Konstruksi MRT Dimulai, Median Jalan HI-Sarinah Ditutup 4 Tahun

Kompas.com - 04/04/2014, 17:40 WIB
Kemacetan lalu lintas di sekitar proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (13/2/2014). Proyek MRT dilakukan untuk menyelesaikan persoalan kemacetan di Jakarta. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOKemacetan lalu lintas di sekitar proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (13/2/2014). Proyek MRT dilakukan untuk menyelesaikan persoalan kemacetan di Jakarta.
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com —PT MRT Jakarta mulai mengerjakan proyek konstruksi pembangunan MRT dengan proses penggalian stasiun bawah tanah. Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami mengatakan, proses pembangunan itu dimulai di titik Bundaran Hotel Indonesia (HI) pada Jumat (4/4/2014) malam ini.
 
"Konsekuensinya akan ada penutupan jalur median Bundaran HI-Sarinah dalam waktu sekitar empat tahun," kata Dono, dalam konferensi pers, di Wisma Nusantara, Jakarta Pusat.
 
Penutupan median jalan itu menyebabkan lalu lintas di kawasan tersebut tersendat. Titik pengerjaan konstruksi mulai penggalian pembangunan stasiun bawah tanah tepatnya berada di depan Plaza Indonesia, Kantor Kedutaan Besar Jepang, dan Plaza EX.

Malam ini akan dimulai dengan persiapan marka jalan dan penutupan lajur median jalan. Pada Senin (7/4/2014) mendatang akan dilakukan penggeseran pagar dan pembuatan soil pond (tempat penampungan tanah). Selanjutnya pada Selasa (22/4/2014), pembangunan dilanjutkan dengan memulai pengerjaan guide wall. Kemudian, pada bulan Juli akan dibangun d-wall untuk stasiun bawah tanah. 

 
Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Muhammad Natsir menjelaskan guide wall itu merupakan pola yang dibuat sebelum membangun stasiun. Seperti layaknya membuat sebuah baju, perlu sebuah pola, agar mudah dalam pengguntingan atau penjahitan.

Begitu pula saat membangun stasiun bawah tanah, perlu penggalian sesuai pola yang telah direncanakan. Guide wall memiliki panjang 300 meter, lebar 25 meter, serta kedalaman dua meter. Guide wall ini berfungsi untuk memberikan jalan ke peralatan konstruksi yang akan digunakan untuk pembangunan d-wall.

Pembuatan guide wall diperkirakan selesai pada akhir Juli 2014 dan menyusul pembangunan d-wall selanjutnya. Ia menjelaskan, penggalian stasiun bawah tanah di Bundaran HI lebih rumit dan membutuhkan lebih banyak waktu.

Selain itu lebar jalan di Bundaran HI lebih sempit dibandingkan dengan di lokasi sepanjang Jalan Sudirman. "Kalau lahan di Bundaran HI, sekitar 44-49 meter. Kalau lebar jalan di Jalan Sudirman itu 60 meter, yang membuat beda dari traffic management-nya saja," kata Natsir.

 

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Garuda Indonesia Gelar Sayembara Desain Masker di Moncong Pesawat

Garuda Indonesia Gelar Sayembara Desain Masker di Moncong Pesawat

Megapolitan
Warga Kepulauan Seribu Keluhkan Kondisi Ekonomi akibat PSBB Jakarta

Warga Kepulauan Seribu Keluhkan Kondisi Ekonomi akibat PSBB Jakarta

Megapolitan
Polisi Masukkan Nama Cai Changpan ke Dalam DPO

Polisi Masukkan Nama Cai Changpan ke Dalam DPO

Megapolitan
Batasi Jam Operasional, Pemkot Bekasi Harap Pelaku Usaha Utamakan Kesehatan

Batasi Jam Operasional, Pemkot Bekasi Harap Pelaku Usaha Utamakan Kesehatan

Megapolitan
Warga Jakarta Pindah Tongkrongan ke Bodetabek, Wagub DKI Minta Perketat Protokol Kesehatan

Warga Jakarta Pindah Tongkrongan ke Bodetabek, Wagub DKI Minta Perketat Protokol Kesehatan

Megapolitan
Digemari Masyarakat, Ini Alasan Harga Janda Bolong Melambung

Digemari Masyarakat, Ini Alasan Harga Janda Bolong Melambung

Megapolitan
UPDATE 1 Oktober: Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel Capai 1.007 Orang

UPDATE 1 Oktober: Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel Capai 1.007 Orang

Megapolitan
Remaja Tewas Dibacok dalam Tawuran di Tengah Pandemi Covid-19

Remaja Tewas Dibacok dalam Tawuran di Tengah Pandemi Covid-19

Megapolitan
Kecelakaan hingga Mobil Terbalik di Tol JORR, Suami, Istri, dan Anak Selamat

Kecelakaan hingga Mobil Terbalik di Tol JORR, Suami, Istri, dan Anak Selamat

Megapolitan
Pangdam Jaya Sebut Belum Ada yang Kena Sanksi akibat Kericuhan di TMP Kalibata

Pangdam Jaya Sebut Belum Ada yang Kena Sanksi akibat Kericuhan di TMP Kalibata

Megapolitan
Satpol PP Bakal Segel Tempat Usaha di Kota Bekasi yang Beroperasi di Atas Pukul 18.00 WIB

Satpol PP Bakal Segel Tempat Usaha di Kota Bekasi yang Beroperasi di Atas Pukul 18.00 WIB

Megapolitan
Langkah Pengelola Atasi Anjloknya Jumlah Penumpang di Bandara Sekarno-Hatta Selama Pandemi

Langkah Pengelola Atasi Anjloknya Jumlah Penumpang di Bandara Sekarno-Hatta Selama Pandemi

Megapolitan
Kampanye di Buaran, Sara Janjikan Pusat Kesenian seperti TIM di Tangsel

Kampanye di Buaran, Sara Janjikan Pusat Kesenian seperti TIM di Tangsel

Megapolitan
Pasien OTG Meningkat, Pemprov DKI Terus Siagakan Fasilitas Isolasi Mandiri

Pasien OTG Meningkat, Pemprov DKI Terus Siagakan Fasilitas Isolasi Mandiri

Megapolitan
UPDATE 1 Oktober: Tambah 1.153, Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Sejak Maret Capai 75.521

UPDATE 1 Oktober: Tambah 1.153, Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Sejak Maret Capai 75.521

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X