Kompas.com - 09/04/2014, 17:58 WIB
Warga usai melakukan pemungutan suara di TPS 053 Kebon Melati, Jakarta Selatan, Rabu (9/4/2014). Hari ini warga Indonesia melakukan pemilihan umum secara serentak untuk memilih calon anggota legislatif periode 2014-2019.  KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA Warga usai melakukan pemungutan suara di TPS 053 Kebon Melati, Jakarta Selatan, Rabu (9/4/2014). Hari ini warga Indonesia melakukan pemilihan umum secara serentak untuk memilih calon anggota legislatif periode 2014-2019.
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah pasien di Rumah Sakit St Carolus, Jakarta, tak dapat menggunakan hak pilihnya pada Pemilu Legislatif 2014, Rabu (9/4/2014). Pasalnya, RS tersebut kekurangan tenaga paramedis yang dapat mendampingi pasien.

"Mereka (pasien) tidak boleh keluar tanpa pendamping," kata Ponwa, perawat biara di RS St Carolus, kepada Kompas.com, Rabu.

Ponwa mengatakan bahwa kegiatan mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) tak dapat dilakukan oleh setiap pasien di rumah sakit tersebut. Pasien yang dapat berjalan memang masih bisa melakukan hal tersebut. Namun bila tidak didampingi, maka pasien tidak akan diizinkan pergi ke sana.

Menurut Ponwa, walaupun perawat tak libur, RS St Carolus tetap kekurangan tenaga medis. Pasalnya, sebagian pegawainya juga menggunakan hak pilihnya di TPS terdekat. Selain itu, sejumlah pegawai juga belum datang pada jadwal mencoblos karena ikut pemilu di tempat tinggal masing-masing.

Hal ini membuat RS selektif dalam memberi izin pasien ke TPS. Menurut Ponwa, walaupun TPS dekat dengan rumah sakit, tak ada yang menjamin bahwa pasien akan baik-baik saja. Risiko pihak rumah sakit akan jadi lebih besar, sementara kondisi pasien bisa tak membaik.

"Memang lebih baik, pake cara lama kayak TPS keliling," ungkap Ponwa.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Motif Pelaku Mutilasi di Bekasi, Sakit Hati Istri Dihina dan Dicabuli Korban

Motif Pelaku Mutilasi di Bekasi, Sakit Hati Istri Dihina dan Dicabuli Korban

Megapolitan
Pengusaha Mal Sebut PPKM Level 3 Nataru Akan Membuat Tingkat Kunjungan Terkoreksi

Pengusaha Mal Sebut PPKM Level 3 Nataru Akan Membuat Tingkat Kunjungan Terkoreksi

Megapolitan
PPKM Level 3 Saat Nataru Dinilai Tidak Akan Efektif Menahan Covid-19

PPKM Level 3 Saat Nataru Dinilai Tidak Akan Efektif Menahan Covid-19

Megapolitan
Mercy Lawan Arah di Tol JORR dan Tabrak Dua Mobil, Sopir Berencana Ganti Rugi

Mercy Lawan Arah di Tol JORR dan Tabrak Dua Mobil, Sopir Berencana Ganti Rugi

Megapolitan
Polisi Tangkap 2 Pelaku Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi, Satu Masih Buron

Polisi Tangkap 2 Pelaku Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi, Satu Masih Buron

Megapolitan
Polisi Agendakan Pemeriksaan Sopir Mercy Lawan Arah di Tol JORR dan Tabrak Dua Mobil

Polisi Agendakan Pemeriksaan Sopir Mercy Lawan Arah di Tol JORR dan Tabrak Dua Mobil

Megapolitan
Sopir Mercy Lawan Arah di Tol JORR Diduga Pikun, Polisi: Keluarganya Bilang Begitu

Sopir Mercy Lawan Arah di Tol JORR Diduga Pikun, Polisi: Keluarganya Bilang Begitu

Megapolitan
Cegah Bentrokan, Polisi Bakal Tertibkan Atribut Ormas di Tangerang

Cegah Bentrokan, Polisi Bakal Tertibkan Atribut Ormas di Tangerang

Megapolitan
Sejumlah Pemuda Bawa Celurit Sambil Teriak 'Paket' di Cibubur, Ketua RT: Untung Warga Enggak Terpancing

Sejumlah Pemuda Bawa Celurit Sambil Teriak "Paket" di Cibubur, Ketua RT: Untung Warga Enggak Terpancing

Megapolitan
Polisi Tetapkan 5 Tersangka Bentrokan Ormas PP-FBR di Ciledug

Polisi Tetapkan 5 Tersangka Bentrokan Ormas PP-FBR di Ciledug

Megapolitan
Bentrokan Antar-ormas Kerap Terjadi di Ciledug, Polisi: Sudah Jadi Kebiasaan Mereka

Bentrokan Antar-ormas Kerap Terjadi di Ciledug, Polisi: Sudah Jadi Kebiasaan Mereka

Megapolitan
RS Polri Akan Periksa Jenazah Korban Mutilasi di Bekasi Besok

RS Polri Akan Periksa Jenazah Korban Mutilasi di Bekasi Besok

Megapolitan
Seorang Perempuan Tewas Tertabrak KRL di Klender

Seorang Perempuan Tewas Tertabrak KRL di Klender

Megapolitan
Rombongan Pemuda Bawa Senjata Tajam Sambil Teriak 'Paket' di Cibubur

Rombongan Pemuda Bawa Senjata Tajam Sambil Teriak "Paket" di Cibubur

Megapolitan
Diduga Kaget karena Letusan Ban, Seorang Pemuda Jatuh dan Tenggelam di Pelabuhan Sunda Kelapa

Diduga Kaget karena Letusan Ban, Seorang Pemuda Jatuh dan Tenggelam di Pelabuhan Sunda Kelapa

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.