Mengembalikan ”Roh” Kota Tua

Kompas.com - 22/06/2014, 12:23 WIB
Pengunjung menyaksikan video mapping karya Adi Panuntun dan Sembilan Matahari dengan latar gedung Museum Fatahillah di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Kamis (13/3/2014) malam. Acara Fiesta Fatahillah yang dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, ini menandai secara resmi dimulainya revitalisasi Kota Tua. KOMPAS/PRIYOMBODO Pengunjung menyaksikan video mapping karya Adi Panuntun dan Sembilan Matahari dengan latar gedung Museum Fatahillah di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Kamis (13/3/2014) malam. Acara Fiesta Fatahillah yang dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, ini menandai secara resmi dimulainya revitalisasi Kota Tua.
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejuta harapan menghias langit-langit Taman Fatahillah, Jakarta Barat, Sabtu (21/6) siang. Angin bertiup kencang, mengibas lembaran-lembaran plastik berisi doa warga Ibu Kota. Inilah langkah kecil menghidupkan Kota Tua. Ruang publik yang kehilangan jiwa.

Ratusan lembar plastik berbentuk layang-layang dipasang berderet dengan tali membentuk koridor di halaman Museum Sejarah Jakarta. Plastik biru, kuning, dan merah dideret membentuk gradasi warna yang melambangkan harapan.

Layang-layang itu berisi doa, harapan, dan komentar warga tentang kotanya. ”Semoga Jakarta jadi surga dunia,” begitu harapan Ririn Risanti, seorang desainer grafis, seperti tertera di salah satu lembar layangan.

Pada lembar lain, tertoreh harapan Robert Tambunan dari Jakarta Heritage Trust, ”Menyejajarkan Kota Tua Jakarta dengan kota-kota dunia.” Adapun Nia Kusniawati, petugas kebersihan, berharap ada peremajaan angkutan umum. Sementara Suparno dari Komunitas Sepeda Onthel berharap Jakarta bebas banjir, polusi, dan macet dengan bersepeda. Lain lagi dengan Priyanka Tobing. Konsultan hukum ini berharap Jakarta menjadi sumber sukacita, bukan penimbun luka. ”Jadi rumah, bukan rimba yang merenggut nyawa. Jadi surga, bukan neraka dunia,” ujarnya.


Lewat media sosial dan tatap muka dengan penggagas Kota Tua Creative Festival (KTCF) 2014, mereka menyampaikan pesan dan harapan. Tidak hanya warga kota, Pelaksana Tugas Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pun membubuhkan harapannya di layang-layang. Tulisnya, ”Kota Tua bisa menjadi permata Kota Jakarta.”

Basuki hadir bersama Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta Arie Budhiman, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, inisiator Indonesian Diaspora Network Dino Patti Djalal, serta Duta Besar Belanda untuk Indonesia Tjeerd de Zwaan, Sabtu siang, untuk membuka acara. Dalam sambutannya, Basuki berharap kegiatan serupa lebih sering digelar untuk menghidupkan Kota Tua Jakarta.

Selain deretan harapan, panitia KTCF 2014 juga menggelar stan pameran produk kreatif khas, seperti sepatu, tas, kaus, dan kerajinan; pentas seni kontemporer; arsitektur; instalasi; serta fotografi. Aneka kegiatan itu digelar di beberapa gedung bersejarah di sekitar Taman Fatahillah, seperti Gedung Tjipta Niaga, Gedung Kerta Niaga, Gedung Samudera, dan Stasiun Kota.

Penggerak ruang publik

Penggagas KTCF 2014, Diana Ang, mengatakan, festival ini melibatkan komunitas pencinta sejarah, kereta api, seniman jalanan, dan desainer muda. ”Semangat penyelenggaraannya adalah untuk mendorong kreator, arsitek, seniman, dan desainer menjadi sumber daya penggerak ruang publik di Jakarta,” ujarnya.

Salah satu kegiatan yang melengkapi festival ini adalah program Jakarta Old Town Reborn (JOTR). Tujuh tim arsitek dari Belanda dan Indonesia bekerja sama dengan pemerintah dan pemilik bangunan untuk menghidupkan kembali enam bangunan bersejarah serta bidang lanskap di sekitar Kali Besar dan lapangan Fatahilah.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Klarifikasi Fans K-pop yang Wajahnya Terpampang di Billboard di Bekasi

Klarifikasi Fans K-pop yang Wajahnya Terpampang di Billboard di Bekasi

Megapolitan
Fakta Baru Aksi Teror Abdul Basith, Berencana Gagalkan Pelantikan Presiden dengan Bom

Fakta Baru Aksi Teror Abdul Basith, Berencana Gagalkan Pelantikan Presiden dengan Bom

Megapolitan
Cerita tentang Affan yang Meninggal karena Tersambar Kereta, dari Izin Bermain Hingga Bertengkar dengan Ibu

Cerita tentang Affan yang Meninggal karena Tersambar Kereta, dari Izin Bermain Hingga Bertengkar dengan Ibu

Megapolitan
Fakta Nenek Arpah Ditipu Tetangga, Dibawa ke Notaris dengan Modus Jalan-jalan dan Tanah Dihargai Rp 300.000

Fakta Nenek Arpah Ditipu Tetangga, Dibawa ke Notaris dengan Modus Jalan-jalan dan Tanah Dihargai Rp 300.000

Megapolitan
Bus Zhong Tong dan Keyakinan Kembali Mengaspal di Jakarta...

Bus Zhong Tong dan Keyakinan Kembali Mengaspal di Jakarta...

Megapolitan
Rumah Terendam Permanen, Beberapa Warga Hengkang dari Kampung Apung

Rumah Terendam Permanen, Beberapa Warga Hengkang dari Kampung Apung

Megapolitan
Cuaca di Jakarta Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari

Cuaca di Jakarta Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari

Megapolitan
Seandainya Kota Bekasi dan Jakarta Digabung...

Seandainya Kota Bekasi dan Jakarta Digabung...

Megapolitan
Simpan Sabu di Dalam Pembalut, Seorang Pemuda Ditangkap

Simpan Sabu di Dalam Pembalut, Seorang Pemuda Ditangkap

Megapolitan
Jual Sabu, Seorang Buruh Ditangkap Polisi

Jual Sabu, Seorang Buruh Ditangkap Polisi

Megapolitan
Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Pacarnya karena Tolak Berhubungan Badan

Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Pacarnya karena Tolak Berhubungan Badan

Megapolitan
Dishub DKI Surati Pengurus Gedung Sediakan Fasilitas Pesepeda

Dishub DKI Surati Pengurus Gedung Sediakan Fasilitas Pesepeda

Megapolitan
Perencanan Peledakan Bom Molotov Dosen Nonaktif IPB Diadakan di Rumah Soenarko

Perencanan Peledakan Bom Molotov Dosen Nonaktif IPB Diadakan di Rumah Soenarko

Megapolitan
Jelang Pelantikan Presiden-Wapres, Penumpang Bus di Kalideres Diperiksa

Jelang Pelantikan Presiden-Wapres, Penumpang Bus di Kalideres Diperiksa

Megapolitan
Tepergok Korban, Maling Ditangkap Setelah Lukai Pasutri

Tepergok Korban, Maling Ditangkap Setelah Lukai Pasutri

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X