Kompas.com - 31/05/2014, 16:27 WIB
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com — Unit Pengelola Transjakarta berencana mengoperasikan bus selama 24 jam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan transportasi umum. Pada tahap awal, uji coba akan dilaksanakan di tiga koridor yang dinilai strategis dan padat penumpang, yakni Koridor I, III, dan IX.

Kepala Unit Pengelola Transjakarta Pargaulan Butarbutar, dalam siaran persnya, Jumat (30/5), mengatakan, transjakarta biasanya beroperasi pada pukul 05.00-23.00. Dalam uji coba
itu, pengoperasiannya ditingkatkan menjadi 24 jam. Jam operasional dimaksimalkan karena penumpang di tiga koridor itu terhubung dengan kawasan-kawasan strategis Ibu Kota Jakarta, pusat perkantoran, dan perbelanjaan.

Bus di Koridor I, misalnya, menghubungkan Blok M dan Kota. Koridor III menghubungkan Kalideres dan Harmoni, serta Koridor IX menghubungkan Pinang Ranti dan Pluit.

Namun, bus tidak akan berhenti di semua halte di koridor tersebut. Pengelola hanya mengoperasikan halte dengan jumlah penumpang banyak dan lokasinya dekat dengan keramaian. Pada jalur Koridor I, bus hanya berhenti di Halte Blok M, Bundaran Senayan, Bendungan Hilir, Karet, Dukuh Atas 1, Tosari, Sarinah, Harmoni, Mangga Besar, dan Kota.

Di Koridor III, bus hanya berhenti di Halte Sumber Waras, Grogol 1, Grogol 2, Central Park, Jelambar, Indosiar, Jembatan Gantung, Jembatan Baru, Rawa Buaya, Pesakih, dan Kalideres. Di Koridor IX, bus berhenti di Halte PGC 2, Cawang UKI, BNN, Cawang Ciliwung, Pancoran Tugu, Kuningan Barat, Jamsostek Gatot Subroto, Semanggi, Slipi Petamburan, Kemanggisan, RS Harapan Kita, Penjaringan, dan Pluit.

Menunjang peningkatan operasional tersebut, lanjut Pargaulan, telah disiapkan 20 bus untuk melayani tiga koridor tersebut. Harga tiket tidak berubah, yakni Rp 2.000 untuk pukul 05.00-07.00 dan Rp 3.500 untuk pukul 07.00-05.00, dengan layanan tiket elektronik.

Selain itu, pengelola juga menjamin keselamatan penumpang dengan menyiagakan petugas keamanan malam dan memasang kamera pengintai (CCTV).

”Penambahan layanan itu untuk meningkatkan kemudahan, keamanan, dan kenyamanan pengguna transportasi umum, khususnya penumpang transjakarta,” kata Pargaulan.

Menjangkau semua

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta M Akbar mengatakan, nanti layanan malam hari akan dibuat di semua koridor transjakarta. Sudah ada 80 bus yang siap dioperasikan melayani angkutan malam hari (amari). Semua angkutan amari tersebut berasal dari bus yang dibeli tahun 2003. Bus itu telah direkondisi total sehingga kembali layak dipakai.

Layanan pada malam hari, kata Akbar, merupakan tuntutan bagi kota sebesar Jakarta. Kehidupan di banyak tempat saat ini hampir 24 jam. Mereka yang beraktivitas malam hari sering menggunakan angkutan omprengan. Standar pelayanan angkutan seperti ini tidak jelas. Hal ini berdampak pada keamanan pengguna pada malam hari.

Tiga koridor ini merupakan pusat aktivitas malam. ”Memang di koridor itu layak ada angkutan malam hari. Layanan ini sangat dibutuhkan mereka yang bekerja hingga dini hari,” katanya.

Akbar mengatakan, waktu tunggu kedatangan bus amari kemungkinan lebih lama daripada bus yang beroperasi siang hari. Paling tidak, bus amari akan datang setiap 15 hingga 30 menit. Waktu tunggu itu terkait dengan jumlah bus yang beroperasi pada malam hari. Namun, dia yakin, karena kemacetan kendaraan berkurang, waktu tempuh setiap koridor akan semakin cepat.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama merespons positif uji coba tersebut. Sebab, layanan transjakarta tidak hanya menjangkau warga yang beraktivitas siang, tetapi juga malam hingga dini hari.

Rencana penambahan layanan malam hari ini sudah dibuat tahun lalu. Penambahan layanan ini dilakukan sejalan dengan rencana pengadaan bus tahun 2014. Meski pengadaan bus kemungkinan tertunda, layanan malam hari tetap dibuka.

Basuki tidak akan menggunakan bus yang kini sedang menjadi barang bukti penyidik. Paling tidak ada 548 bus yang kini belum dioperasikan dari pembelian tahun 2013.

”Kami tidak akan pakai bus itu karena sudah lebih dari 50 hari setelah kedatangan bus itu belum diserahterimakan. Siapa yang menjamin kualitas bus bagus,” kata Basuki.
Proyek ERP mundur

Penerapan sistem jalan berbayar elektronik (electronic road pricing/ERP) yang dicanangkan berlaku mulai tahun ini diperkirakan mundur sampai tahun depan. Pasalnya, selain moda transportasi lain belum mendukung, Pemprov DKI Jakarta juga masih fokus pada uji coba dan kelengkapan dokumen perencanaan.

Menurut Akbar, tahun ini Pemprov DKI akan mematangkan uji coba dan membahas lebih detail terkait kelengkapan dokumen perencanaan jalan berbayar. Dengan demikian, pihaknya mengharapkan program ini tidak lagi mengalami kendala saat diimplementasikan.

”Kalau tahun ini, ya, tentu belum bisa. Kami fokus pada evaluasi uji coba agar bisa melihat semua sistem yang direncanakan berjalan dengan baik,” kata Akbar.

Selain itu, program ini secara pararel tentu juga tidak bisa dilepaskan dari pengembangan moda transportasi lain, terutama mass rapid transit dan transjakarta. (A10/mkn/ndy)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar Kecamatan, Kelurahan dan Kode Pos di Kabupaten Tangerang

Daftar Kecamatan, Kelurahan dan Kode Pos di Kabupaten Tangerang

Megapolitan
Pengamat Harap Revitalisasi Trotoar di Jakarta Dilanjutkan Penerus Anies

Pengamat Harap Revitalisasi Trotoar di Jakarta Dilanjutkan Penerus Anies

Megapolitan
Cara Beli Tiket Kapal Pelabuhan Muara Angke-Kepulauan Seribu

Cara Beli Tiket Kapal Pelabuhan Muara Angke-Kepulauan Seribu

Megapolitan
 Buntut Insiden Penusukan, Warga Pasang Spanduk Tolak Rentenir di Sukmajaya Depok

Buntut Insiden Penusukan, Warga Pasang Spanduk Tolak Rentenir di Sukmajaya Depok

Megapolitan
Soroti Penanganan Banjir, DPRD: Tangsel Tak Memiliki Master Plan Drainase yang Terintegrasi

Soroti Penanganan Banjir, DPRD: Tangsel Tak Memiliki Master Plan Drainase yang Terintegrasi

Megapolitan
Bukan Senpi, Pelaku Penembakan Linmas Dipastikan Pakai Air Soft Gun

Bukan Senpi, Pelaku Penembakan Linmas Dipastikan Pakai Air Soft Gun

Megapolitan
Seorang Pria Ditemukan Tewas di Dalam Bengkel di Tebet, Korban Diduga Sakit

Seorang Pria Ditemukan Tewas di Dalam Bengkel di Tebet, Korban Diduga Sakit

Megapolitan
Marak Kasus Pemerkosaan di Jakut, Pemkot Didesak Bentuk Sparta

Marak Kasus Pemerkosaan di Jakut, Pemkot Didesak Bentuk Sparta

Megapolitan
Empat Tersangka Anggota Khilafatul Muslimin Segera Disidang, Ditempatkan di Sel Khusus

Empat Tersangka Anggota Khilafatul Muslimin Segera Disidang, Ditempatkan di Sel Khusus

Megapolitan
Cerita Warga Kapuk Lihat Kebakaran Melahap Rumah: Seperti Empang Penuh Api

Cerita Warga Kapuk Lihat Kebakaran Melahap Rumah: Seperti Empang Penuh Api

Megapolitan
Langsung Kerja Lagi Usai Deklarasi Nasdem, Anies: Saya Masih Fokus Urus Jakarta

Langsung Kerja Lagi Usai Deklarasi Nasdem, Anies: Saya Masih Fokus Urus Jakarta

Megapolitan
Baim Wong dan Paula Dilaporkan Pakai Pasal 220 KUHP, Ancamannya 1 Tahun 4 Bulan Penjara

Baim Wong dan Paula Dilaporkan Pakai Pasal 220 KUHP, Ancamannya 1 Tahun 4 Bulan Penjara

Megapolitan
Spanduk Tolak Rentenir Terpasang di Kawasan Sukmajaya Depok, Ketua RT: Karena Sudah Meresahkan Warga

Spanduk Tolak Rentenir Terpasang di Kawasan Sukmajaya Depok, Ketua RT: Karena Sudah Meresahkan Warga

Megapolitan
20 Rumah Semi Permanen Hangus Terbakar di Kapuk, Cengkareng

20 Rumah Semi Permanen Hangus Terbakar di Kapuk, Cengkareng

Megapolitan
Kesulitan Identifikasi Penembak Linmas di Tambora, Polisi: Pelaku Gunakan Plat Bodong

Kesulitan Identifikasi Penembak Linmas di Tambora, Polisi: Pelaku Gunakan Plat Bodong

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.