Kompas.com - 07/04/2014, 07:54 WIB
Simpatisan membawa kipas bergambar Joko Widodo atau Jokowi, saat calon presiden yang juga Gubernur DKI Jakarta tersebut menjadi juru kampanye PDI-P di lapangan Papua Trade Center, Jayapura, Papua, 5 April 2014. Jokowi juga menyempatkan diri untuk berkunjung ke pasar Yotefa di Abepura. KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZESSimpatisan membawa kipas bergambar Joko Widodo atau Jokowi, saat calon presiden yang juga Gubernur DKI Jakarta tersebut menjadi juru kampanye PDI-P di lapangan Papua Trade Center, Jayapura, Papua, 5 April 2014. Jokowi juga menyempatkan diri untuk berkunjung ke pasar Yotefa di Abepura.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Gerakan Indonesia Raya atau Gerindra meminta Joko Widodo secepatnya mundur dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Sejumlah alasan disebut sebagai dasar permintaan itu.

"Selama ini Pak Jokowi sibuk mengurus kampanye legislatif, kebijakan menjadi tersendat. Padahal Jakarta ini Daerah Khusus Ibu Kota, yang tak boleh satu jam pun tertunda kebijakannya," ujar Ketua Fraksi Gerindra di DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi kepada Kompas.com, Senin (7/4/2014) pagi.

Selain dianggap sudah tak fokus, kata Sanusi, Jokowi ketika cuti juga tak bisa begitu saja mendelegasikan kewenangannya sebagai gubernur kepada Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. Sebagai pelaksana harian gubernur, ujar dia, Basuki pun tak dapat memutuskan kebijakan strategis.

Karenanya, kata Sanusi, akan lebih baik bila sekalian Basuki "naik" menjadi Gubernur DKI yaitu dengan pengunduran diri Jokowi. "Apalagi posisi Sekda masih Pelaksana Tugas (Plt). Masalah di DKI Jakarta ini makin berantakan saja. Gubernurnya cuti, wagub tidak bisa memutuskan, Sekdanya belum dipilih," ujar dia.

Alasan ketiga, sebut Sanusi, ada persepi publik yang mengatakan belum mundurnya Jokowi sebagai gubernur akan dapat disalahgunakan untuk kampanye terselubung, termasuk memakai anggaran APBD DKI. Blusukannya Jokowi sebagai gubernur, lanjut Sanusi, tidak ada bedanya dengan kampanye memperkenalkan diri kepada warga.

Lalu, lanjut Sanusi, alasan terakhir dari permintaan Jokowi segera mengundurkan diri adalah etika politik. Menurut dia, bila Jokowi tetap menjadi gubernur meskipun sudah jelas menjadi bakal calon presiden dari PDI-P, maka masyarakat tak akan mendapatkan teladan etika politik yang baik.

Timbul kesan, imbuh Sanusi, Jokowi haus dan serakah kekuasaan. "Seorang pemimpin harus memberikan contoh etika politik yang baik kepada publik. Contohlah Gita Wirjawan, mau jadi presiden mundur dari Menteri Perdagangan. Contoh lain Pak Ahok, mau jadi Gubernur Jakarta, mundur dari Bupati Belitung Timur. Hal itu yang tidak dimiliki oleh seorang Jokowi. Harus fair!"

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya diberitakan, Joko Widodo memastikan diri siap diusung menjadi bakal calon presiden dari PDI-P. Dia mengungkapkan soal mandat yang dia terima tentang pencalonan itu saat blusukan di Rumah si Pitung, Marunda, Jakarta Utara, Jumat (14/3/2014) siang. 


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Taman Tematik di Kota Tangerang Dibuka Lagi Mulai 30 Oktober, Pengunjung Wajib Pakai Aplikasi PeduliLindungi

3 Taman Tematik di Kota Tangerang Dibuka Lagi Mulai 30 Oktober, Pengunjung Wajib Pakai Aplikasi PeduliLindungi

Megapolitan
Sedang Istirahat di Hutan Kota Bekasi, Petugas Dishub Temukan Jasad Pria dengan Wajah Rusak

Sedang Istirahat di Hutan Kota Bekasi, Petugas Dishub Temukan Jasad Pria dengan Wajah Rusak

Megapolitan
Harga Minya Goreng di Pasar Slipi Jaya Melambung Tinggi Sejak Dua Bulan Lalu

Harga Minya Goreng di Pasar Slipi Jaya Melambung Tinggi Sejak Dua Bulan Lalu

Megapolitan
Berbeda dengan Keterangan Wali Kota, Dinas LH Tangsel Sebut Pengiriman Sampah ke TPA Cilowong Dihentikan Sementara

Berbeda dengan Keterangan Wali Kota, Dinas LH Tangsel Sebut Pengiriman Sampah ke TPA Cilowong Dihentikan Sementara

Megapolitan
Orangtua Korban Tewas Kecelakaan Transjakarta Menyayangkan Baru Dapat Info Pukul 17.00 WIB

Orangtua Korban Tewas Kecelakaan Transjakarta Menyayangkan Baru Dapat Info Pukul 17.00 WIB

Megapolitan
KNKT Selidiki Kasus Kecelakaan LRT di Jakarta Timur, Polisi Siap Bantu

KNKT Selidiki Kasus Kecelakaan LRT di Jakarta Timur, Polisi Siap Bantu

Megapolitan
Keluarga Korban Kecelakaan Minta Transjakarta Perketat Perekrutan Sopir Bus

Keluarga Korban Kecelakaan Minta Transjakarta Perketat Perekrutan Sopir Bus

Megapolitan
Anak-anak Jadikan Lokasi Banjir di Jalan Tegal Parang V sebagai Tempat Bermain

Anak-anak Jadikan Lokasi Banjir di Jalan Tegal Parang V sebagai Tempat Bermain

Megapolitan
Perbaikan Jembatan GDC Depok yang Ambles Ditargetkan Rampung 2 Bulan Lagi

Perbaikan Jembatan GDC Depok yang Ambles Ditargetkan Rampung 2 Bulan Lagi

Megapolitan
Ini Lokasi Bengkel Uji Emisi di Jakarta Selatan

Ini Lokasi Bengkel Uji Emisi di Jakarta Selatan

Megapolitan
Satu Jam Diguyur Hujan, Jalan Tegal Parang V Langsung Terendam Banjir

Satu Jam Diguyur Hujan, Jalan Tegal Parang V Langsung Terendam Banjir

Megapolitan
Antisipasi Banjir, Puluhan Petugas PPSU Bersihkan Empat Saluran Air di Pademangan

Antisipasi Banjir, Puluhan Petugas PPSU Bersihkan Empat Saluran Air di Pademangan

Megapolitan
Syarat PCR buat Naik Kereta, Warga: Enggak Masalah kalau di Bawah Rp 100.000

Syarat PCR buat Naik Kereta, Warga: Enggak Masalah kalau di Bawah Rp 100.000

Megapolitan
Cegah Kecelakaan Kembali Terjadi, Transjakarta Diminta Pastikan Kesehatan Sopir

Cegah Kecelakaan Kembali Terjadi, Transjakarta Diminta Pastikan Kesehatan Sopir

Megapolitan
Depresi karena Sakit, Pria 29 Tahun Berupaya Lompat dari Lantai 4 RS di Menteng

Depresi karena Sakit, Pria 29 Tahun Berupaya Lompat dari Lantai 4 RS di Menteng

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.