Basuki Curiga Bus Transjakarta Terbuat dari Seng

Kompas.com - 05/03/2014, 07:44 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo berbincang dengan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama seusai menandatangani komitmen dan sosialisasi pengendalian gratifikasi di Balaikota, Jakarta Pusat, Selasa (4/3/2014). Provinsi DKI Jakarta menempati posisi tertinggi pelaporan gratifikasi tahun 2013 yang mencapai 970 laporan. Warta Kota/angga bhagya nugraha ANGGA BHAGYA NUGRAHAGubernur DKI Jakarta, Joko Widodo berbincang dengan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama seusai menandatangani komitmen dan sosialisasi pengendalian gratifikasi di Balaikota, Jakarta Pusat, Selasa (4/3/2014). Provinsi DKI Jakarta menempati posisi tertinggi pelaporan gratifikasi tahun 2013 yang mencapai 970 laporan. Warta Kota/angga bhagya nugraha
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menduga, bus-bus transjakarta dan bus kota terintegrasi bus transjakarta (BKTB) yang didatangkan dari China beberapa waktu lalu spesifikasinya dibuat sesuai dengan permintaan pembeli. Ia curiga perusahaan pemenang tender telah memesan bus dengan spesifikasi yang buruk demi menekan harga.

Basuki menjelaskan, di China, pembeli barang memang bisa memesan sendiri spesifikasi barang sesuai dengan keinginannya. "Sama kayak bus, bisa saja spesifikasi mesin dan CC-nya benar, tapi metalurgi pengecoran logam, sengnya lebih banyak 70 persen. Makanya, lewat hawa laut saja langsung berkarat karena sengnya terlalu tipis," kata pria yang akrab disapa Ahok ini di Balaikota Jakarta, Selasa (4/3/2014).

Karena itu, Ahok berharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera turun menyelidiki proyek tersebut. Kalaupun nantinya tidak ditemukan kesalahan dalam proses pembelian, ia berharap KPK mengambil tindakan seperti yang mereka lakukan saat menyelidiki proyek pengadaan truk pemadam kebakaran beberapa tahun lalu, yakni dengan cara membedah barang proyek yang tengah diselidiki.

"Karena harganya murah, dibedah saja kayak kasus Damkar, dibandingkan dengan di China. Wajar enggak metalurgi seperti itu. Sasis, badan juga, kalau pakai pelat seng biskuit Khong Guan itu beda lho," ucap Basuki.

"Makanya, saya tunggu KPK periksa saja. Tidak usah saya yang lapor juga sudah orang lain yang lapor, KPK mesti bergerak dong. (Nilai proyeknya) Rp 3 triliun lho, masa tidak mau bergerak?" katanya lagi.

Basuki mengakui selama ini dia telah kecolongan. Ia tidak menyangka jika pengawasan 50 orang anggota Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), pengawasan internal dari Inspektorat Provinsi, serta ditambah sikapnya yang galak, tak juga membuat jajarannya takut untuk melakukan penyelewengan.

Beberapa saat lalu, sejumlah warga Jakarta yang menamakan diri Forum Warga Jakarta telah melaporkan dugaan penyelewengan proyek tersebut ke KPK. Hal itu menyusul penemuan lima unit bus baru transjakarta dan 10 unit bus baru BKTB yang beberapa komponennya mengalami rusak dan berkarat.

Ketua KPK Abraham Samad mengungkapkan, pihaknya telah menindaklanjuti dugaan penyimpangan pada kasus pengadaan bus transjakarta dan BKTB. "Kalau KPK yang selidiki, kita kan tidak akan menyampaikannya kepada publik karena itu kan sudah kegiatan intelijen," ujarnya saat berkunjung ke Balaikota Jakarta, Selasa (4/3/2014) siang.

Inspektorat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah selesai melakukan penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan bus transjakarta dan BKTB pada pekan lalu. Hasilnya, Dinas Perhubungan DKI Jakarta terbukti melakukan penyimpangan pada pengadaan bus. Berkas laporan dari Inspektorat DKI nantinya akan segera ditindaklanjuti oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[BERITA FOTO] Bumi Tak Pilih Kasih di Kuburan Cina

[BERITA FOTO] Bumi Tak Pilih Kasih di Kuburan Cina

Megapolitan
Apa Alasan Pemprov DKI Jakarta Pilih PT Bahana sebagai Kontraktor Revitalisasi Monas?

Apa Alasan Pemprov DKI Jakarta Pilih PT Bahana sebagai Kontraktor Revitalisasi Monas?

Megapolitan
Polisi Tangkap Pelaku yang Setubuhi Remaja dengan Iming-iming Main Sinetron

Polisi Tangkap Pelaku yang Setubuhi Remaja dengan Iming-iming Main Sinetron

Megapolitan
Sekda DKI Sebut Pohon Dipindahkan agar Monas Langsung Terlihat dari Pintu Masuk

Sekda DKI Sebut Pohon Dipindahkan agar Monas Langsung Terlihat dari Pintu Masuk

Megapolitan
Kadis SDA Sebut Video Genangan di Monas Sampai 30 Sentimeter Hoaks

Kadis SDA Sebut Video Genangan di Monas Sampai 30 Sentimeter Hoaks

Megapolitan
Underpass Kemayoran Banjir 2,5 Meter, Pemprov DKI Sebut Itu Wewenang Kemensetneg

Underpass Kemayoran Banjir 2,5 Meter, Pemprov DKI Sebut Itu Wewenang Kemensetneg

Megapolitan
Sutiyoso Pernah Tolak Program Menteri yang Ingin Bangun Situ di Monas

Sutiyoso Pernah Tolak Program Menteri yang Ingin Bangun Situ di Monas

Megapolitan
Mengenal Sejarah di Museum Pustaka Peranakan Tionghoa

Mengenal Sejarah di Museum Pustaka Peranakan Tionghoa

Megapolitan
Tidak Hanya Hari Ini, Banjir di Monas Sudah Terjadi Berkali-kali

Tidak Hanya Hari Ini, Banjir di Monas Sudah Terjadi Berkali-kali

Megapolitan
Sekda DKI: Pembangunan Monas Belum Pernah Selesai, Presiden Pertama Pun Belum Meresmikan

Sekda DKI: Pembangunan Monas Belum Pernah Selesai, Presiden Pertama Pun Belum Meresmikan

Megapolitan
100 Personel Gabungan Jaga Wihara Dharma Bakti Saat Imlek

100 Personel Gabungan Jaga Wihara Dharma Bakti Saat Imlek

Megapolitan
Kasus Pengaturan Skor Persikasi Vs Perses Sumedang Segera Disidangkan

Kasus Pengaturan Skor Persikasi Vs Perses Sumedang Segera Disidangkan

Megapolitan
Sebelum Dipindahkan, Pohon yang Ditebang di Monas Disehatkan di Kebun Bibit

Sebelum Dipindahkan, Pohon yang Ditebang di Monas Disehatkan di Kebun Bibit

Megapolitan
Polisi Duga Pelaku Masturbasi Depan Bocah di Cikarang Timur Eksibisionis

Polisi Duga Pelaku Masturbasi Depan Bocah di Cikarang Timur Eksibisionis

Megapolitan
Seluruh Gardu Listrik PLN Jakarta yang Padam akibat Banjir Sudah Menyala

Seluruh Gardu Listrik PLN Jakarta yang Padam akibat Banjir Sudah Menyala

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X