Kompas.com - 10/03/2014, 17:36 WIB
Ilustrasi. Rampok dengan modus pecah kaca mobil. KOMPAS.com/Robertus BelarminusIlustrasi. Rampok dengan modus pecah kaca mobil.
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Masyarakat diimbau agar berhati-hati terhadap modus kejahatan pencurian berupa memecahkan kaca mobil. Hal tersebut dikatakan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Senin (10/3/2014).

Menurut Rikwanto, para pelaku kejahatan ini beraksi hampir di seluruh wilayah Jakarta, Bekasi, Depok dan wilayah Bogor. "Kita infokan kasus pencurian pecah kaca mobil di Bekasi, Menteng dan tempat lainnya," kata Rikwanto.

Beberapa tersangka telah ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, salah satunya IM beraksi di Tanjung Duren Jakarta Barat pada 2 Februari 2014. IM ditangkap di wilayah Jakarta Barat, Kamis (6/3/2014).

Beberapa pelaku lainnya, kata Rikwanto, masih dalam daftar pencarian orang (dpo) dan belum tertangkap. Mereka beraksi secara berkelompok selama dua tahun belakangan ini.

Rikwanto menambahkan, pelaku mengincar mobil-mobil yang diparkir sembarangan di jalan. "Setelah mendapat sasaran, pelaku kemudian memecahkan kaca mobil sasaran dengan cara melemparkan pecahan busi," kata Rikwanto.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Heru Pranoto mengatakan, sebelum dilemparkan, pecahan busi lebih dahulu dibasahi dengan air liur.

"Kemudian pecahan busi dilemparkan ke kaca. Lalu kacanya pecah berantakan," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Heru berujar, mereka melakukan kejahatan ini saat pemilik mobil lengah atau tidak tahu bahwa dia jadi incaran. Maka dari itu, dia mengimbau agar masyarakat tidak menyimpan barang-barang di mobil sembarangan.

"Pelaku mengincar mobil yang paling tidak di dalamnya menarik perhatian mereka seperti tas, laptop dan lain-lain," katanya.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub DKI: Sekalipun Sudah Vaksin, Bukan Berarti Bebas Tak Jalankan Prokes

Wagub DKI: Sekalipun Sudah Vaksin, Bukan Berarti Bebas Tak Jalankan Prokes

Megapolitan
Bagaimana Harimau Tino dan Hari di Ragunan Tertular Covid-19? Ini Kata Dokter Hewan

Bagaimana Harimau Tino dan Hari di Ragunan Tertular Covid-19? Ini Kata Dokter Hewan

Megapolitan
Hasil Penjualan Sapi 23 Pedagang di Depok Dibawa Kabur, Kerugian Ditaksir Rp 1,4 Miliar

Hasil Penjualan Sapi 23 Pedagang di Depok Dibawa Kabur, Kerugian Ditaksir Rp 1,4 Miliar

Megapolitan
Dua Harimau Sumatera di Ragunan Terpapar Covid-19, Anies: Sudah Ada Tanda-tanda Kesembuhan

Dua Harimau Sumatera di Ragunan Terpapar Covid-19, Anies: Sudah Ada Tanda-tanda Kesembuhan

Megapolitan
Video Tawuran Pemuda di Bintaro Viral, Saksi Sebut Ada yang Bawa Sajam

Video Tawuran Pemuda di Bintaro Viral, Saksi Sebut Ada yang Bawa Sajam

Megapolitan
UPDATE 1 Agustus: Tambah 2.701 Kasus Covid-19 di Jakarta, 15.884 Orang Kini Berjuang Sembuh

UPDATE 1 Agustus: Tambah 2.701 Kasus Covid-19 di Jakarta, 15.884 Orang Kini Berjuang Sembuh

Megapolitan
Makan Harus Tunjukkan Surat Vaksin, Pengusaha Warteg: Kebijakan yang Mengada-ada

Makan Harus Tunjukkan Surat Vaksin, Pengusaha Warteg: Kebijakan yang Mengada-ada

Megapolitan
Ketua Pengusaha Warteg: Kebijakan Makan 20 Menit Tak Tepat, Menu Kami Kan Bervariasi...

Ketua Pengusaha Warteg: Kebijakan Makan 20 Menit Tak Tepat, Menu Kami Kan Bervariasi...

Megapolitan
Ada Aduan Pungli Bansos Kemensos, Ombudsman Minta Pemkot Tangerang Ikut Pantau Penyalurannya

Ada Aduan Pungli Bansos Kemensos, Ombudsman Minta Pemkot Tangerang Ikut Pantau Penyalurannya

Megapolitan
Efek Pandemi Covid-19, Banyak Pengusaha Warteg Pulang Kampung ke Tegal dan Brebes

Efek Pandemi Covid-19, Banyak Pengusaha Warteg Pulang Kampung ke Tegal dan Brebes

Megapolitan
Sejak Awal Pandemi, Ada 13.912 Anak Terpapar Covid-19 di Kota Bekasi

Sejak Awal Pandemi, Ada 13.912 Anak Terpapar Covid-19 di Kota Bekasi

Megapolitan
Anies Paparkan Bukti PPKM Darurat di Jakarta Berhasil Turunkan Kasus Covid-19

Anies Paparkan Bukti PPKM Darurat di Jakarta Berhasil Turunkan Kasus Covid-19

Megapolitan
Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai Cisadane

Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai Cisadane

Megapolitan
Pengendara Moge Tabrak Pemotor Honda Beat hingga Tewas, Polisi: Itu Konvoi, Mereka Sunmori...

Pengendara Moge Tabrak Pemotor Honda Beat hingga Tewas, Polisi: Itu Konvoi, Mereka Sunmori...

Megapolitan
Anies: Alasan Tidak Bisa Vaksin di Jakarta Sulit Diterima, Anda Bisa Akses di Mana Saja

Anies: Alasan Tidak Bisa Vaksin di Jakarta Sulit Diterima, Anda Bisa Akses di Mana Saja

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X