Hendak Diusir dari Pembaiatan Anggota ISIS di UIN

Megapolitan
Sempat Melarikan Diri, Pelaku Utama Pengeroyokan Anggota TNI AD Ditangkap di Muara Baru

Sempat Melarikan Diri, Pelaku Utama Pengeroyokan Anggota TNI AD Ditangkap di Muara Baru

Megapolitan
Kadin DKI Jakarta Nilai Apindo Tak Perlu Gugat Anies soal Kenaikan UMP

Kadin DKI Jakarta Nilai Apindo Tak Perlu Gugat Anies soal Kenaikan UMP

Megapolitan
Tersangka Kasus Korupsi Damkar Depok Tak Kunjung Ditahan, Begini Perkembangan Kasusnya

Tersangka Kasus Korupsi Damkar Depok Tak Kunjung Ditahan, Begini Perkembangan Kasusnya

Megapolitan
Pemakaman di Cengkareng Langganan Banjir Selama 20 Tahun, Camat: Lokasi di Cekungan

Pemakaman di Cengkareng Langganan Banjir Selama 20 Tahun, Camat: Lokasi di Cekungan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.