KRL Lintas Bogor Lumpuh gara-gara Hujan

Kompas.com - 12/06/2014, 21:28 WIB
Kereta Komuter - Rangkaian  KRL commuter line melintas di jalur di kawasan Kalibata, Jakarta, Minggu (23/3). PT Kereta Api Indonesia mengalokasikan dana hingga Rp 3 triliun untuk memperbaiki dan meremajakan persinyalan tua dan pendingin udara KRL Commuter Jabodetabek dalam waktu tiga tahun ke depan. Perbaikan tersebut sebagai upaya meningkatkan pelayanan bagi pengguna KRL commuter line yang per bulannya mencapai 15 juta orang. IWAN SETIYAWAN (SET)Kereta Komuter - Rangkaian KRL commuter line melintas di jalur di kawasan Kalibata, Jakarta, Minggu (23/3). PT Kereta Api Indonesia mengalokasikan dana hingga Rp 3 triliun untuk memperbaiki dan meremajakan persinyalan tua dan pendingin udara KRL Commuter Jabodetabek dalam waktu tiga tahun ke depan. Perbaikan tersebut sebagai upaya meningkatkan pelayanan bagi pengguna KRL commuter line yang per bulannya mencapai 15 juta orang.
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com — Jalur rel kereta listrik lintas Jakarta-Bogor mengalami kelumpuhan, Kamis (12/6/2014) malam. Ada tiga titik stasiun yang bermasalah, yaitu Stasiun Tebet, Pasar Minggu, dan Manggarai.

Di Stasiun Tebet, rel kereta terendam air hujan hingga permukaan rel. Di Stasiun Manggarai dan Pasar Minggu, wesel KRL tersambar petir. Akibatnya, KRL lintas Jakarta-Bogor tidak bisa beroperasi normal.

Kereta dari arah Bogor hanya berhenti sampai Tanjung Barat (satu stasiun sebelum Pasar Minggu), sedangkan kereta dari arah Jakarta atau dari Jatinegara hanya berhenti sampai Manggarai.

"Jalur lintas Bogor ada tiga titik masalah. Pertama, rel terendam di Tebet. Lalu, wesel tersambar petir di Pasar Minggu dan Manggarai. Saat ini kereta yang dari Bogor hanya berhenti sampai Tanjung Barat, sedangkan kereta yang dari Jakarta dan Jatinegara hanya berhenti sampai Stasiun Manggarai," kata Kepala Humas Kereta Commuter Jaya Eva Chairunnisa kepada Kompas.com, Kamis malam.

Eva menambahkan, saat ini PT KCJ sedang berusaha memperbaiki kedua wesel yang tersambar petir. Sementara itu, untuk rel yang terendam, KCJ mencoba untuk memompa air. Meskipun begitu, jika hujan terus berlanjut, tidak ada pilihan lain selain menunggu hujan reda baru KRL bisa beroperasi normal kembali.

"Banyak penumpang yang komplain, tapi kami tidak bisa apa-apa karena kondisinya memang begini. Oleh karena itu, kami memperkenankan bagi penumpang yang ingin melanjutkan dengan moda transportasi lain untuk refund (tiket)," tambah Eva.

Sebelumnya, kereta jurusan Bogor-Jakarta juga mengalami kerusakan kompresor. Untuk saat ini, kereta lintas Bogor belum bisa beroperasi normal.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Depok dan Wakilnya Cuti Kampanye 71 Hari, Pemprov Jabar Tunjuk Pejabat Sementara

Wali Kota Depok dan Wakilnya Cuti Kampanye 71 Hari, Pemprov Jabar Tunjuk Pejabat Sementara

Megapolitan
Keluh Kesah Mereka yang Tak Bisa Kerja dari Rumah Selama PSBB...

Keluh Kesah Mereka yang Tak Bisa Kerja dari Rumah Selama PSBB...

Megapolitan
Rekam Jejak Terpidana Mati Cai Changpan, Kabur 2 Kali dari Sel Tahanan

Rekam Jejak Terpidana Mati Cai Changpan, Kabur 2 Kali dari Sel Tahanan

Megapolitan
Lihat Pelanggaran Protokol Kesehatan, Lapor ke Hotline Polisi 0822-1666-6911

Lihat Pelanggaran Protokol Kesehatan, Lapor ke Hotline Polisi 0822-1666-6911

Megapolitan
PHRI: Protokol di Hotel untuk Isolasi Pasien OTG Akan Ketat seperti Wisma Atlet

PHRI: Protokol di Hotel untuk Isolasi Pasien OTG Akan Ketat seperti Wisma Atlet

Megapolitan
Selama Pengetatan PSBB, 211 Restoran di Jakarta Ditutup Sementara

Selama Pengetatan PSBB, 211 Restoran di Jakarta Ditutup Sementara

Megapolitan
Ruko di Kebayoran Baru Terbakar, 2 Mobil Pemadam Dikerahkan

Ruko di Kebayoran Baru Terbakar, 2 Mobil Pemadam Dikerahkan

Megapolitan
Jadi Calon Wakil Wali Kota Tangsel, Kekayaan Rahayu Saraswati Senilai Rp 23,7 Miliar

Jadi Calon Wakil Wali Kota Tangsel, Kekayaan Rahayu Saraswati Senilai Rp 23,7 Miliar

Megapolitan
3.000 Pasangan Bercerai di Jakut Setiap Tahunnya

3.000 Pasangan Bercerai di Jakut Setiap Tahunnya

Megapolitan
Wagub DKI: Aparat Pengawas PSBB 20.000 Tak Sebanding dengan 11 Juta Warga Jakarta

Wagub DKI: Aparat Pengawas PSBB 20.000 Tak Sebanding dengan 11 Juta Warga Jakarta

Megapolitan
Tersangka Pelecehan dan Pemerasan di Bandara Soetta Ditangkap Saat Bersama Istri

Tersangka Pelecehan dan Pemerasan di Bandara Soetta Ditangkap Saat Bersama Istri

Megapolitan
PHRI Jakarta: 4.116 Kamar Hotel di Jakarta Siap Tampung Pasien OTG

PHRI Jakarta: 4.116 Kamar Hotel di Jakarta Siap Tampung Pasien OTG

Megapolitan
BNN Buru Aset Anggota DPRD Palembang yang Jadi Bandar Narkoba

BNN Buru Aset Anggota DPRD Palembang yang Jadi Bandar Narkoba

Megapolitan
Kemenkumham Persilakan Polisi Usut Oknum Lapas yang Bantu Kabur Cai Changpan

Kemenkumham Persilakan Polisi Usut Oknum Lapas yang Bantu Kabur Cai Changpan

Megapolitan
Jadi Kandidat Wakil Wali Kota Tangsel, Ruhamaben Laporkan Harta Rp 19,7 Miliar

Jadi Kandidat Wakil Wali Kota Tangsel, Ruhamaben Laporkan Harta Rp 19,7 Miliar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X