Kompas.com - 14/05/2014, 17:18 WIB
Puji Riswati (kiri) bersama Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal Kemdikbud Lydia Freyani Hawadi saat menerima hadiah RP 25 juta di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Kamis (24/10/2013). Dok Kemdikbud Puji Riswati (kiri) bersama Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal Kemdikbud Lydia Freyani Hawadi saat menerima hadiah RP 25 juta di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Kamis (24/10/2013).
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (Paudni) meminta lembaga pendidikan memperketat proses perekrutan tenaga pendidik. Hal ini demi mencegah terjadinya aksi pelecehan terhadap peserta didik oleh pengajar.

"Yayasan yang mempekerjakan orang di sana, harus punya peraturan yang menyangkut persyaratan kesehatan calon pegawainya. Jika ada indikasi deviasi (penyimpangan) seksual, pintu sekolah harus tertutup rapat jangan beri peluang sama sekali," kata Dirjen Paudni Lydia Freyani Hawadi di Jakarta, Senin (14/5/2014).

Lydia menegaskan, sekolah adalah pihak pertama yang harus bertanggung jawab terhadap kasus kekerasan seksual yang menimpa peserta didik. Pasalnya, semua peraturan yang berlaku adalah produk sekolah, semisal rekruitmen dan seleksi pendidik.

"Jadi bila dalam kasus ada pelanggaran tatib atau peraturan, bisa diambil sanksi. Sanksi bisa berupa pemecatan atau dilaporkan ke polisi agar dihukum sesuai hukum yang berlaku," kata Lydia.

Sekolah, sambungnya, seharusnya berfungsi sebagai rumah kedua anak. Sekolah juga merupakan tempat yang aman bagi semua siswanya. "Kasus-kasus kejahatan seksual pada anak ini seharusnya tidak terjadi di sekolah. Hal yang membuat aman itu mustinya orang-orang dewasa yang ada di situ," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Begal Motor Beraksi Dini Hari di Bintaro, Korban Alami Luka Bacok

Begal Motor Beraksi Dini Hari di Bintaro, Korban Alami Luka Bacok

Megapolitan
Anies Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dosis Kedua

Anies Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dosis Kedua

Megapolitan
3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

Megapolitan
Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,3 Persen

Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,3 Persen

Megapolitan
Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Megapolitan
Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Megapolitan
Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

Megapolitan
Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Megapolitan
Soal Penyebab Kecelakaan 'Adu Banteng' di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Soal Penyebab Kecelakaan "Adu Banteng" di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Megapolitan
Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Megapolitan
Motor 'Adu Banteng', Saksi Sebut Salah Satu Pengendara Menyalip di Tikungan

Motor "Adu Banteng", Saksi Sebut Salah Satu Pengendara Menyalip di Tikungan

Megapolitan
Terus Berkurang, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Sudah di Bawah 500 Orang

Terus Berkurang, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Sudah di Bawah 500 Orang

Megapolitan
Pemprov DKI Siapkan Sanksi bagi Toko yang Pajang Reklame Rokok

Pemprov DKI Siapkan Sanksi bagi Toko yang Pajang Reklame Rokok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.